CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 23 🌹


" Apa yang ingin kamu tanyakan? Karena aku tidak punya banyak waktu."


Mila hendak berdiri, mendekati Kenric niat hatinya ingin mendekati Kenric diduk lebih dekat lagi.


" Bicaralah kamu di situ, nggak usah kamu berpindah duduk masih bisa aku dengar kamu berbicara dari arah kamu duduk itu." Ucapnya sembari menopangkan salah satu kakinya ke kaki yang lain dan mensendekapkan tangannya di dada menatap dingin ke arah Mila.


" Hemmm... " Mila kembali duduk menahan malu karena ditegur oleh Kenric.


" Menyebalkan sekali dia ini, Kenapa dia begitu berubah sekali setelah memiliki seorang sekretaris, dulu tidak pernah seperti ini, Kami selalu dekat dan bersama." Gumamnya sembari menggigit bibirnya menatap ke arah Ken namun Kenric tidak merespon apapun yang dilakukan oleh Mila untuk mempengaruhi pandangan matanya itu, Kenric masih dengan posisinya dan tatapan dinginnya pada Mila.


" Cepatlah, apa yang kamu inginkan, katakan sekarang aku tidak punya waktu."


" Aku cuma sekedar mau bertanya padamu, kenapa akhir-akhir ini kamu sangat berubah padaku, apa kesalahanku sehingga kamu seakan menjaga jarak denganku!"


" Mila itu hanya perasaan kamu saja, dari dulu kan aku memang seperti ini."


" Ini bukan perasaan aku Ken, ini memang benar, kamu sudah berubah dariku semenjak kamu memiliki seorang sekretaris."


" Maksud kamu apa hubungannya dengan sekretarisku itu, tidak ada hubungan sama sekali antara kita berdua, karena kita berdua tidak ada hubungan apa-apa, ditambah lagi aku dan kamu hanya berteman."


" Apa Ken? Kamu mengatakan tidak ada hubungan apa-apa? jadi selama ini aku kamu anggap apa Ken?"


" Aku sudah bilang sama kamu, kalau aku dan kamu hanya sebatas pertemanan! Tidak lebih dari itu."


" Kamu jahat Ken! Kamu jahat padaku!"


" Jahat? Aku tidak pernah jahat padamu, apakah selama ini aku pernah mengatakan kalau aku dan kamu memiliki hubungan khusus? Tdakkan?" Ucap Kenric dengan penuh penekanan pada Mila.


" Ken, selama ini aku sayang dan cint sama kamu! Kenapa kamu tidak memahaminya Ken??"

__ADS_1


Kenric mendengar ucapan Mila seperti itu, dia hanya biasa saja menanggapinya tidak terkejut sama sekali, karena dia sudah mengetahui kalau Mila memang jatuh hati padanya, tapi sayangnya dia tidak menanggapi apa yang dikatakan Mila tentang perasaannya itu padanya.


" Aku tahu kamu sayang dan cinta denganku, tapi sayang dan cinta kamu itu hanya sebatas teman denganku dan aku juga menganggapnya sama, aku juga sayang denganmu tapi aku tidak cinta denganmu, Aku menganggapmu sebagai teman biasa saja, jangan salah tanggap dengan hubungan kita selama ini, karena aku tidak ada rasa lebih dari itu." Ucap Kenric sembari tetap dengan posisinya dan dia tetap tidak berubah tatapan matanya pada Mila dia tetap bersikap dingin.


Mila mengela nafasnya dengan panjang, dia tidak menyangka akan mendapatkan perkataan itu dari Ken lelaki yang didambakannya menjadi miliknya.


" Kamu memang keterlaluan kan denganku!!"


" Mila, aku tidak keterlaluan denganmu, sekarang aku tegaskan padamu, aku dan kamu hanya sebagai teman saja, rasa sayang dan cinta kamu itu sudah kamu katakan padaku dan aku menganggapnya hanya sebatas teman, tidak lebih dari itu, karena aku sudah memiliki seorang yang telah aku sayangi dan aku cintai, lebih dari teman."


Mendengar ucapan Kenric, Mila terkejut dia menatap lekat ke arah Kenric.


Memiliki seorang yang lebih dari seorang teman? Apakah sekretaris kamu itu hah ? Yang sudah mengalihkan duni kamu dri ku?!"


