CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 16 🌹


Aira hanya tersenyum, kemudian dia terus melajukan kendaraannya menuju ke arah rumah pribadinya, beberapa saat kemudian mobil itu pun memasuki halaman rumah kediaman Aira.


Aira memarkirkan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya itu, mereka tidak langsung turun dari mobil, Aira menghela nafasnya dengan panjang dia menatap lurus ke depan.


" Clara, Kamu tidak usah bersedih dan jangan kamu ingat lagi masa lalu yang telah kamu jalani itu, saat kamu berteman dengan Mila dan Rere. Aku sadar keadaanku tidak semewah dan sekaya kalian, aku lebih baik menghindari kalian daripada terjadi kesalahpahaman nantinya kala itu, bukan kamu aja yang merasa bersalah, tapi aku juga merasa bersalah, karena saat itu aku kalah berjuang untuk memberikan penjelasan padamu kalau sebenarnya mereka itu berdua tidaklah baik untukmu, tapi di kala itu aku merasa tidak pantas berbicara seperti itu, dikarenakan aku jarang bertemu denganmu, disebabkan aku terlalu sibuk mencari pekerjaan, Maafkan aku mungkin kesalahan di masa lalu itu membuat aku harus memperbaiki diriku juga, kita bisa membenci mereka tapi jangan kelewat batas ya..." Ucap Aira dianggukan oleh Clara.


" Aku tidak akan membenci mereka, di luar batas kemampuanku, tapi mereka juga harus merasakan bagaimana rasanya sakit dijauhi oleh teman sendiri, di saat temannya itu memiliki masalah yang sangat berat seperti aku ini, Awalnya aku merasa sakit hati banget dengan mereka, karena aku bingung saat itu, kenapa mereka tega seperti itu padaku, padahal di saat mereka memerlukan apapun aku selalu ada, di situlah aku bisa memahami sekarang di balik masalah yang aku hadapi ini, aku tahu di mana teman yang benar-benar baik dan di mana teman yang pura-pura baik."


" Hemmm.... Semoga saja dari masalah yang sudah ada ini, kamu bisa lebih hati-hati lagi memilih seorang teman untuk dijadikan sahabat, jadikanlah masalah ini sebagai motivasi kamu untuk menjadi lebih baik lagi. Tapi aku merasa heran, dari mana mereka berdua tahu kalau kamu sudah diusir dari rumah menurut cerita kamu itu saat awal aku bertemu denganmu."


" Iya juga sih, aku juga heran, dari mana mereka tahu, di saat aku sudah pergi dari rumah, karena Papa tidak menginginkan aku lagi berada di rumah kedua orang tuaku,Saat aku berada dirumah Mila, Aku baru saja menerima telepon dari Mama, ditambah lagi Rere saat itu memerlukan uang yang sangat banyak, dan aku begitu saja memberikannya padanya, tanpa aku sadari kalau sebenarnya hari itu adalah hari terakhir aku bersama dengan mereka, dan hari itu juga aku mengetahui kalau mereka berdua hanya memanfaatkan aku saja."


Aira mengelan nafasnya dengan panjang.


" Baiklah... Lebih baik kita turun dari mobil kemudian kita bersihkan diri dan tiba saatnya kita istirahat, biar besok kita bisa fresh lagi pikiran kita dan melupakan masalah yang telah terjadi." Ucapnya sembari tersenyum ke arah Clara.


Clara hanya bisa mengganggukan kepalanya, kemudian mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah beriringan menuju ke arah pintu utama rumah tersebut. Mereka pun masuk ke dalam rumah dan melakukan aktivitas membersihkan diri mereka masing-masing dan beristirahat melepaskan penat seharian yang sudah mereka lalui itu.


***


Di sebuah Cafe tempat biasa Kenric dan Dino bertemu, karena Kenric sudah sampai terlebih dahulu dia pun memesan sebuah meja menunggu sahabatnya itu datang, tidak memakan waktu lama Kenric menunggu mobil Dino sudah terparkir rapi di samping mobil Kenric, Dino turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam, dia pun menoleh ke arah meja favorit mereka, bila bertemu.

__ADS_1


Dino tersenyum dan melangkah mendekati Kenric mereka bersalaman ala sepasang sahabat, seperti yang mereka lakukan di saat mereka bertemu dengan mengepalkan kedua tangannya dan menyatukan tangannya itu.


Mereka pun tersenyum dan Dino duduk di sampingnya Kenric.


