CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 36 🌹


Di kediaman Aira, seperti biasa mereka laksanakan aktivitas sarapan paginya, setelah selesai mereka pun langsung menuju ke arah kantornya tersebut. Aira kemudian dijemput oleh Dino, sedangkan Clara dijemput oleh Kenric, karena Kenric sudah mengatakan semuanya kepada Dino, kalau dia akan melamar Clara dengan secepatnya.


Dua mobil yang berbeda itu pun menuju ke arah kantor News group, Dino hanya mengantarkan sang kekasih karena Dino kembali ke kantornya, sedangkan Clara dan Kenric pun keluar dari mobil pribadinya Kenric, mereka melangkah menuju ke arah lobby, saat mereka hendak memasuki lift, seseorang memanggilnya.


" Clara!tunggu."


Clara, ken dan Aira menoleh ke arah suara, ternyata suara Mila.


Clara pun kemudian menatap ke arah Kenric dan Aira, mereka berdua merasa heran dengan kedatangan Mila dan Rere secara bersamaan.


Clara sudah menceritakan kepada Aira tentang Rere yang meminta maaf padanya, Aira pun merasa senang karena Clara berlapang dada untuk memaafkan kesalahan Rere selama ini.


" Bolehkah aku bicara denganmu Clara?" tanya Mila.


" Apa yang ingin kamu tanyakan dengan Clara?" Tanya Ken.


Mila tersenyum pada Kenric.


" Kamu jangan marah terlebih dahulu denganku Ken, Aku tahu kalau kamu memang sangat mencintai dengan Clara, aku tidak mempermasalahkan lagi hubungan kalian berdua, karena ada yang ingin aku bicarakan dengan Clara."


" Kenapa kamu tahu kalau aku sangat mencintai Clara?"


" Karena dari sikap dan bicaramu, aku tahu kalau kamu memang jatuh hati dengan Clara."


" Dyukurlah kalau kamu tahu yang sebenarnya, jadi mulai saat ini kamu tidak boleh mengganggu Clara."


" Aku tidak mengganggu Clara, Aku ingin bicara dengannya."


" Kalau kamu ingin bicara lebih baik kita bicaranya di ruanganku saja."


Dianggukan oleh mereka. Mereka pun langsung masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai atas di mana ruangannya berada, saat Aira ingin memencet tombol di mana ruangannya berada itu, Kenric melarangnya.


" Kamu tidak boleh ke ruangan kamu Aira, lebih baik kamu ikut juga ke ruangan ku, agar kamu mengetahui apa yang mereka bicarakan." Ucap Kenric.


" Benar Aira, Aku juga ingin bicara denganmu." ucap Rere.

__ADS_1


Aira hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, pintu liftpun terbuka, mereka langsung menuju ke arah ruangan Kenric, Santi yang terlebih dahulu datang itu pun terkejut melihat Mila bersama dengan Kenric, tapi Mila tidak mencak-mencak seperti pertama dia datang ke ruangan pak Bosnya itu, setelah mengetahui kalau Clara adalah sekretarisnya Kenric Mila marah besar saat itu.


" Heh, apa aku tidak salah lihat nih, ngapain Mak Lampir itu ke sini, apakah dia sudah insaf, sehingga wajahnya tersenyum denganku, biasanya hanya cemberut saja denganku." ucap Santi merasa ingin tahu dengan apa yang telah terjadi dengan Mila, mereka berlima masuk ke dalam ruangan Kenric.


" Silakan duduk..." ucapnya.


Mereka pun kemudian duduk, Aira duduk di samping Clara, sedangkan Kenric duduk di samping kanan Clara.


" Apa yang ingin kamu bicarakan, katakanlah sekarang Mila." Ucap Kenric.


Mila pun tersenyum.


" Sebelumnya aku minta maaf padamu Ken, karena selama ini aku salah menempatkan cintaku untukmu, jujur! Aku memang ingin mendapatkan kamu. Tapi sayangnya hati kamu bukan untukku, Clara jangan salah paham dulu, aku tahu kalau Kenric itu sangat mencintai kamu."


Clara hanya menganggukkan kepalanya, dia terlihat tidak seperti dulu dengan Mila dan Rere, Dia terlihat biasa saja menanggapi apa yang dikatakan Mila tersebut.


" Ternyata Clara sudah banyak berubah, Dia terlihat nampak dewasa, saat masalah yang pernah hadapinya itu telah membuat dia berubah drastis." Gumam Rere.


" Clara Maafkan aku, selama ini aku salah denganmu, disaat kamu membutuhkan bantuanku, aku pergi begitu saja dan tidak membantu kamu. Maafkan aku juga Aira, karena selama ini aku telah memberikan omongan yang tidak baik pada Clara, agar membenci kamu. Maafkan aku, aku memang salah." Icapnya sembari menundukkan kepalanya, tidak terasa air matanya mengalir di kedua pipinya itu, Aira dan Clara menghela nafasnya dengan panjang.


