
BAB 13 🌹
" Mereka terlihat ada di seberang jalan tapi sebenarnya siapa ya mereka? Apakah kamu mengenalnya Clara?"
" Hemmm... Aku tidak mengenal mereka, aku juga tidak tahu siapa mereka itu, aku baru tahu kalau kita diikuti seperti ini."
" Ya sudah biarin aja mereka nunggu kita di sini, lagi pula aku juga merasa lapar lebih baik kita makan dulu sampai di mana mereka menunggu kita di sana." ucap Aira dianggukan oleh Clara.
Dua orang yang di dalam mobil tersebut dari tadi mengikuti Aira dan Clara tidak lain dan tidak bukan dia adalah suruhan dari sang Papa setelah mereka melihat Nona muda mereka berada di warung makan mereka hanya tetap menunggu sampai mereka berdua keluar dari warung makan tersebut.
Kenric tersenyum-senyum didalam mobilnya yang sedang melaju itu, karena dia baru saja mengetahui kalau orang yang selama ini dicarinya ternyata tidak jauh darinya. Dia kemudian menghubungi Dino sang sahabat, dia pun tidak tahu kalau Dino adalah kakak kandung dari Clara karena sejak kecil Clara dan Kenric berteman akrab. Tapi sayangnya Kenric tidak mengetahui keluarga Clara, setiap mereka ingin bertemu dan bermain di waktu kecil Clara lah yang menemuinya dan menunggunya di bawah pohon rindang di sebuah kota di mana Clara dan keluarganya berada saat itu, begitu juga sebaliknya dengan Clara, dia tidak mengetahui di mana keluarga Kenric berada karena yang mereka tahu saat kecil dulu hanya bermain di bawah pohon rindang itu layaknya anak kecil pada masanya.
Setelah mereka puas bermain pun mereka kembali pada keluarganya masing-masing, sampai suatu ketika Clara tidak pernah lagi mengunjungi Kenric yang biasanya Clara menunggu Kenric di bawah pohon rindang tersebut. Namun gantian Kenric yang menunggu Clara di bawah pohon rindang itu. Hari berganti hari, waktu berganti waktu, Clara tidak pernah kunjung datang, sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali setelah sama-sama sudah dewasa, namun sayangnya Clara tidak mengingat masa kecilnya itu. Sedangkan Kenric tetap mencari Clara sampai hasilnya Kenric pun bertemu dengan Clara, namun Clara tidak mengenalinya, kalau Bosnya itu adalah Kenric teman dan sahabatnya di waktu kecil dulu.
Kenric menghubungi Dino dengan menggunakan ponsel yang terhubung langsung dengan setir mobilnya itu, beberapa saat Kenric menghubungi Dino terdengar suara di seberang sana.
" Halo Bro, ada apa kamu menghubungiku?"
" Apakah kamu sibuk atau kamu sudah pulang kantor.?"
" Kebetulan sekali aku sudah ada di parkiran kantorku sendiri, aku tidak sibuk ada yang bisa aku bantukah?"
__ADS_1
" Kita bisa bertemu di tempat biasa ya, ada yang ingin aku ceritakan denganmu."
" Sekarang?"
" Tahun depan Din...Ya sekarang lah Din, karena aku merasa senang hari ini, pokoknya aku tidak bisa mengutarakannya di dalam telepon ini, tapi aku ingin berbicara langsung denganmu dan menceritakannya semua kebahagiaan aku hari ini, karena aku memang benar-benar merasa senang sekali."
" Oh ya? Tentang apa itu?"
" Aku sudah bilang denganmu, aku tidak mau berbicara di sini, kita bertemu di tempat biasa, ya udah sekarang kamu menuju ke sana ya, aku sekarang di jalan." Ucapnya sembari tersenyum walaupun Dino tidak melihat senyum sang sahabat.
" Oke!" Ucap Dino sembari memutus sambungan pembicaraan mereka berdua.
Dino menatap layar ponselnya sesaat sembari menggelengkan kepalanya, lalu dia pun memasukkan ponselnya itu ke dalam saku celananya sembari berbicara sendiri sambil memasuki mobil pribadinya tersebut.
