
BAB 30 🌹
Kenric keluar dari dalam ruangannya dan berdiri didepan pintu ruangannya.itu.
" Clara, apakah kamu sudah siap?"
" Oh iya pak, saya sudah siap."
" Ayo segera kita bertemu dengan klien." ucapnya.
Clara pun menganggukkan kepalanya dan membawa keperluan yang diperlukan oleh Pak Bosnya itu, mereka melangkah beriringan menuju ke arah lift dan lift Itu pun membawa dia menuju ke arah lobby tidak ada pembicaraan di antara mereka, sesekali Kenric melirik ke arah Clara sembari bergumam di dalam hatinya.
" Apakah dia sudah melihat kertas itu, kalau dia sudah melihatnya kenapa dia tidak mengingatnya, Astaga! Aku kan tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya." ucap Kenric sembari tersenyum.
Mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil pribadi Kenric dan meninggalkan kantor News group menuju ke arah sebuah kedai kopi tempat di mana kliennya itu berada, saat di dalam mobil Kenric pun menerima panggilan dari sang Klien.
" Sekarang kamu di mana Ken? Aku udah lama menunggu di sini." ucap si penelpon yang ada di seberang sana yang tak lain adalah teman Kenric dalam dunia bisnisnya itu.
" Aku lagi di jalan sebentar lagi sampai." ucapnya.
Kemudian mereka pun memutus sambungan bicaranya, beberapa saat kemudian mobil itu pun memasuki halaman parkir kedai kopi dan memarkirkan mobil tersebut, mereka berdua berjalan beriringan menuju ke arah meja di mana seorang laki-laki sudah menunggu mereka sedari tadi.
Terlihat laki-laki itu tersenyum sembari melambaikan tangannya ke arah Kenric, dan Kndric membalas senyuman dari kliennya yang tak lain adalah teman bisnisnya itu yang bernama Toni dari salah satu perusahaan Tekstil itu.
Clara dan Kenric pun melangkah mendekati lelaki tersebut dia menyalami lelaki itu.
" Apa kabar Toni."
" Aku baik-baik saja." ucap Toni sembari tersenyum, Clara pun kemudian menyalami Toni namun Toni terkesima dengan kecantikan Clara wanita yang pernah ingin dimilikinya itu dan terus memegang tangannya Clara, Kenric pun mulai gerah dengan gerakan Toni tersebut, dia kemudian menegur Clara.
" Oh ya Clara, mana berkasnya?"
Clara pun berusaha melepaskan tangannya dari Toni, Toni tersenyum kemudian melepaskan tangan Clara.
" Oh ini Pak berkasnya." ucap Clara sembari memberikan berkas yang ada di tangannya itu, dia tidak merasa nyaman dengan kehadiran Tony di hadapannya, dia ingin rasanya meninggalkan mereka berdua saja berbicara di meja itu, karena tatapan Toni sudah tidak menyenangkan bagi dirinya.
" Bagaimana Ken dengan kerjasama yang telah aku ajukan di perusahaan kamu."
" Apakah kamu sangat membutuhkan dana itu?"
" Iya, aku sangat membutuhkan suntikan dana dari perusahaan kamu."
__ADS_1
Kenric hanya menghela nafasnya dengan panjang, sesekali dia melirik ke arah Toni yang sedari tadi menatap ke arah Clara, lalu Kenric pun menoleh ke arah Clara terlihat Clara tidak merasa nyaman berhadapan dengan Toni.
" Oh ya Ken, sebelum kita membahas tentang kerjasama itu, bolehkah aku bertanya denganmu."
" Silakan, kamu mau bertanya apa?"
Saat Toni hendak bertanya seorang pelayan datang mendekati mereka.
" Maaf Pak, mau pesan apa?"
" Satu cappucino aja, kamu bagaimana Clara?"
" Samakan aja Pak sama seperti pesanan bapak."
" Cappucinonya dua." ucapnya dianggukan oleh pelayan tersebut dan kemudian meninggalkan mereka.
" Oh ya Toni, apa yang mau kamu tanyakan?"
" Aku ingin menanyakan denganmu, Apakah masih ada stok sekretaris seperti milik kamu ini?"
" Maksud kamu?" tanya Kenric sembari menatap Tani dengan tajam.
" Santai Ken, biasanya kamu memiliki sekretaris jauh di bawah rata-rata, tapi sekarang kamu memiliki sekretaris di atas rata-rata."
" Hahahaa...Ken...Aku tahu selera kamu, kenapa kamu memilih diatas rata-rata seperti ini tapi kamu tidak tahu dibalik kecantikan sekretaris kamu itu "
" Kamu jangan bicara yang nggak-nggak dia adalah sekretarisku dan dia adalah wanita yang baik."