" Mila! Antara sekretaris ataupun bukan itu bukan urusan kamu."


" Tapi aku berhak tahu Ken.?" Ucapnya dengan nada memelasnya dan sedikit manjanya.


" Tapi sayangnya aku tidak ingin memberitahu denganmu. Apakah kamu sudah selesai dengan pembicaraan kamu ini, karena aku banyak pekerjaan yang lain, lagi pula aku ada tamu yang sebentar lagi akan datang ke sini." Ucapnya sembari melihat jam yang melingkar di tangannya itu.


Mila melangkah mendekati Santi, Santi terlihat merasa heran karena dengan muka marahnya Mila melangkah mendekati dirinya.


" A mau bertanya denganmu!"


" Soal apa Ibu?"


" Siapa sekretarisnya Ken?!"


" Aduh aku harus jawab apa nih, kalau aku katakan sekretaris itu adalah Clara, aku takut nantinya pak Len akan marah padaku, tapi ibu ini sepertinya sedang marah, tapi kalau aku tidak menjawabnya, dia pasti akan marah padaku " Gumam santi dalam hatinya."


" Cepat katakan padaku!! Siapa sekretarisnya Ken itu!! Apakah kamu ? Atau ada yang lain?!"

__ADS_1


" Iy...Iya saya, memang ada apa Ibu?"


" Huuhhh!!!" Ucapnya kemudian meninggalkan Santi yang sedang duduk merasa keheranan itu sembari bersuara dengan pelan.


" Ada apa dengan dia, apa dia lagi dapet ya?? sehingga marah-marah melulu atau mereka berdua dengan Pak Ken sedang bertengkar?? Ah! sudahlah itu urusan para orang kaya, aku mah cuma digaji aja mending aku melanjutkan pekerjaanku." Ucapnya kemudian melanjutkan pekerjaannya tersebut.


Santi terpaksa mengakui kalau dirinya adalah sekretarisnya Ken, karena dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kalau sekretarisnya itu adalah Clara, dia takut nanti Pak bosnya akan marah dengannya, kalau dia mengatakan yang sebenarnya. Pak Bosnya itu pernah bilang padanya siapa yang bertanya tentang sekretarisnya tidak boleh ada yang memberitahu data diri sekretarisnya itu, semenjak kejadian saat sekretaris yang lama bertengkar dengan Mila.


Saat Santi sedang menatap layar laptopnya itu dia dikejutkan oleh suara seseorang.


" Maaf mbak apa bosnya sudah datang.?"


Santi menoleh ke arah mereka berdua sepasang suami istri paruh baya datang menemuinya.


Santi tersenyum dia menganggukkan kepalanya.


" Oh iya Pak, Pak Bos ada di dalam, Bapak dan Ibu sudah ditunggu karena saya sudah mengatakan semuanya pada pak Ken kalau bapak dan ibu ingin bertemu." Ucapnya sembari menganggukkan kepalanya dan mengajak kedua orang itu menuju ke arah ruangan Kenric.


Santi mengetuk pintu ruangan tersebut, pintu terbuka Kenric yang masih duduk di sofa itu tidak menyangka kalau tamu yang dikatakan oleh Santi akan datang lebih awal karena beberapa jam lagi waktunya makan siang.


" Maaf Pak, tamu yang saya katakan tadi sama Bapak sudah datang."


" Bawa masuk aja..."


Santi mengganggukan kepalanya, kemudian kedua tamu itu pun disuruh masuk ke dalam karena Kenric tidak mengenali kedua orang tersebut, dia hanya tersenyum dan berdiri dari duduknya, dia menyalami kedua orang tua tersebut dan menyuruhnya duduk di sofa ruangannya Itu, Santi kemudian berpamitan keluar kembali ke meja kerjanya.


Kenric menatap heran pada kedua tamunya itu, namun dia pintar menyembunyikan rasa herannya itu.


" Maaf Bapak dan Ibu, Apakah kita pernah bertemu.?"


" Kami berdua tidak pernah bertemu, tapi saya pernah bertemu dengan Pak Himawan."

__ADS_1


" Bapak temannya Papa saya.?"


Tamunya itu pun menganggukkan kepalanya yang tak lain adalah Pak Ferry dan istrinya yang memang sengaja ingin menemui Kenric di kantornya itu.


__ADS_2