
BAB 17🌹
Kenric yang sadar akan Dino yang terkejut mendengar ucapannya itu pun, langsung menatap lekat ke arah sahabatnya itu, mereka berdua diam sesaat Kenric terus menatap ke arah Dino sedangkan Dino menatap jauh ke arah luar.
" Ada apa denganmu? Kenapa kamu terkejut setelah mendengar Aku mengatakan ciri fisik dari wanita sahabat kecilku itu.?"
Dino tersadar dengan teguran dari Kenric, dia pun berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya, tapi sayang terkejutnya itu pun sudah dilihat oleh Kenric, Dino tertawa pelan sembari mengambil minuman yang ada di gelasnya dan meneguknya.
" Ada apa denganmu? Dari tadi aku bertanya kok kamu hanya memberikan tertawa kamu aja, memang lucu ya kisahku.?"
" Kisah kamu tidak lucu, cuma aku terkejut aja, masa iya sih kamu berpegangan pada tanda fisik, tanda fisik itu bisa sama, siapa tahu ada di wanita lain dan kebetulan tanda fisik itu sama di wanita yang kamu anggap sahabat kecil kamu itu Broo..."
Kenric pun terdiam, dia mencerna ucapan dari Dino, kemudian dia berbicara pelan sembari menganggukkan kepalanya.
" Benar juga ya, apa yang dikatakan kamu Din, siapa tahu aku salah orang, tapi hatiku menyakini kalau dia itu adalah teman kecilku."
" Nah itu dia maksud aku, hemmm...Tapi kalau kamu menyakini dia itu adalah sahabat kamu, nggak masalah sih..." Ucapnya, namun dia bergumam di dalam hatinya. " Tanda yang dikatakan oleh Kenric ini sama dengan tanda yang ada pada Clara, apa mungkin Clara yang dimaksud oleh Kenric?" Gumamnya.
Mereka berdua lagi-lagi terdiam sambil menikmati minuman yang sudah dipesan oleh Kenric itu.
" Oh ya Ken, aku mau tanya kamu kemarin tinggal di kota mana? Sehingga kamu kenal dengan wanita sahabat kecilmu itu.?" Begitu saja keluar pertanyaannya itu.
" Hemm...Aku saat itu bersama keluargaku di Kalimantan, saat aku kecil dan dibesarkan di sana, lalu kami pindah ke kota ini. Setelah Ayahku mendapat pekerjaan di sini dan saat itu juga aku tidak pernah lagi bertemu dengan Sahabat kecilku itu.
" Kalimantan...?"
" Iya kenapa.?"
" Kebetulan, kami juga tinggal di sana sebelum Papa menetap di kota ini."
" Waw! Benarkah kok kita tidak bertemu ya hehehe..."
" Iya, kita tidak bertemu, kita kan masih kecil waktu itu, aku juga tidak tahu sama kamu, sudah kita besar baru ketemu, di samping itu juga pekerjaan kita saling berkaitan, jadi kita bisa berteman dan memproklamirkan kita berdua sebagai sahabat." Ucap Dino di anggukan oleh Kenric, dia pun terdiam kembali, dan masih memikirkan kata-kata dari Dino tersebut tentang tanda fisik yang kebetulan sama.
" Kamu kenapa Ken.?"
" Aku tidak apa-apa, cuma aku sedikit kepikiran dengan kata-kata kamu tadi."
" Kata-kata aku yang mana?"
__ADS_1
" Tentang tanda lahir itu."
" Tapi kalau kamu meyakini dia itu adalah teman masa kecil kamu, kenapa kamu tidak menyelidikinya lagi."
" Iya benar juga ya Apa kata kamu, aku akan menyelidikinya."
" Nah gitu dong!" Ucap Dino, padahal Dino pun mulai merasa terganggu dengan ucapan dari Ken itu, Dia kemudian terpikir akan sang adik, padahal dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga adiknya itu setelah adiknya meninggalkan rumah kedua orang tuanya
Kenric terlihat menatap Dino yang sedang terdiam dan kemudian menyentuh pundak sahabatnya tersebut Dino terkejut.
" Kamu kenapa Din? Kok kamu terlihat memikirkan sesuatu? kamu nggak usah memikirkan tentang sahabat kecilku itu."
" Aku tidak memikirkan tentang sahabat kecil kamu itu."
" Terus apa yang kamu pikirkan?"
" Aku memikirkan adikku."
" Adik kamu?"
Dino menganggukkan kepalanya.
" Memang ada apa dengan adik kamu? apa yang terjadi ? Kenapa kamu tidak cerita padaku? Kamu kan mengatakan kalau aku adalah sahabat kamu, kenapa kamu tidak berbicara denganku tentang Adik kamu itu?"
