CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 28 🌹


Dikediaman Mila tepatnya diruang tamu rumahnya, Mila mondar mandir sembari berpikir keras tentang kabar Rere yang baru saja dia ketahui itu.


" Aku ternyata tertipu! Aku sampai tidak mengetahui kalau rumah itu bukanlah rumah pribadi Rere, pantasan aja dia selalu kurang uang, kadang minjem uang ku ataupun uang Clara! Itu artinya aku dan Clara sama-sama ketipu oleh si Rere,ternyata hidupnya Rere tidak sama dengan kehidupan aku, dan kesannya terlalu dipaksakan hanya ingin terlihat kaya, aku tidak akan membiarkannya, aku harus mencari tahu dimana dia, Aku tak ingin dibohonginya terus-terusan!" Ucapnya sembari mengambil ponselnya yang ada di atas meja ruang tamunya itu, dia langsung menghubungi berkali-kali nomor pribadi Rere hampir beberapa kali dia menghubungi namun tidak aktif, dan saat terakhir dia menghubunginya nomor Rere tersambung terdengar suara Rere disebrang sana.


" Halo Mil..."


" Kamu sekarang di mana! Aku ingin bertemu!"


" Aku masih di tempat keluargaku ada acara."


" Udah deh sekarang tidak perlu lagi ada alasan Aku ingin bertemu denganmu sekarang!!"


" Baiklah.."


" Oke, bertemu di tempat biasa, aku tunggu sekarang juga!" ujarnya sembari memutuskan sambungan bicaranya dengan Rere yang ada di suatu tempat itu yang tak lain adalah rumah pribadi kedua orang tuanya, dia menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi kayu yang ada di teras rumahnya tersebut.


" Hemmm...Buat apa dia ingin bertemu denganku? Apakah dia sudah mengetahui tentang Aku? Terdengar dari nada bicaranya Dia terlihat sangat emosi sekali." Ucapnya pelan.

__ADS_1


" Ada apa Re ?" Tanya seorang wanita paruh baya sembari duduk di samping Rere, dia menoleh ke arah sang ibu.


" Oh, ibu....Tidak apa-apa Bu ini urusan Rere aja, ibu nggak usah khawatir."


" Kamu harus menyelesaikan semuanya Nak, kalau kamu memang ingin menyadari diri kamu yang selama ini bersalah pada temanmu, berbohong pada mereka, Ibu berkali-kali mengatakan kepadamu lebih baik mengakui kalau hidup kita itu memang sederhana, tidak perlu kamu mencari uang ke sana kemari dengan cara tidak baik, untuk hanya terlihat menjadi orang kaya." Ucap Bu Tina sembari menghela napasnya dengan panjang, Rere menganggukkan kepalanya.


" Maafkan Rere ya Bu, Rere sadar setelah kepergian Ayah dan Irna, mereka berdua membuka kesadaran Rere selama ini, kalau hidup itu sangat penting kesederhanaan itu sangatlah penting daripada kemewahan."


" Namun sekarang kamu sudah menyadarinya nak, sekarang kamu selesaikan semuanya dengan sebaik mungkin, apapun tanggapan dari para teman-teman kamu, kamu harus menerimanya. Karena ini adalah kesalahan kamu, ibu akan menyerahkan semuanya kepadamu, Ibu percaya kalau kamu memang sudah menyadari kesalahan kamu selama ini."


Rere menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun meraih tangan tua sang Ibu dan mencium punggung tangannya tersebut, dia berpamitan untuk bertemu dengan Mila dan akan menjelaskan semuanya kepada Mila.


Mila yang terlebih dahulu sampai di sebuah Cafe tempat mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu itu pun terlihat gelisah menunggu Rere, terlihat di wajahnya menahan amarah, emosi, dan kejengkelan yang dibuat oleh Rere padanya, karena baginya Rere sudah mempermalukannya, karena dia mendatangi rumah kosong tersebut, beberapa kali dia melihat ke arah ponsel nya untuk melihat jam digital yang ada di ponselnya itu.


Sebuah motor bebek memasuki halaman Cafe dan memarkirkannya di khusus parkiran roda dua, Rere turun dari motornya dan melangkah mendekati Mila, Rere langsung duduk di depan Mila sembari tersenyum dan menyapa Mila.


" Sudah lama Mil nunggu di sini?" Tanyanya dengan nada santai dan seperti biasa Rere bersikap di hadapan Mila, walaupun dia sebenarnya sudah mengira kalau Mila mengetahui tentang kebohongannya selama ini padanya.


