CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 19 🌹


Di kantor News Group.


Kenric yang sudah berjanji dengan Dino ingin mempertemukan Clara dengan sahabatnya, itupun melangkah masuk ke dalam kantornya menuju ke arah ruangannya, dia menunggu Dino di ruangannya namun saat dia hendak memasuki ruangannya dia menoleh ke arah meja Clara. Tapi sayangnya Clara tidak ada di meja itu, kemudian Dia mendekati Santi dan bertanya padanya.


" Kemana Clara? Apakah dia belum datang.?"


" Oh iya pak, Clara memang tidak datang karena dia dalam keadaan sakit tadi pagi keluarganya menghubungi pihak kantor."


" Sakit.?" Ucapnya sedikit terkejut.


Santi hanya menganggukkan kepalanya.


" Baiklah terima kasih."


Kemudian dia pun melangkah meninggalkan meja Santi dan menuju ke arah ruangannya, Santi hanya menatap kepergian Pak Bosnya itu sampai hilang di pintu ruangannya itu.


Kenric kemudian meletakkan tas kerjanya di atas meja sofanya itu, dia menghentakkan tubuhnya dan melonggarkan dasinya, dia menopang kedua tangannya dengan kedua pahanya, telapak tangannya menutupi sebagian hidung dan mulutnya sembari bergumam di dalam hatinya.


" Clara sakit? Apa benar Clara sakit? Padahal hari kemarin dia baik-baik aja, bahkan dia juga ceria saja, Apa setelah dia mengalami pingsan karena kecapean itu? bagaimana aku bisa mempertemukan Dino padanya, tapi tidak apa-apa aku akan menunggu Dino di ruangan ini dan mengatakan padanya." Ucapnya sembari berdiri dari duduknya, namun saat dia hendak melangkah menuju ke meja kerjanya, ketukan di pintu tersebut pun mengagetkan dirinya, dia menatap ke arah pintu Kemudian dia meletakkan tangannya di pinggangnya sembari mengusap wajahnya dan bersuara masuk, memerintahkan si pengetuk itu untuk masuk, pintu terbuka terlihat wajah Santi.


" Pak ada tamu ingin bertemu dengan Bapak."


" Baiklah, silahkan masuk, bawa aja tamunya ke sini."


" Baik Pak!...Silahkan Pak, Bapak Kenric sudah menunggu di dalam." ucap Santi pada Dino, Dino hanya menganggukkan kepalanya dan melangkah menuju ke arah dalam, Santi kemudian menutup pintu Pak Bosnya tersebut.


Santi adalah karyawan yang menggantikan sekretaris Pak Bosnya itu, bila tidak masuk ataupun ada pekerjaan di luar.


Seperti biasa mereka berdua bersalaman ala sahabat bila bertemu, Dino dipersilahkan duduk oleh Kenric.

__ADS_1


" Bagaimana Ken? Apakah Clara sudah masuk?"


Kenric menghela nafasnya dengan panjang.


" Maafkan aku Din, aku tidak bisa mempertemukan kamu dengan Clara."


" Kenapa? "


" Karena ada yang mengabari ke kantorku kalau Clara hari ini tidak masuk, disebabkan sakit, kata pihak kantor sih keluarganya yang menghubungi, mungkin yang menghubungi itu tempat tinggalnya Clara sekarang."


Dino pun mengusap wajahnya dengan pelan, Dia terdiam sesaat.


" Aku akan mencari tahu di mana dia tinggal, setelah itu aku akan memberitahu kepadamu." Ucap Kenric lagi.


Dino menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari bersuara.


" Sakit? Aku jadi khawatir kalau memang benar-benar dia adalah adikku, dia merasakan sakitnya sendirian sampai kapan aku bisa bertemu dengannya."


Dino menoleh ke arah Kenric, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian Kenric mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya, Dia kemudian menghubungi bagian HRD, setelah berbicara sesaat Kenric pun memutus sambungan bicaranya itu, dan kembali meletakkan ponselnya di dalam saku celananya.


" Tunggu sebentar, mereka akan membawakan data Clara, jadi kamu bisa melihat apakah itu Clara adikmu atau bukan, nama bisa sama tapi orang yang berbeda." ucapnya dianggukan oleh Dino.