Dia memang tidak menceritakan tentang kejadian yang terjadi di keluarganya, perihal Clara yang meninggalkan rumah itu, karena diperintahkan oleh sang Papah, dia tidak ada kesempatan untuk berbicara dengan Kenric.
" Dino, ceritalah padaku kalau kamu tidak cerita padaku, aku tidak tahu perihal Adik kamu itu, siapa tahu aku bisa membantu kamu."
" Kamu bilang tadi sahabat kecil kamu itu memiliki tanda fisik di dekat telinga kanannya."
Kenric menganggukkan kepalanya.
" Bisakah kamu mempertemukan aku dengan dia.?"
Gantian Kenric yang terkejut dan menetap ke arah Dino.
" Kamu jangan curiga dulu, kalau itu memang Sahabat kecil kamu, aku tidak akan mengambilnya, percaya deh padaku, karena tanda yang kamu katakan itu sama seperti yang dimiliki adikku."
" Adik kamu memiliki tanda seperti itu juga?"
__ADS_1
Dino menganggukkan kepalanya.
" Hemmm...Jadi membingungkan! Apa aku salah orang atau Adik kamu adalah sahabat kecilku.?"
" Bisa jadi, karena kamu tinggal di Kalimantan dan aku juga pernah tinggal di sana beserta keluargaku."
" Sapa nama adikmu.?"
" Clara Meysha..."
" Apa? Clara Meysha?"
" Kenapa? Apakah kamu mengenalnya.?"
" Aku bukan mengenalnya lagi, tapi dia karyawan baru di perusahaanku, dan menjabat sebagai sekretarisku, dialah yang aku ceritakan pada kamu itu yang memiliki tanda lahir itu dan kebetulan namanya juga sama."
" Astaga! Benarkah Ken?"
Kenric hanya menganggukkan kepalanya.
" Pertemukanlah aku dengannya, aku kehilangan jejak saat dia meninggalkan rumah, aku berjanji pada diriku sendiri untuk melindunginya, saat dia berada di luar rumah, tapi sayangnya sampai saat ini aku tidak tahu keberadaannya di mana saat dia meninggalkan rumah kedua orang tuaku."
" Aku jadi bingung di sini, ceritanya gimana sih? Tolong dong kamu ceritakan padaku biar aku memahami semuanya."
Kemudian Dino menceritakan perihal Clara yang harus meninggalkan rumah itu karena diperintah oleh sang Papah, disebabkan kesalahan Clara yang membuat Papanya Itu naik pitam, Kenric mendengarkan cerita dari Dino, tanpa tertinggal satu kata pun sampai akhirnya Dino selesai menceritakan semuanya, dari cerita yang didengar oleh Kenric ada nada kesedihan di suara Dino, karena terlihat Dino sangat menyayangi adiknya tersebut.
Dino mengusap wajahnya dengan pelan dan kedua tangannya berhenti di antara hidung dan mulutnya sambil bertopang di atas meja kedua tangannya tersebut sembari menghela nafasnya dengan panjang, Kenric mengusap pundak sahabatnya itu dengan pelan.
" Aku akan mempertemukan kamu dengan Clara sekretarisku itu, siapa tahu dia adalah adik kamu, jujur! Aku tidak tahu kalau Adik kamu meninggalkan rumah, karena kamu tidak bercerita padaku, coba sejak pertama Adik kamu keluar rumah, kamu bicara padaku agar aku tahu dan bisa membantu kamu dengan cepat."
" Maafkan aku, karena aku tidak kepikiran untuk berbicara dengan kamu, aku tidak ingin merepotkan kamu Ken, sebenarnya aku ingin sekali membantu adikku untuk tinggal di sebuah rumah yang akan aku kontrakan untuknya, tapi aku tidak ingin menyakiti perasaan Papah, aku yakin Papah ingin mengubah adikku dari segala kecerobohan dan berfoya-foyanya saat ini, semoga saja sekretaris kamu itu memang benar adikku."
" Besok pagi kamu bisa menemui aku dan aku akan mempertemukan kamu dengan Clara sekretarisku itu."
" Terima kasih ya."
" Sama-sama."
" Maafkan aku ya, merepotkan kamu, padahal kamu ingin bertemu denganku untuk menceritakan kebahagiaan kamu, tapi malah mendengarkan kesedihanku, serta masalah yang dihadapi adik perempuanku satu-satunya."
__ADS_1
" Tidak apa-apa, santai saja. Kita kan sahabat hehehe. Lebih baik kita nikmati dulu makanan ini, bisa mubazir kalau tidak dimakan hehehe..." Icap Kenric, dianggukan oleh Dino.
Mereka pun menikmati cemilan yang sudah mereka pesan di cafe tersebut.