
BAB 9🌹
Mobil Kenric terparkir dengan rapi, mereka berdua melangkah menuju ke arah pintu utama restoran itu, mereka disambut dengan ramah dan dipersilakan untuk masuk ke dalam, kemudian mereka pun diantar di meja yang sudah memang dipesan oleh Ken.
Beberapa saat kemudian klien yang ditunggu pun datang.
" Maafkan kami pak Ken, karena kami terlambat, biasa kejebak macet." Ucap klien tersebut sembari tersenyum dan dianggukan Kenric sembari tersenyum.
Mereka pun kemudian dipersilahkan duduk dan membahas tentang kerjasama yang akan dilakukan oleh mereka berdua, kerjasama antara dua perusahaan yang ada di tanah air dan di luar negeri.
Setelah pembicaraan selesai, Mereka pun memesan makanan untuk makan siang, walaupun sebenarnya waktu makan siang sudah lewat, mereka tetap menikmati makanan tersebut tanpa ada suara hanya sedikit pembicaraan yang dilontarkan oleh kliennyanya itu.
Setelah kesepakatan ditentukan, kerjasama itu pun disetujui oleh Kendrick sang pemilik perusahaan yang mendapat kepercayaan untuk menanamkan modal pada proyek yang akan dikerjakan oleh perusahaan dari luar negeri itu, kedua kliennya pun berpamitan pada Ken dan Clara.
" Maaf Pak Ken, bolehkah saya ke belakang sebentar ? Apakah Bapak tidak keberatan menunggu saya?"
" Silakan! " Ucap Kenric sembari menatap layar ponselnya tanpa sedikitpun menatap ke arah Clara, Clara menghela nafas dengan panjang, kemudian dia melangkah meninggalkan Bosnya itu menuju ke arah belakang, saat Ken asik melihat ponselnya untuk membalas chat pribadi dari sang mama, dia dikejutkan dengan suara seseorang.
" Hai Ken, tumben kamu di sini, kenapa nggak menghubungi aku?"
Kenric pun menoleh ke arah suara.
" Mila ..."
" Oh ya Ken, ini kenalkan temanku namanya Rere, Rere kenalkan ini Ken yang aku ceritakan padamu."
" Oh iya tampan sekali ya, pantas Mila tergila-gila padanya." Gumam Rere, dia pun mengulurkan tangannya ke arah Ken.
Ken menyambut uluran tangan Rere, Rere terkesima menatap Ken, dia terus memegang tangan Ken, sedangkan Mila mulai resah, Ken pun melepaskan tangannya dari tangan Rere, mereka berdua pun duduk di kursi kosong di hadapan Ken.
" Kamu makan siang sendirian? Tapi kok banyak sekali makanan di sini? Sepertinya kamu tidak sendirian ya? Bertemu sama siapa aja?" Tanya Mila.
" Aku bertemu sama klien."
__ADS_1
" Terus mana mereka?"
" Mereka sudah pulang."
" D samping kamu itu siapa yang duduk? masa klien kamu duduk disamping kamu?"
" Ini tempat sekretaris ku."
" Kamu punya sekretaris?"
" Ya iyalah, kenapa sih kamu terlalu banyak tanya sekali, kita kan hanya berteman bukan sepasang kekasih, Jadi wajar dong aku mau bawa siapa aja, apalagi ini sekretarisku yang selalu mendampingi aku."
" Sekretaris kamu cewek apa cowok?" ucap Mila, tapi wajahnya sudah mulai berubah menjnjukkan ketidak sukaannya kalau Kenric memiliki sekretaris.
" Sekretarisku cewek, memang ada apa sih, kalau kamu cuma ke sini menegur dan menemui aku cuma hanya ingin mengintrogasi aku, lebih baik kamu pergi aja gih, Aku tidak mau diganggu sama kamu, aku kan sudah bilang walaupun bagaimana kamu mengatakan cinta seperti apa denganku, Aku tidak akan pernah bisa mencintai kamu!"
" Kamu kenapa sih, seperti ini sangat berubah sekali."
" Aku tidak berubah!" Ucap Kenric sembari tetap menatap ponselnya, Dia kemudian menatap ke arah belakang, namun sayangnya Clara belum keluar juga.
" Kemana sih dia..." Ucap Kenric.
" Kamu menghubungi siapa ?"