Sembari menunggu pihak HRD datang ke ruangannya, mereka terdiam. Dino kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Aira, namun sayangnya nomor Aira tidak aktif.


" Astaga Dino sadar, ini kan waktunya kerja dianya, waktunya jam kerja ponselnya Aira biasanya dimatikan." Gumamnya.


Terlihat Dino mengusap wajahnya sembari menggoyang-goyangkan kakinya, terlihat tidak sabar menunggu kedatangan dari pihak HRD yang membawa data dari Clara, ketukan di pintu pun terdengar, Kenric pun menyuruh masuk si pengetuk, pintu terbuka seorang laki-laki melangkah mendekati mereka dan memberikan data diri Clara, saat dia melamar pekerjaan di kantornya.


" Ini Pak data diri ya Clara yang Bapak minta."


" Terima kasih, kamu bisa pergi sekarang "

__ADS_1


" Baik Pak, saya permisi." ucapnya dianggukan oleh Kenric karyawan itu pun melangkah meninggalkan mereka berdua dan menutup kembali pintu ruangan Kenric.


Kenric membuka data diri Clara, kemudian dia menyerahkannya pada Dino.


Dino tidak membaca data diri itu, namun dia langsung melihat foto Clara yang terpampang di berkas lamaran Clara tersebut.


" Ya Tuhan ini memang adikku Ken."


" Apa ? Itu artinya Clara sekretarisku itu memang benar-benar adik kamu?"


Dino menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Kenric.


" Akhirnya aku menemukan adikku, setelah kehilangan jejak beberapa hari yang lalu, setelah dia meninggalkan rumah kedua orang tua kami, terima kasih ya Ken, kamu sudah menampung adikku bekerja di sini, setidaknya adikku bisa menghargai bagaimana caranya mencari sepeser uang."


Kenric terdiam, Dia teringat akan Moni teman sahabat kecilnya itu.


" Jangan-jangan memang benar kalau Clara adalah Moni dan adiknya Dino, kenapa Dari dulu aku tidak tahu kalau Moni adalah adiknya Dino? Sedangkan aku bersahabat dengan Dino, tapi adiknya menjadi sahabat kecilku, dunia ini memang sempit" Ucapnya sembari tersenyum.


Dia kemudian menatap ke arah Dino, kembali bergumam di dalam hatinya.


" Tapi api aku tidak langsung percaya juga sih, aku akan menyelidikinya dulu, sebelum aku melabuhkan kepercayaanku kalau Clara itu adalah Moni."


" Oh ya Ken, bagaimana kalau kita menemuinya di alamat ini." Ucapnya namun dia tidak sadar kalau alamat yang tertulis di data dirinya Clara itu adalah rumah kekasihnya yaitu Aira, Dino tidak menyadari itu karena dia merasa senang sudah menemukan adiknya, walau beberapa hari dia tidak menemukan sama sekali adiknya itu, meskipun dia sudah mencari kemana-mana adiknya, sampai mengelilingi kota namun dia tidak menemukan keberadaan adiknya tersebut, dia pun juga tidak mengetahui kalau pihak papanya juga menjaga Clara yang sedang berada di luar.


Kenric menganggukkan kepalanya. menyetujui apa yang dikatakan oleh Dino.


" Bagaimana kalau sekarang juga kita menuju ke sana. Jadi kita tahu keadaan Clara, apa yang sebenarnya dideritanya, kalau memang terlihat parah kita bisa membawanya langsung ke rumah sakit, biar cepat ditangani dengan serius." Ucapkan dianggukan oleh Dino, Mereka pun kemudian berdiri bersama dan melangkah menuju ke arah luar sebelum mereka memasuki lift dan berpesan kepada Santi.


Setelah dia memberikan pesan pada Santi dia langsung melangkah menuju ke arah lift itu pun membawa mereka menuju ke arah lantai lobby, beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan kantor News Group menuju ke arah tempat tujuan di pertengahan jalan Dino terkejut, dia baru sadar setelah beberapa kali membaca alamat yang tertera di data diri Clara.


" Nukankah Ini alamatnya Aira?" Gumamnya dalam hati, sesekali dia menoleh ke arah Kenric yang fokus menyetir mobil tersebut menuju ke arah tujuan.

__ADS_1


__ADS_2