
BAB 24 🌹
" Nagaimana sekarang kabar orang tua kamu.?"
" Kabar kedua orang tua saya baik-baik saja, sekarang mereka berdua menikmati masa tua mereka, saya meneruskan kepemimpinan dari Papa saya."
" Pak Himawan sangat beruntung sekali memiliki anak seperti kamu."
Kenric menganggukan kepalanya sembari tersenyum walaupun di hatinya bertanya-tanya ada keperluan apa Pak Ferry dan istrinya itu ke kantornya.
" Oh ya, kami lupa memperkenalkan diri kami pada kamu, saya Ferry Antolin dan ini istri saya Mega Winata.
Mendengar nama tamunya itu dia pun terkejut, Dia teringat akan cerita dari Aira karena nama tamunya itu mirip sekali dengan nama orang tua Clara dan Dino.
" Saya Kenric Pak anak tunggalnya pak Himawan." Ucapnya sembari tersenyum, kemudian pintu ruangan itu terbuka, Santi kembali masuk ke dalam ruangan itu membawa minuman untuk tamu pak bosnya itu.
" Maaf Bapak, silakan diminum..." Icap Santi dianggukan oleh mereka, setelah Kenric dan Pak Ferry serta Bu Mega mengucapkan terima kasih pada Santi, Santi pun langsung keluar dari ruangan Bosnya tersebut.
" Silakan diminum Pak..." Ucap Kenric sembari menawarkan air minum pada Pak Ferry dan istrinya itu, pasangan suami istri pun menganggukkan kepalanya dan meneguk minuman yang ada di hadapannya tersebut.
" Maaf pak ada apa Bapak ingin bertemu dengan saya? Maafkan saya, tadi pagi saya tidak ada di kantor, karena ada urusan di luar dan maafkan saya juga karena membuat Bapak kembali bertemu sama saya untuk yang kedua kalinya ini."
" Tidak apa-apa, karena saya yang perlu dengan kamu, jadi saya harus menemukan kamu secara langsung, ada yang ingin saya tanyakan dengan kamu."
" Maaf soal apa ya Pak? kalau memang bisa saya jawab, saya akan menjawabnya dan memberikan penjelasan kepada Bapak, tapi kalau saya tidak bisa menjawabnya terpaksa saya hanya menggelengkan kepala hehehe..." Ucapnya sembari terkekeh membuat ibu Mega dan pak Ferry terkekeh juga.
" Kamu bisa aja bercandanya." Sambung Bu Mega.
Setelah Pak Ferry menhela nafasnya dengan panjang Pak Ferry pun melanjutkan bicaranya.
__ADS_1
" Saya ingin menanyakan tentang salah satu dari bawahan kamu."
Kendrick pun sudah dapat menduganya yang akan ditanyakan oleh Pak Ferry pastilah tentang Clara, karena Kenric yakin kalau yang di hadapannya ini adalah kedua orang tuanya Clara.
" Bawahan saya? ada apa pak tentang bawahan saya Pak? Siapakah orangnya, saya dengan senang hati akan menjelaskan dan memberitahu siapa sebenarnya bawahan saya itu, kalau memang Bapak sangat memerlukan keterangan dan data dirinya saya siapemberi tahu.
" Saya mau bertanya tentang Clara, apakah ada di sini bawahan kamu yang bernama Clara, Clara Meisya."
Dugaan Kenric pun ternyata benar, kalau yang akan ditanyakan itu adalah Clara Kenric kemudian tersenyum.
" Clara Meisya... Iya di sini ada bawahan saya yang bernama Clara Meisya, dia adalah sekretaris saya, tapi sekarang dia tidak masuk saat ini. Tapi maaf pak kalau boleh tahu ada hubungan apa Bapak dengan Clara sekretaris Saya itu.?"
" Hubungan saya dan dia...." Pak Ferry menggantung kalimatnya, lagi-lagi dia menghela nafasnya dengan panjang, dia menoleh sesaat ke arah sang istri yang duduk di sampingnya, Bu Mega pun menyentuh tangan suaminya itu dan menganggukkan kepalanya, terlihat Bu Mega menguatkan Pak Fery karena Bu Mega sudah menceritakan semua keinginan dia, agar Pak Ferry segera bertemu dengan Clara sang anak, Bu Mega menginginkan pada Pak Ferry agar dipertemukan dengan Clara, Bu Mega ingin Pak Ferry mengabulkan keinginannya itu dan mewujudkan apa yang diharapkan oleh sang istri, Pak Ferry pun menarik kembali rasa egoisnya dan amarahnya pada anaknya tersebut, walaupun sebenarnya dia memang sangat menyayangi anak bungsunya itu.