" Iya aku tahu, dia adalah wanita yang baik,namun sayang penilaian kamu itu salah Ken, aku pernah melihat dia."
" Melihat di mana?" Tanya Ken.
Mendengar ucapan dari Toni, Clara pun langsung terkejut.
" Apa jangan-jangan dia pernah melihat aku saat berada di klub malam bersama Rere dan Mila ?" gumamnya dalam hati.
" Kamu melihatnya di mana? Dia wanita baik-baik jangan kamu beranggapan yang tidak-tidak." ucap Kenric sudah mulai gerah dengan ucapan Toni.
Clara sudah mulai merasa tidak enak dengan ucapan Toni itu.
" Kamu bilang dia wanita baik-baik, perasaan dia tidak sebaik apa yang kamu pikirkan."
__ADS_1
" Toni! Kamu ini apa-apaan, kenapa kamu bisa berbicara seperti itu."
" Ken, aku memang berbicara seperti itu karena aku menyangkal kalau dia ini adalah wanita baik-baik, Aku pernah melihatnya di club malam, kalau dia memang wanita baik-baik kenapa dia masih berada di club malam itu sampai tengah malam lagi, apakah dia pantas dikatakan baik-baik? Kok kamu maunya sih menjadikan dia sebagai sekretaris kamu." Ucap Tani enteng seakan tidak ada beban dalam pengucapannya itu.
" Toni! Jaga ucapan kamu!"
" Oke! Aku akan jaga ucapanku, tapi aku berkata ini adalah benar."
Clara hanya menundukkan kepalanya, karena dia tidak ingin menyanggah ucapan dari Toni, dia tidak ingin membuat malu Pak Bosnya tersebut.
" Kamu ke sini ingin kerjasama denganku atau kamu hanya mengomentari sekretarisku, asal kamu tahu kalau memang dia tidak baik itu adalah masa lalunya, yang aku lihat dia menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, selama aku tidak melihat dengan apa yang kamu katakan itu, aku menganggap dia tetaplah orang yang baik."
Toni menghela nafasnya dengan pelan, kemudian dia mengalihkan pandangannya jauh keluar sana.
Tony Atmaja adalah pemilik perusahaan Tekstil yang selalu saja mengadakan kerjasama pada Kenric dalam dunia bisnisnya. Namun Toni kadang-kadang tidak bisa menjaga bicaranya bila berhadapan dengan orang lain.
" Kenapa Kenric tidak terpengaruh dengan ucapanku ya? semenjak aku melihat wanita ini di Club malam itu aku sudah jatuh hati padanya tapi dia tidak bisa aku raih karena kedua temannya itu!!" Gumamnya dalam hatinya.
" Baiklah, aku akan melanjutkan pembicaraan kita tentang kerjasama itu." ucapnya.
" Tapi sayangnya Toni, aku sudah tidak ingin lagi kerja sama ini dilanjutkan."
" Kenapa? Apakah karena aku mengomentari sekretaris kamu itu?"
" Iya,karena aku tidak suka kalau sekretarisku dikomentarin tentang masa lalunya."
" Kamu gila ya Ken, Apakah kamu sudah jatuh cinta dengan sekretaris kamu?"
Mendengar ucapan dari Toni, Clara pun terkejut dia langsung menoleh ke arah Kenric.
Kenric yang terkejut dengan ucapan Toni pun pintar menyembunyikan keterkejutannya itu dengan memberikan senyuman pada Toni.
" Terserah kamu, mau bicara apa, tapi asal kamu tahu tidak ada yang bisa menghina bawahan ataupun sekretaris beserta orang-orang yang bekerja denganku, lebih baik sekarang kamu pergi aja, cari saja perusahaan yang mau menerima hinaan untuk sekretarisnya.!" ucapnya dengan penuh ketegasannya.
Toni pun menggebrak mejanya, membuat para pengunjung yang ada di situ pun menatap ke arah mereka.
" Baiklah kalau memang itu keputusan kamu, aku terima! Aku juga tidak akan pernah lagi mengadakan kerjasama denganmu! Kamu ku anggap sekarang tidak lah sebagai temanku dalam dunia bisnis ini!!" Ucapnya kemudian melangkah meninggalkan Kenric dan Clara yang sedang duduk di meja tersebut, Kenric hanya tersenyum sembari mensedekapkan tangannya di dada, Clara pun langsung menatap ke arah Kenric yang terlihat wajahnya biasa saja setelah kepergian kliennya itu.
" Kenapa Bapak biarkan aja kliennya pergi?"
" Biarkan aja Clara, biar dia tahu kalau aku ini tidak ingin kamu dihina."
__ADS_1
Mendengar ucapan Kenric, Clara pun merasa heran dan dia menatap ke arah Kenric dengan lekat.