" Ada apa nih, terlihat sekali wajah kamu sangat senang, pasti ada berita yang sangat menyenangkan sekali, aku jadi penasaran apa sih beritanya itu, sehingga membuat seorang Kenric Bastian Hinawan sangat bahagia sekali."


Kenric tersenyum terpancar wajahnya yang terlihat sangat bahagia itu.


" Masa kamu tidak tahu sih, kalau sahabat kamu ini mendapatkan durian runtuh." Ucapnya tersenyum.


" Kalau kamu mendapatkan durian runtuh kamu tidak sebaik ini Broo dan tidak bisa duduk disini dengan manis hehehe..."


" Hehehe..Maksud aku, semua orang kan bilang kalau dia mendapatkan sesuatu yang membahagiakan pasti dia ketiban durian runtuh."


Kendric pun tertawa lepas, Dino merasa heran karena sahabatnya itu jarang tertawa lepas seperti itu, biasanya dia hanya bisa terkekeh, dan tersenyum, walaupun cerita itu sangatlah lucu.


Kenric melirik ke arah Dino, dia pun lagi-lagi tersenyum.


" Kenric aku tidak perlu dengan senyuman kamu, Aku ingin mendengar cerita kamu, apa yang membuat kamu sangat bahagia sekali sekarang ini "


" Kamu ingat kan, aku pernah cerita dengan kamu tentan seorang wanita di masa kecilku dulu?"


Dino menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Eits! Jangan bilang kalau kamu sudah bertemu dengannya."


" Nah itu dia, benar sekali apa yang kamu katakan itu."


" Jadi beneran, kamu sudah menemukannya? Terus kamu sudah mengatakan kalau kamu itu adalah temannya di masa kecil? Terus bagaimana sekarang rupanya? Apakah dia tetap cantik? Apakah giginya rata atau wajahnya masih mulus atau jangan-jangan giginya udah ompong dan wajahnya berkerut lagi." Tabya Dino bertubi-tubi.


" Hehehe... Kamu apaan sih Dino, masa kamu bilangnya seperti itu, giginya omponglah, wajahnya berkerutlah, seharusnya kamu senang dong, kalau sahabat kamu ini sudah bertemu dengan sahabat kecilnya yang selama ini dicarinya..."


Dino hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang.


" Aku kayaknya kurang yakin sekali sih, kalau itu adalah teman kamu semasa kecil, secara gitu loh... Jaman Taman kanak-kanak, banyak fase yang sudah dilewatinya dari SD, SMP, SMA,dan kuliah, sekarang baru aja bertemu denganmu, pastinya dia melupakan kamu, lagi pula siapa tahu dia sudah berkeluarga dan harapan kamu untuk bersama dengan dia itu pupus, di samping itu, ini sudah lama juga, Apa iya bisa mengingat masa-masa Taman kanak-kanak, jauh banget loh,,,, Memori yang harus diingatnya ke belakangnya itu. Tapi bagaimana caranya kamu tahu kalau itu adalah sahabat kecil kamu.?"


Kenric tersenyum, dia tetap memberikan senyuman bahagianya di hadapan sang sahabat.


" Dino...Jika niat kita memang untuk mencari seseorang yang diharapkan bertemu, pasti akan bertemu terutama aku yang berniat banget selama ini ingin bertemu dengannya,dan sangat dimudahkan , dia bekerja di kantorku, aku mengetahui tanda fisiknya itulah yang membuat aku menyadari kalau dia adalah temanku di masa kecilku dulu." Terangnya


" Tanda fisik? Maksud kamu tanda lahir gitu?"


" Iya, ada satu tanda fisik yang bawaan dari lahir, itulah yang sejak dulu ku ingat saat aku bersama dia dibawa pohon yang rindang, aku sempat menegur tanda lahirnya itu, dia mengatakan suatu saat kalau kita berpisah dan kita sudah dewasa kita pasti akan bertemu dan kamu pasti akan mengetahui aku dengan tanda lahirku ini, itulah yang pernah dikatakannya padaku, dan aku yakin kalau dia adalah teman masa kecilku."


" Di mana tanda fisik itu, sehingga kamu yakin kalau itu adalah teman kamu.?"


" Dia memiliki tanda lahir di samping telinga kanannya sebuah tanda hitam pekat."

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Kenric sang sahabat, Dino pun terkejut dia langsung menatap lekat ke arah Kenric.


__ADS_2