
BAB 34🌹
Rumah mewah Mila...
Mila merasakan bosan dan kesepian di rumahnya itu, dia pun merasa sangat kehilangan, dia teringat akan Rere dan dia juga teringat akan Clara.
" Ternyata jauh dari teman bagaikan hidup tapi suasana mati." ucapnya pelan.
Kemudian Mila bangun dari duduknya dan melangkah menuju ke arah kamarnya, dia mengambil kunci kontak mobilnya dan ponsel serta tas pribadinya, dia melangkah meninggalkan rumahnya itu dia masuk ke dalam mobilnya dan terus melajukan mobilnya itu dengan kecepatan sedang.
" Aku bisa gila kalau kaya gini terus karena mereka berdua tidak ada disampingku." Ucapnya sembari memukul mukul pelan stir mobilnya itu.
Kemudian dia pun membelokkan mobilnya menuju ke arah club malam yang selalu dia datangi bersama kedua sahabatnya itu, sambil terus melaju dengan kecepatan sedang beberapa menit kemudian dia pun sampai di depan club tersebut, dia memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam.
Dia menghabiskan waktunya Dengan meminum minuman beralkohol sampai akhirnya dia pun tidak memiliki kesadaran penuh, dengan berbicara tanpa arah tujuannya.
Karena dalam keadaan setengah sadar dan tidak itupun di ambil kesempatan oleh dua orang lelaki yang mendekatinya, mereka berdua saling memberi isyarat satu sama lainnya, kemudian dia membayar minuman yang diminum oleh Clara pada pelayan club dengan tatapan mata pelan itu merasa curiga.
" Apa yang kamu lihat?" Tanya salah satu dari dua lelaki itu.
" Maaf apakah anda berdua teman Mbak ini? Karena Mbak ini sering kesini tapi bukan dengan kalian berdua."
" Kami berdua temannya, kamu tenang saja karena kami mau mengantarkan dia pulang kerumahnya." Ucap seoranv lelaki yang berperawakan tinggi dan memiliki tubuh yang kekar itu menyakinkan pelayan club.
Pelayan itu hanya menganggukkan kepalanya, walaupun diwajahnya terlihat antara percaya dan tidak, namun dia tidak bisa berbuat banyak karena dia tidak ingin mencampuri urusan mereka para tamu club malam itu.
Kemudian dia pun membopong Clara menuju ke arah luar club tersebut, di iringi tatapan mata si pelayan club sembari bersuara.
__ADS_1
" Semoga saja Mbak itu tidak apa-apa..." Ucapnya sembari melanjutkan pekerjaannya.
Setengah sadar Mila mendorong laki-laki itu, namanya juga tenaga seorang wanita yang dalam keadaan mabuk berat, dia pun tidak bisa melepaskan tangannya dari kedua lelaki itu, kemudian dia terus dibawa keluar menuju ke sebuah mobil hitam yang terparkir dihalaman parkir club dan dia dimasukkan ke dalam mobil tersebut, mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah sebuah rumah yang jauh dari club dimana Mila sedang nongkrong.
" Kamu yakin kalau rumah itu kosong Al?" tanya salah satu lelaki tersebut, lelaki yang dipanggil Al itu pun dengan mantap mengangguk dan menjawab ucapan temannya itu.
" Iya, karena rumah itu adalah rumah tante aku yang tidak berpenghuni lagi, mereka sudah pindah keluar kota."
" Baguslah kalau gitu." Ucapnya tertawa.
Kemudian mobil berhenti di depan halaman rumah tersebut, mereka berdua pun mengeluarkan Mila dari mobilnya, lagi-lagi Mila berusaha melepaskan dirinya dari tangan kedua lelaki itu, Mila berteriak dalam keadaan setengah sadarnya tersebut.
" Lepaskan aku??? Aku tidak mau ikut dengan kalian, aku tidak mengenal kalian, siapa kalian???" Ucapnya, tapi dia tidak memiliki kesadaran yang penuh.