"Akhirnya kamu datang juga! Mana mobilmu? Apakah kamu sudah tidak bisa membayarnya lagi sehingga kamu mengendarai kendaraan umum?! Sehingga tidak terlihat mobil kamu parkir di tempat cafe ini." Ucap Mila ketus.

__ADS_1


Rere terdiam, namun dia tetap mengukir senyum di wajahnya, karena dia sudah berjanji pada ibunya untuk mengakui kesalahannya yang sudah berbohong pada para sahabatnya itu.


" Aku tuh sebenarnya..." Sebelum Rere menjelaskan semuanya ucapannya disanggah Mila.


" Nggak usah kamu jelaskan!!" Ucap Mila.


Rere lagi-lagi hanya mengukir senyum di wajahnya, karena dia sudah menerima konsekuensi dari Mila, apapun yang akan dikatakan Mila dia akan menerimanya, baik itu hinaan ataupun cemohan untuknya, karena ini adalah murni kesalahannya, hanya sekedar ingin terlihat kaya dia telah menghabiskan uang orang tuanya dan teguran dari yang maha kuasa menyadarkan dirinya, kalau perbuatannya selama ini adalah salah pada keluarganya, yang maha kuasa mengambil Ayah dan Adik tersayangnya itu untuk pergi selama-lamanya, dan mengharuskan dia untuk menggantikan posisi Ayahnya menjaga ibu dan melanjutkan usaha Ayahnya berjualan barang pecah belah tersebut.


" Kenapa kamu mesti bohong padaku Re! Kamu begitu tega membohongi aku, padahal kita berdua berteman sejak lama, memang aku tidak mengenali keluarga kamu tapi kenapa kamu mengatakan rumah itu adalah rumah kamu, padahal rumah itu hanya rumah sewaan saja! Seharusnya kamu malu!! Kamu salah ingin berbohong padaku, aku dan kamu tidak setara!! Jika sejak dulu aku tahu keadaan kamu seperti itu, Aku tidak akan pernah mengenal kamu, kamu bilang padaku kalau kamu anak pengusaha, pengusaha apa hah?? pengusaha berbohong!! Apa pekerjaan kamu suka berbohong aja hah!!"


" Maafkan aku Mila, aku memang berbohong, tapi aku memang anak pengusaha, pengusaha jual barang pecah-pecah belah di pasar induk."


" Apa??!! Kamu anak pengusaha jualan barang pecah belah di pasar induk? Aku tidak percaya dengan ucapan kamu ini, tapi kamu memang lihai dalam segala hal berbohong kan? Tapi itu semua terserah kamu, kamu mau jualan apa kek, aku tidak mempermasalahkannya, yang aku permasalahkan berapa banyak uang yang kamu pinjam dariku dan aku ingin mengambilnya darimu, mulai sekarang jauhi aku!! Aku tidak ingin punya teman seperti kamu yang tidak selevel denganku!!"


Rere tersenyum mendengar ucapan Mila.


" Baiklah, aku akan mengembalikan beberapa uang kamu, tapi belum saatnya ini, beri aku beberapa waktu lagi agar aku bisa mengembalikannya, Aku harus meneruskan usaha Ayahku setelah Ayahku dan Adikku meninggal dunia."


Mila terkejut dengan ucapan Rere.

__ADS_1


" Ayah dan Adikmu meninggal dunia? Tapi sayangnya itu bukan urusankuz Aku tidak mau tahu apa alasan kamu, karena aku tidak percaya semua ucapan kamu itu, yang aku inginkan kamu harus mengembalikan uang aku, tidak boleh kurang dari yang kamu pinjam, kalau lebih tidak masalah." ucapnya sembari berdiri dan duduknya dan meninggalkan Rere serta menyelipkan uang kertas di bawah minumnya tersebut untuk membayar pesanannya itu, Rere hanya menghela nafasnya dengan panjang dia menatap langkah demi langkah kepergian Mila dari hadapannya itu, dia tidak memanggil Mila untuk bertahan, bahkan dia juga tidak mencegah Mila saat meninggalkannya, dia mengerti karena sikap Mila seperti itu, karena dia yang sudah mengecewakannya itu, lagi-lagi dia menarik nafasnya dengan panjang dan berdiri dari duduknya melangkah meninggalkan Cafe tersebut, menuju ke arah motor bebeknya itu, beberapa saat kemudian dia pun menlajukan kembali motor itu menuju ke arah rumah untuk pulang dan menenangkan dirinya serta menyadari kesalahannya pada keluarganya, terutama ibu dan Almarhum Ayah dan Adiknya itu.


__ADS_2