" Hemmm...Hubungan kami berdua dengan Clara sangat dekat sekali, Clara adalah anak kandung saya." Ucap pak Ferry terlihat Kenric tersenyum dia tidak merasa terkejut karena dugaannya itu adalah benar, orang tua Clara ada di hadapannya sekarang ini.
Saat mereka berbicara di dalam terdengar sedikit keributan di luar ruangan Kenric.
" Tapi maaf Ibu, Pak Kenric masih ada tamu."
" Aku tidak peduli!! Jangan halangi aku masuk kedalam!!"
" Ibu kan sudah bicara tadi dengan Pak Kendric, kenapa saat ini Ibu mau bertemu lagi dengan Pak Kenric."
" Bukan urusan kamu! cepat buka pintunya jangan halangi saya untuk masuk!!"
" Maaf Ibu! Saya tetap menghalangi Ibu karena saya sudah diberi amanah untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk selagi Pak Kenric kedatangan tamu."
" Kamu bisa dengar nggak sih!! Aku mau masuk!!" Ucap Mila, karena dia sempat melihat kedua orang tua Clara menuju ke arah ruangan Kenric, sifat ingin tahunya pun sangat tinggi.
__ADS_1
Keributan itu pun terdengar sampai masuk ke dalam ruangan Kenric, terlihat Kenric merasa jengkel dengan pertengkaran yang terjadi di luar, karena dia mendengar dan mengenal suara yang marah-marah itu.
" Ngapain Mila datang lagi ke sini." Gumamnya sembari menatap ke arah pintu ruangannya itu.
" Maaf pak, sebentar ya Pak saya keluar dulu."
Dianggukan oleh Pak Ferry dan Bu Mega sembari menatap ke arah pintu ruangan yang di depannya terdengar pertengkaran dua orang wanita.
Kenric kemudian membuka pintu ruangan tersebut, dia melihat Santi yang menghalang-halangi Mila untuk masuk ke ruangannya.
" Apa yang terjadi?" Tanyanya.
" Maaf pak, Ibu Mila keukeh ingin masuk ke dalam, saya sudah memperingatkannya, karena bapak sedang kedatangan tamu."
" Apa-apaan kamu ini Mila! Tidak puaskah kamu membanting pintu ruanganku hah!! Tadi pembicaraan kita sudah selesai, kamu jangan membuat aku malu di hadapan tamuku!" Geram Kenric.
" Aku mau tahu buat apa kedua orang tua Clara datang ke sini!!"
" Kamu kenal dengan Clara?!"
" Siapa yang tidak kenal dengan Clara! Aku berteman dengan Clara, jangan-jangan sekretaris kamu itu adalah Clara dan jangan-jangan orang yang kamu sayangi dan kamu cintai itu lebih dari teman adalah Clara!! Bilang aja padaku Ken! Kamu jangan membohongi aku!!"
" Santi ! Cepat panggilkan Security, Aku tidak ingin melihat Mila berada di ruanganku ini, ataupun di kantorku ini!! Bilang pada Security, bila ada wanita ini ingin masuk ke kantorku ini, langsung usir saja dia! kalau dia masih melawan kamu bisa bertindak, panggilkan pihak yang berwajib!" Ucap Kenric sembari menutup pintu ruangannya, Santi pun kemudian menghubungi Security yang ada di kantornya itu,
" Heh sekretaris palsu!tidak usah kamu panggil Security, aku bisa pergi sendiri!! Heh Ken!! Ingat pembalasanku, Aku tidak akan terima, aku tidak akan pernah membiarkan kalian berdua bahagia! Karena kamu sudah menyakiti hatiku! Ingatlah itu pembalasanku akan kamu rasakan! Tunggu saja Ken!!" Ucapnya berteriak membuat Pak Ferry dan Bu Mega menatap ke arah Kenric yang baru saja duduk di sofa.
" Maafkan suara-suara tadi Pak, dia adalah teman saya yang terambisi dengan saya, tapi saya tidak menanggapi apa yang dia inginkan."
" Kamu tadi menyebut nama Mila? Apakah Mila temannya Clara?"
__ADS_1
" Bapak mengenalinya.?"
Pak Ferry dan Ibu Mega menganggukkan kepalanya, terdengar helaan nafas dari kedua orang tua tersebut, membuat Kenric semakin ingin tahu antara Mila dan Clara ada hubungan apa, Apakah hanya sebatas teman atau hanya mengatasnamakan kata teman belaka.