" Tidak apa-apa Mila, aku memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf padaku." ucap Aira.


" Awalnya aku memang sakit hati dengan kalian berdua, karena kalian membalas kebaikanku dengan kejahatan yang membuat aku sangat kecewa, tapi aku pikir lagi... Buat apa aku memendam rasa sakit hatiku itu selama-lamanya, karena akan membuat penyakit hati yang menumpuk, aku memaafkan kamu dan aku tidak akan mengingat lagi masalah yang pernah kita jalani bersama disaat kita berteman, kita bisa saja berteman tapi tidak seperti dulu lagi, bukan aku ingin menghindari kamu, tidak! Tapi aku sudah nyaman dengan keadaanku sekarang."


" Tapi kamu memaafkan akukan?"


Clara tersenyum sembari menganggukan kepalanya.


" Terima kasih Clara, kamu membukakan pintu maaf untukku, setelah ini aku akan pulang menemui kedua orang tuaku di luar negeri, sementara waktu mungkin aku akan menetap di sana. Dan mungkin juga selama-lamanya aku berada bersama dengan mereka, karena aku merindukan mereka."


Clara menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan Aira.


" Aku juga minta maaf padamu Aira, karena sedikit banyaknya aku juga memberikan kata-kata yang tidak baik untuk kamu dan mempengaruhi Clara untuk membencimu." Ucap Rere.


" Rere aku juga sudah memaafkan kamu, sama seperti Clara jauh sebelum kalian berdua meminta maaf padaku."


Rere tersenyum terlihat sekali di wajahnya merasa bahagia, karena dia sudah bisa meminta maaf pada Aira dan Clara.

__ADS_1


Sedangkan Kenric menatap ke arah Mila dia mencari kebohongan di mata Mila, namun sayangnya Kenric tidak menemukan kebohongan itu, yang ada hanya kejujuran yang diucapkan oleh Mila.


" Ternyata perempuan ini sudah berubah, syukurlah kalau memang dia menyadari kesalahannya selama ini pada Clara, Aira dan juga padaku."


Setelah mereka berbicara dengan serius, kemudian mereka berdua pun berpamitan pada Aira, Clara dan Kenric.


Mila dan Rere pun meninggalkan ruangan Kenric seiring tatapan mereka bertiga mengiringi kepergian Rere dan Mila sampai hilang di balik pintu ruangan tersebut.


Aira dan Clara pun menghela nafas panjangnya.


" Syukurlah mereka sudah menyadari kesalahannya." ucap Aira dianggukan oleh Clara.


" Baiklah, pak Ken... Saya mau kembali ke ruangan saya lagi."


Kenric mengangguk, saat Clara hendak berdiri Kenric menarik tangan Clara dengan pelan.


" Kamu tidak usah keluar, kamu di sini aja."


" Aku tidak enak dengan Santi, kalau aku berada di dalam sini terlalu lama."


" Tidak apa-apa, Santi paham kok... Karena sebentar lagi kita akan menikah." ucapnya tersenyum.


" Memangnya kita di dalam sini mau ngapain?" Tanya Aira, karena Kenric tidakenyadari kalau masih ada Aira.


" Astaga! Kamu belum keluar ruanganku ya Aira." ucap Kenric sembari mengusap wajahnya dengan pelan dan menyunggingkan senyumannya itu.


Aira hanya mengangguk dan tertawa pelan.


" Kalian mau ngapain di dalam sini? Tidak boleh berduaan di dalam ruangan tanpa ada yang lain."


" Kan ada kamu..." ucap Ken sembari tersenyum.


" Oh tidak.. tidak...Aku tidak mau jadi setan di antara kalian." ucap Aira sembari melangkah, saat Aira hendak melangkah meninggalkan mereka, Clara pun langsung menarik tangan Aira.


" Aku ikut, aku tidak mau dikurung oleh setan laki-laki ini " Ucap Clara tertawa pelan.


Kenric hanya tertawa lepas mendengar ucapan Clara yang kemudian melangkah meninggalkan dia dengan senyuman manisnya terhadap calon suaminya itu, Kenric menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang dia duduki saat ini, dia pun menatap langit-langit ruangannya itu, sembari berbicara.

__ADS_1


" Akhirnya aku sudah menemukan kebahagiaanku sendiri, kedua orang tuaku pun sudah menyetujui dan sebentar lagi akan bertemu dengan kedua orang tua Clara, akhirnya perjuanganku mencari Clara pun sudah sampai di ujung dan aku bisa menyatukan ujung kanan dan ujung kiri menjadi sebuah lingkaran, lingkaran kebahagiaan yang tidak akan pernah putus." ucapnya sembari tersenyum.


__ADS_2