
BAB 14 🌹
" Kenapa Papa bisa menyuruh kalian berdua? Apa maksud Papa sebenarnya, aku sudah disuruh dia untuk pergi keluar dari rumah itu, aku tahu keinginan Papa agar aku menyadari kesalahan aku selama ini, tapi kenapa aku sudah berada di luar rumah selalu diawasi juga, sampai segitunya papah padaku? Apakah karena Papa masih merasa sakit hati padaku." Ucapnya sembari menatap lurus ke depan.
" Nona Clara, bukan maksud Tuan Besar seperti itu, Nona Clara salah kalau sampai menganggap Tuan Besar bersikap seperti itu terhadap Nona, menurut saya Tuan Besar sangat sayang dengan Nona Clara, karena Tuan Besar menyuruh kami berdua untuk mengawasi Nona Clara di luar, Tuan Besar tidak ingin Nona terjadi apa-apa di luar tanpa pengawasan keluarga, apalagi Nona tidak membawa apapun dari rumah selain pakaian Nona." Ucap Mang Jojo.
Clara menghela nafasnya dengan panjang dia menundukkan kepalanya.
" Jujur,, Aku memang bersalah sama papah dan Mama, mungkin Papa merasa malu memiliki aku sebagai anaknya yang hanya berfoya-foya serta tidak menganggap pemberian dan amanah dari kedua orang tuaku."
Aira melihat sang sahabat tertunduk sembari berbicara, dia hanya bisa mengusap pundak sahabatnya tersebut, Aira tahu Clara sangat sedih atas apa yang telah terjadi dengannya.
"Mang Jojo, Mamang berdua Pasti akan dimarahi oleh Pak Ferry kalau seandainya rencana Pak Ferry untuk mengawasi Clara ini tidak sukses, seperti keinginan dari Pak Ferry, bagaimana nantinya dengan kalian berdua?" Tanya Aira sembari menatap ke arah kedua lelaki yang ada di depan mereka itu.
" Mungkin kami tidak akan mengatakan semuanya Non, kalau seandainya kami mengatakannya Pak Ferry akan merasa kecewa dengan kami, Dia tidak ingin Nona Clara mengetahui kami mengikutinya, tapi mungkin Tuhan sudah melindungi Nona Clara sampai akhirnya Nona Clara mengetahui kalau kami mengikutinya."
" Mamang berdua tidak usah mengatakan pada Papah, kalau kalian bertemu denganku, lanjutkanlah perintah Papah untuk mengawasi aku, setidaknya Papa merasa senang dan bahagia karena tugas yang diberikan pada Mamang benar-benar dilaksanakan oleh Mamang berdua." Ucap Clara dianggukan oleh Mang Jojo dan Mang Eno.
" Sekali lagi maafkan Mamang ya Non, bukan maksud Mamang untuk mengikuti Nona seperti ini, Nona jangan beranggapan dengan kehadiran kami berdua ini yang selalu mengikuti Nona, menganggap diri Nona bersalah dengan keluarga Nona, terutama Tuan Besar, karena Tuan Besar sangat sayang dengan Nona, Saya sempat mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Besar saat berbicara dengan Nyonya Besar, Kalau Tuan Besar sangat menyayangi Nona, dia juga tidak tega untuk mengusir Nona dari rumah, saya mohon pada Nona untuk tidak berprasangka yang tidak-tidak pada Tuan Besar."
Clara menganggukkan kepalanya, sembari berbicara.
" Aku tidak pernah membenci Papa dan Mama, aku juga tidak membenci keluargaku, bahkan aku merindukan mereka, ini semua harus aku tanggung akibatnya, karena perbuatan aku sendiri, aku tidak bisa menyelesaikan dan memegang teguh amanat yang sudah diberikan oleh Papa padaku."
__ADS_1
Lagi-lagi Aira mengusap pundak sang sahabat karena dia tahu saat ini Clara sangat memerlukan teman untuk berbagi rasa sedihnya.
" Kamu yang sabar ya Clara, semoga ini ada hikmahnya." Ucap Aira dan dianggukan oleh Clara.
