CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 32 🌹


" Kenapa kamu diam Clara? Katakan padaku, apakah kamu mau menerima aku dan kita bisa mengulang kembali masa kecil kita berdua."


Clara terdengar menghela napasnya dengan panjang dia kemudian melangkah beberapa langkah ke depan sembari tetap masih mensedekapkan tangannya di dada dan menikmati semilirnya angin pantai,Kenric kemudian mendekatinya dan berdiri di samping Clara sembari kedua tangannya berada di saku celananya tersebut.


Mereka berdua sama-sama menatap lepas ke arah Pantai.


" Katakan padaku Ckara, kenapa kamu tidak menjawab perkataanku itu? Apakah aku terlalu cepat mengatakan ini padamu? Jujur! memang aku terlalu cepat, tapi aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Moni, bertahun-tahun Aku mencari kamu, segala macam usaha aku lakukan, namun tidak ketemu, tapi sekarang aku sudah menemukan kamu, aku tidak ingin kamu pergi lagi dariku tanpa pesan." Ucap Kenric sembari matanya tetap menatap ke arah laut lepas tersebut, dan hanya terdengar desiran ombak pesisir pantai, Clara lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang.


" Apakah kamu masih teringat akan kata-kata Toni tadi ?" Tanya Kenric.


Clara menganggukan kepalanya dan Kenric kemudian meraih kembali pundak Clara dan merebahkan kepala Clara di pundaknya.


" Kamu tidak usah memikirkan apa yang dikatakan oleh Toni, aku tahu semua tentang dirimu, tidak mungkin kamu memiliki pergaulan yang sangat bebas sekali, kalaupun memang ada aku menerima kamu apa adanya, kamu tidak perlu merasa dirimu seperti apa yang dikatakan oleh Toni, karena aku tetap menginginkan kamu sebagai pendamping hidupku, sudah cukup Clara aku bertahun-tahun mencarimu dan aku mohon padamu jangan lagi kamu meninggalkanku tanpa pesan."


Clara pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Maafkan Aku, karena kata-kata Toni itu sangat menusuk sekali di hati ini, aku tidak pernah bertemu dengan dia di club malam, aku memang sering ke club malam bersama Rere dan Mila, tapi aku tidak pernah melakukan apapun yang seperti dilakukan oleh mereka berdua, tentang hal-hal negatif yang sangat merugikan diriku sendiri, karena aku ingin bersuka ria saja saat berada di sana."


" Aku mengerti Clara, aku percaya padamu."


Mereka berdua terdiam sesaat, hembusan angin pantai menenagkan hati mereka saat ini.


" Bagaimana? Apakah kamu mau menerimaku?"


Clara pun menganggukkan kepalanya, mendapatkan anggukan dari Clara Kenric pun merasa bahagia, Dia kemudian memeluk erat kekasih kecilnya itu, beberapa saat mereka berada di tepi pantai itu, kemudian mereka memutuskan kembali ke kantor, karena mereka sudah terlalu lama meninggalkan kantor, dengan hati yang bahagia Kenric pun menlajukan mobilnya menuju ke arah kantornya tersebut.


***


Di sebuah rumah sederhana, Rere kembali berbicara dengan ibunya.


" Ibu, saat ini Rere merasa resah."


" Apa yang membuat kamu resah? Apa karena seseuatu?"


" Iya Bu..."


" Cerita sama ibu, atau jangan-jangan kamu belum menemui teman kamu itu?"

__ADS_1


" Sudah Bu, tapi hanya Mila, sedangkan Clara, Rere tidak tahu di mana dia berada."


" Kamu harus menemuinya dan kamu harus meminta maaf padanya, cobalah kamu hubungi siapa tahu nomor ponselnya masih aktif."


" Rere masih belum berani menghubunginya Bu."


" Memangnya kenapa?"


" Karena saat dia mendapatkan musibah, Rere begitu saja menolaknya untuk memberikan pertolongan padanya disaat Clara memerlukan bantuannya itu, sekarang Rere tidak tahu di mana dia berada, setahu Rere dia pergi dari rumahnya."


" Kenapa dia sampai pergi dari rumahnya?"


" Rere juga tidak tahu yang Rere tahu hanyalah dia disuruh pergi dari rumahnya, itu pun Rere tahu dari Mila. Rere tidak tahu Mila tahu dari mana Kalau Clara disuruh pergi dari rumahnya."


" Cobalah kamu hubungi dia, Ibu yakin dia pasti akan memaafkan kamu dengan semua kesalahan yang telah kamu perbuat, kalau tidak diakui tidak akan pernah mendapatkan kata maaf, Apa salahnya kamu meminta maaf terlebih dahulu padanya, apalagi memang kamu memiliki salah dengannya.