Rere yang kebetulan melewati jalan itu, karena jalan itu menuju ke arah rumah kedua orang tuanya, dia melihat dua orang lelaki yang membawa seorang wanita masuk ke dalam rumah tersebut, terlihat perempuan itu meronta-ronta yang tak lain adalah Mila.
Mereka berdua tidak menyadari kehadiran Rere, Rere pun langsung turun dari motornya.
" Hei apa yang kalian lakukan dengan wanita itu?!!" Teriaknya, sontak saja membuat dua lelaki itu terkejut dan menatap ke arah Rere yang berjalan ke arah mereka tapi tidak terlalu dekat karena Rere menjaga jarak dan antisipasi kalau mereka berdua berbuat yang tidak tidak pada dirinya, lagi pula Rere tahu rumah itu sudah beberapa bulan ditinggalkan oleh pemiliknya.
Kedua lelaki itu pun menatap lekat ke arah Rere, salah satu lelaki itu melangkah mendekati Rere, melihat lelaki itu mendekatinya, Rere pun memposisikan dirinya mundur selangkah kalau terjadi apa-apa dia cepat berteriak dan memanggil orang-orang yang tidak jauh dari rumah tersebut, rumah itu sedikit terpencil dari tetangga karena rumah itu memang rumah yang tidak berpenghuni.
" berhenti di situ kalau kamu masih mendekati aku, aku akan berteriak agar warga kampung sini mengamankan kalian."
lelaki itu pun berhenti sembari berkata.
" Apa kamu ingin menemani kami juga di sini ? Wah! Pas kebetulan sekali kita saling membutuhkan." Ucapnya hari tertawa,mendengar ucapan itu Rere pun langsung berteriak sekerasnya agar orang-orang dapat mendengar suaranya itu, mendengar teriakan Rere kedua lelaki itu pun kalang kabut, dia langsung masuk ke dalam mobil itu dan berusaha melarikan diri, namun sayangnya beberapa orang sudah mendengar teriakan Rere mereka keluar dari rumah dan mencegah mobil yang hendak keluar dari halaman rumah tersebut, tanpa diurungkan lagi mereka pun akhirnya ditangkap oleh warga sekitar, Rere langsung mendekati Mila.
__ADS_1
" Mila...Mila... Kamu kenapa Mila?"
" Rere..." Ucapnya setengah tidak sadar namun dia masih bisa mengenali suara Rere.
Rere meminta pada para warga untuk membawa Mila ke rumahnya. Beberapa orang membantunya Mila pun dibawa Rere ke rumahnya dan kedua orang tersebut pun sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh warga kampung.
Mila yang direbahkan di ruang tengah rumahnya Rere pun dibiarkan sementara waktu, agar Mila mendapatkan kesadaran penuhnya, sedangkan Rere dan ibunya duduk tidak jauh dari Mila direbahkan itu.
" Kamu menemukan dia di mana Re?" Tanya Ibunya.
" Di ujung jalan sana Bu, rumah yang tidak berpenghuni."
" Kenapa kamu bisa mengenalinya?"
" Rere mengenali fostur Mila, di samping itu juga membuat Rere jelas kalau itu adalah Mila lampu mobil masih menyala Bu."
" Syukurlah dia ditemukan oleh kamu, kalau tidak, mungkin akan terjadi sesuatu yang menimpanya."
" Iya Bu, Rere juga bersyukur karena tidak terjadi apa-apa dengannya, dia mabuk berat antara sadar dan tidak saat itu."
" Dan bagaimana keadaan dua laki-laki itu?"
" Mere sudah dibawa warga kampung pada pihak yang berwajib, menunggu kesadaran Mila, dia akan memberi keterangan pada pihak yang berwajib."
" Mungkin besok pagi aja Nak."
" Iya Bu." Ucapnya sembari menatap ke arah Mila.
__ADS_1
" Kasihan kamu Mila..." Ucap Rere.