***
Clara dan Aira yang sudah selesai menikmati makannya itu pun kemudian membayar makanannya tersebut, Mereka kemudian melangkah menuju ke arah tempat parkir mobilnya, namun mereka sempat menoleh ke arah mobil yang mengikutinya, mereka berdua pun Saling pandang.
" Ternyata mereka masih berada di sana." Ucap Clara.
" Betul sekali mereka menunggu kita sampai selesai makan, aku jadi penasaran siapa sih mereka sebenarnya, apakah mungkin mereka mengikuti kita sudah sejak lama? Tapi kita baru mengetahuinya hari ini?" Ucap Aira.
__ADS_1
" Aku sebenarnya curiga dengan satu orang." Lanjut Clara.
" Siapa?" Tanya Aira sembari menatap ke arah sahabatnya tersebut.
" Aku tidak bisa mengatakannya, sebelum aku membuktikan kalau mereka itu memang suruhan seseorang itu." Ucap Clara sembari meraih tangan Aira dan mengajaknya menuju ke arah mobil pribadi Aira.
Aira pun hanya terdiam dan mengikuti langkah Clara menuju ke arah mobilnya itu, beberapa saat kemudian mobil Clara pun meninggalkan Rumah makan itu, dia melajukan kendaraannya itu dengan kecepatan sedikit kencang, membuat orang suruhan Pak Ferry itu pun kesulitan untuk mengikuti laju kendaraan Aira, karena yang mengendalikan mobil itu adalah Clara, dia ingin menipu pandangan dari orang yang mengikuti mereka itu, rencana Clara berhasil, saat kedua orang yang berada di dalam mobil itu pun melewati mobilnya, tanpa sadar kalau mobil yang ditumpangi oleh Clara itu berhenti di sebuah toko penjual buah segar, setelah mobil itu pun melewatinya, Clara langsung berbelok arah untuk mengikuti mobil orang suruhan sang Papah, dalam keadaan jalanan masih terlihat hilir mudik roda dua dan roda empat. Akhirnya Clara mencegah mobil tersebut untuk melaju dengan cepat ke arah lain, dengan cepat mobil tersebut pun berhenti, Clara langsung turun dari mobil Aira, Dia mengetuk pintu mobil tersebut sembari bersuara dengan emosinya.
" Keluar sekarang!! Ngapain kalian ngikuti kami Hah!! Cepat keluar!! Jangan sampai kesabaranku hilang!!" Ucap Clara sembari mengetuk dengan keras kaca mobil itu, dua orang yang ada di mobil itu pun saling pandang kemudian mereka berdua pun menghela nafasnya dengan panjang, dan salah satu dari mereka pun berbicara.
" Bagaimana ini ? Kita sudah ketahuan, kita tidak bisa berlalu dari mobil Non Clara, karena situasi di jalan ini sangat ramai, tidak memudahkan kita untuk berbalik arah lagi."
Kaca mobil itu pun semakin keras diketuk, Clara pun semakin beri*ngas dengan memukul kap mobil tersebut, membuat kedua orang itu pun gelagapan dan terpaksa turun dari mobil mereka, saat mereka turun dan mendekati Clara, Clara pun terkejut dengan kedua orang itu.
" Mang Jojo? Mang Eno? Apa yang kalian lakukan, sehingga mengikuti aku dan temanku, siapa yang menyuruh kalian berdua melakukan semua ini.?" Ucap Clara yang awalnya emosi menjadi lunak setelah mengetahui siapa yang berada didalam mobil itu.
Seorang yang dipanggil mang Jojo dan mang Eno itu pun menundukkan kepalanya sembari memainkan jari jemarinya sambil bersuara menjawab pertanyaan dari Nona Mudanya tersebut.
" Maafkan kami Nona, kami disuruh oleh Pak Ferry untuk mengawasi Nona di luar."
" Apa? Papa menyuruh kalian untuk mengawasi aku? Tapi untuk apa mang?" Tanya Clara yang awalnya emosi tingkat tinggi berubah merasa heran dengan keterangan dari mang Jojo.
__ADS_1
Mang Jojo dan Mang Eno adalah orang kepercayaan dari Pak Ferry dan mereka berdua pun juga terlihat sangat akrab dengan Clara di waktu Clara masih berada di rumah kedua orang tuanya tersebut.