Rere menganggukan kepalanya, kemudian dia pun mengambil ponselnya yang ada di atas meja dekat dia duduk, dia langsung menghubungi nomor Clara.


Clara memang tidak mengganti nomor lamanya itu, dia tetap mengaktifkan nomornya itu sampai sekarang, ponsel Clara berdering saat itu Clara berada di dalam mobil yang sedang menuju ke arah kantornya bersama dengan Kenric, Clara melihat di layar ponselnya tersebut, Rere memanggilnya karena Clara tidak menghapus nomor pribadi Rere, dia menghela nafasnya dengan panjang, sekilas Kenric menoleh ke arahnya.


" Kenapa kamu tidak menjawab panggilan itu ?"


" Panggilan itu dari Rere."


" Iya." Jawab singkat Clara.


" Kalau kamu masih merasa sakit hati dengannya, tidak usah kamu menjawab panggilannya, tapi kalau memang kamu sudah melupakan masalah yang telah lalu, kamu bisa menjawab panggilan itu."


Clara hanya menganggukkan kepalanya, namun tidak segera menjawab panggilan Rere


" Tidak dijawabnya Bu."


" Coba sekali lagi Re..."


Rere menganggukkan kepalanya, kemudian menghubungi kembali nomor Clara.


Clara langsung menjawab panggilan tersebut.


" Halo Assalamualaikum..." ucapnya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, Clara ya..."


" Iya, ada apa Re?"


" Clara, aku mau minta maaf padamu, karena selama ini aku salah denganmu, aku tidak menjadi sahabat yang baik untukmu, sekarang apapun yang kamu lakukan denganku untuk membalas rasa sakit hatimu itu, aku akan menerimanya, dan tentang uang yang pernah aku pinjam denganmu itu Aku akan mengembalikannya, Tapi aku minta waktu denganmu." Ucap Rere panjang lebar.


Clara menghela nafasnya dengan panjang.


" Rere, aku sudah memaafkanmu, kalau masalah soal uang kamu tidak usah lagi untuk mengingatnya, Aku ikhlas memberikannya kepadamu, bukan untuk memberikan hutang padamu."


" Terima kasih Clara."


" Ada apa denganmu Re?apa yang terjadi denganmu ? Apakah kamu masih bersama dengan Mila?" tanya Clara, Rere terdengar menghela nafasnya dengan panjang.


" Aku tidak bersama dengan Mila lagi, aku sekarang berada di rumah pribadiku, Maafkan aku juga karena rumah yang pernah aku beritahu padamu itu bukanlah rumahku, aku hanya mengaku sebagai anak orang kaya, sebenarnya aku bukanlah orang kaya dan rumah itu bukan milikku, tapi rumah itu hanya rumah sewaan saja." terangnya.


Lagi-lagi Clara menghela napasnya dengan panjang, sebenarnya dia terkejut dengan keterangan yang diberikan oleh Rere, namun dia tidak ambil pusing tentang masalah itu, sekarang dia merasa lega karena sudah memaafkan Rere.


" Sudahlah, kalau kamu sudah menyadari kesalahanmu, aku tidak mempermasalahkannya,kaya ataupun tidak tidak masalah bagiku, tapi aku harap kamu memang benar-benar tulus dan ikhlas, sadar akan keadaan kamu sekarang."


" Iya Ra... Oh ya, kamu di mana sekarang, bolehkah kita bertemu?"


Lagi-lagi Clara menghela nafasnya dengan panjang.


" Aku bersama dengan Aira, in sya Allah kapan-kapan kita bertemu." ucapnya.


" Baiklah Clara, sekali lagi terima kasih ya Clara, karena kamu sudah memberikan maafmu untukku."


" Iya Re, sama-sama..."


Mereka berdua pun memutus sambungan bicaranya, setelah masing-masing memberi salam dan membalas salam.


Mobil yang dikendarai mereka pun memasuki halaman kantor News group, Kenric memarkirkan mobil tersebut, Namun mereka tidak langsung keluar dari dalam mobil, dia menatap ke arah Clara yang hanya terdiam.


" Apakah kamu sudah lega setelah kamu memaafkan teman kamu itu?"


Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Aku memang tidak tahu kisah yang sebenarnya, kenapa kalian bisa berselisih paham seperti itu? Hem... Tapi aku senang, karena kamu sudah memaafkan kesalahan orang yang telah menyakiti kamu itu.

__ADS_1


Clara hanya tersenyum lagi dan menganggukkan kepalanya, dia juga tidak menyangka dengan keadaan dirinya sekarang ini, begitu saja dia memaafkan Rere, karena kesalahan Rere padanya yang pernah membuatnya merasa sakit hati.


"Ayo kita turun." Ajak Kenruc, Clara pun menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah lobby dan memasuki lift menuju ke lantai atas di mana ruangan mereka berada.


__ADS_2