" Aku memang bersalah Aira, Dan aku juga mengabaikan ucapan dari kedua saudaraku, mereka sebenarnya perhatian padaku dan sayang padaku, tapi karena aku tidak menyadari itu semua, sampai akhirnya terjadilah seperti ini, aku yang bersalah, bukan keluargaku." Ucapnya, dia sekuat tenaga menahan genangan air bening di bola matanya tersebut, Namun karena Clara saat ini sangat rapuh, akhirnya dia meloloskan air tersebut mengalir di kedua pipi cantiknya itu, Aira melihat sahabatnya itu menangis dia pun memeluk sahabatnya itu sambil mengusap pundak Clara.
" Kalau kamu merasa tenang dengan mengeluarkan air matamu itu, keluarkanlah! Jangan malu, agar di dalam dadamu itu tidak sesak dengan beban yang saat ini kamu rasakan, kamu bisa berbagi denganku, jangan kamu pendam sendiri." Ucapnya sembari masih mengusap pundak Clara.
Clara pun tersentuh dengan ucapan Aira, dia tidak menyangka perempuan yang memeluknya dengan penuh kasih sayang Persahabatan itu pun sangat berarti baginya dan kata-katanya menguatkan Clara.
Clara hanya menganggukkan kepalanya, dia menangis dengan terisak meluapkan rasa kerinduan dan rasa ingin bertemunya dengan keluarganya, walaupun sebenarnya dia baru beberapa hari saja meninggalkan mereka, tapi rasa rindu yang dia rasakan itu tidak bisa dibendungnya lagi, dia sadar karena kesalahan yang telah dia lakukan itu membuat dia tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya dan dia hanya bisa melihat salah satu dari saudaranya itu pun dia lakukan dari jauh, dia masih tidak mampu untuk bertemu secara langsung walau sebenarnya sang kakak adalah kekasih sahabatnya itu.
Mang Jojo dan Mang Eno hanya menundukkan kepalanya, mereka merasakan kesedihan Nona mudanya tersebut, walaupun Nona mudanya itu dianggap membuat kesalahan yang sangat besar bagi keluarganya, tapi bagi Mang Jojo dan Mang Eno menganggap Nona Mudanya itu sangatlah baik, tidak sombong terhadap mereka yang hanya sebagai orang suruhan dari sang papah.
Terlihat Nona Mudanya sudah mulai tenang Mang Jojo pun berbicara.
" Baiklah Nona, saya bersama Mang Eno mau pamit pulang dulu."
" Iya Mang, hati-hati. Lakukanlah pekerjaan Mamang sesuai perintah dari Papa, aku mohon pada Mamang Jangan kecewakan Papa, berikanlah kabar yang ingin dipinta oleh Papa tentang aku."
" Iya Nona, Nona Clara juga jaga kesehatan, jangan terlalu bersedih, yakinlah keluarga Nona sangat kehilangan Nona dan mereka juga sangat menyayangi Nona, Nona hati-hati ya." Ucap Mang Jojo, dianggukan oleh Clara.
Kemudian mereka berdua pun berdiri dari duduknya hendak melangkah namun Clara kembali bersuara.
__ADS_1
" Tunggu Sebentar Mang."
Mang Jojo menghentikan langkahnya dan berbalik arah menatap ke arah Clara dan Aira.
" Ada apa Nona..."
" Ada yang aku tanyakan sedikit sama Mamang."
" Iya Non, tentang apa Non.?"
" Bagaimana kabar Mama.?"
Mang Jaja pun menghela nafasnya dengan panjang, Clara menatap ke arah Mang Jojo.
" Apakah Mama tidak apa-apa? Apakah Mama sehat-sehat saja Mang.?"
" Iya Nona, Nyonya Besar sehat-sehat saja, tapi..."
Mang Jojo menggantung kalimatnya membuat Clara menatap Mang Jojo dengan tatapan herannya.
" Tapi kenapa Mang? apa yang terjadi dengan Mamah.?"
" Tidak ada yang terjadi apa-apa dengan Nyonya Besar, tapi saat Nona muda meninggalkan rumah Nyonya Besar, terlihat sekali bersedih Nona, Nyonya Besar kebanyakan diam, tidak seperti hari-hari biasanya, kalau Tuan Besar tidak ada di rumah, namun di saat Tuan Besar ada di rumah, Nyonya Besar berusaha bersikap biasa saja, pernah suatu hari Nyonya Besar bertanya tentang keadaan Nona Muda, saya menceritakan semuanya, saat saya menceritakan itu Nyonya Besar pun terlihat sangat senang." Ucapnya sembari menatap ke arah Clara.
__ADS_1