" Apa perlu aku bilang padamu!" Ucapnya datar, karena dia memang sudah terlihat gerah dengan ulah Mila selama ini dengannya.
Mila berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah belakang diikuti oleh Rere, saat Clara ingin keluar dia melihat kedua mantan sahabatnya itu, dia pun kembali masuk ke arah dalam dia tidak ingin bertemu dengan mereka berdua.
Clara mendengarkan pembicaraan mereka berdua di dalam yang hanya berbatas dengan pintu saja, namun masih sangat jelas terdengar suara mereka berbicara berdua.
" Kamu bilang dia itu gebetan kamu, tapi kenapa dia terlalu sinisnya sekali sih sama kamu, padahal dia tampan banget." Ucap Rere.
" Aku harus mendapatkan dia, aku tidak ingin dia jatuh dengan wanita lain, apalagi sekarang katanya dia memiliki sekretaris baru."
__ADS_1
" Waduh,! Pak Ken bilang kalau sudah memiliki sekretaris baru? Celaka Aku, kalau sampai dia mengetahui kalau sekretaris barunya itu adalah aku." Gumam Clara.
" Untung saja kita sudah tidak berteman dengan Clara, kalau seandainya kita berteman masih dengan Clara, pasti lelaki itu jatuh hati pada Clara. Kenapa sih mesti Clara terus yang terlalu cantik di antara kita berdua." Ucap Rere.
" Memang dia cantik dan bahaya, tapi yang lebih bahaya lagi itu kamu!"
" Kenapa aku?"
" Kamu tidak sadar ya, kamu memegang tangan Ken tadi, kamu sudah tahu itu gebetan Aku, seharusnya kamu tidak terlalu lama memegang tangannya."
" Habisnya dia tampan banget Mil, aku juga kan pengen punya kekasih yang tampan seperti gebetan kamu itu, lagi pula itu kan baru gebetan, bukan kekasih kamu, jadi bisa dong kalau aku juga mengejar dia."
" Kamu ini sahabat macam apa sih, masa punya sahabat mau diembat juga."
Rere hanya tersenyum sembari bergumam di dalam hatinya.
" Kamu tidak tahu aja siapa aku, aku bisa menaklukkan siapa saja masa iya aku tidak bisa menaklukkan si Kenric lelaki tampan itu." Ucapnya sembari tersenyum di belakang Mila, dan hanya dia sendiri yang tahu arti senyumnya itu.
Clara tidak bisa keluar dari ruangan ituz karena mereka berdua masih ada di dalam, jika seandainya Clara keluar dia pasti akan melewati mereka berduaz otomatis mereka berdua akan melihat Clara.
Kecemasan Clara itu tidak berlanjut, karena mereka berdua keluar dari ruangan itu dengan cepat, Clara menghela nafasnya dengan panjang. Kemudian dia pun keluar dari ruangan itu sembari menengok kiri dan kana, terlihat Mila melangkah menuju ke arah luar karena dia sudah tidak melihat Ken duduk di meja itu, Clara pun bingung mencari Pak Bosnya itu, namun di saat dia mau melangkah lagi tangan Clara pun ditarik seseorang ternyata yang menarik tangannya itu adalah Kenric sang Bos.
Clara terkejut tanpa disadari dia pun langsung memeluk Ken, Clara sadar karena dia memeluk Pak Bosnya itu dengan segera dia langsung meminta maaf, sedangkan Ken hanya memejamkan matanya saat Clara memeluknya.
Kenric sengaja menyusul Clara kearah belakang,dikarenakan dia khawatir terjadi apa-apa pada Clara, namun dia pun bersyukur karena Clara tidak apa-apa.
" Maafkan saya Pak, saya tidak sengaja."
" Ya udah, Ayo sekarang kita pulang. Kenapa sih kamu lama amat di belakang."
" Eh... Eh... Saya tadi sakit perut pak."
" Lain kali kalau kamu tidak bisa memakan masakan Jepang kamu tidak usah makan, kamu pesan yang lain, jangan mengikuti aku." Ucapkan kemudian langsung melangkah meninggalkan Clara.
__ADS_1
Clara hanya menghela nafasnya dengan panjang kemudian mengikuti langkah Kenric, mereka berdua pun meninggalkan restoran Jepang siap saji itu menuju kembali ke arah kantor