CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

BAB 7🌹


Saat di meja makan Aira yang melihat wajah Clara yang terlihat sedikit pucat.


" Kamu tidak pakai make up Clara?"


" Udah.."


" Tapi wajah kamu kok kelihatan pucat? Apakah kamu kurang enak badan.?"


" Aku tidak sakit kok, aku cuma kebangun aja tengah malam, aku bermimpi buruk sekali."


" Kalau kamu merasa capek lebih baik kamu nggak usah kerja, nanti aku yang akan bilang pada Pak Ken."


" Nggak usah, hari ini pak Ken akan keluar bertemu dengan klien, aku harus menemaninya, lagi pula aku baru satu hari kok kerja, masa aku libur."


" Ya udahlah kalau mau kamu seperti itu."


Mereka pun kemudian menghabiskan sarapan paginya, beberapa saat kemudian mereka pun langsung melangkah menuju ke arah mobil pribadi Aira, kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah kediaman Aira menuju ke arah tempat kerjanya di kantor News Group.


Terlihat Clara terdiam dia lurus menatap ke depan sembari beberapa kali dia menghela nafasnya dengan panjang.


" Kamu ada apa, cerita padaku, kamu tidak sendirian aku bersama denganmu."


" Aku tidak ada apa-apa, tidak ada masalah sama sekali, mungkin karena aku rindu aja dengan kedua orang tuaku, walaupun kami dalam satu kota, tapi sejak kejadian itu Mama tidak menghubungi aku, mungkin karena mama dimarahi sama papa, agar tidak menghubungi aku sama sekali, begitu juga dengan Kak Dino serta Kak Syarif, tidak ada satu pun dari mereka menanyakan kabar ku."


" Kenapa kamu tidak menghubungi mereka saja, kamu bisa kan mengirim chat pribadi pada mereka semua, kamu bisa meminta maaf atas kesalahan kamu selama ini pada mereka. Apa salahnya kalau kamu terlebih dulu meminta maaf lebih mulia, walaupun sebenarnya memang kamu yang salah... maaf aku berbicara seperti ini."


" Tidak apa-apa kok, kamu benar... Tapi aku masih takut untuk meminta maaf melalui ponsel pribadiku, mungkin papah sudah memblokir nomorku karena Papa sangat marah banget denganku."


Aira hanya menghela nafas dengan panjang.


Mobil yang dikendarai oleh Aira dan Clara pun memasuki halaman kantor News Group, saat Clara ingin keluar langsung dicegah oleh Aira, Clara menoleh ke arah Aira.


" Kenapa Aira?"


" Kamu jangan keluar dulu, coba kamu lihat itu, itu kan Mas Dino."


" Oh ya, itu Kak Dino."


" Mungkin dia mencari aku. Ya udah kamu di sini aja dulu, kamu kan tidak mau dia tahu kalau kamu bekerja di sini dan kamu juga tidak mau ketahuan kalau aku adalah sahabat kamu."


Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Aira kemudian turun dari mobilnya, terlihat Dino menghampiri mobil Aira, sesuai dengan keinginan Clara Aira yang tidak ingin Dino mengetahui kalau di dalam mobilnya itu ada Clara sang adik, dia pun langsung membawa Dino menuju ke arah lain, agar bisa menjauhi mobilnya.

__ADS_1


" Kenapa ponselmu nggak aktif Sayang, aku menghubungi kamu."


" Oh, aku lupa menghidupkannya karena tadi malam aku charge." Ucapnya sembari tersenyum.


" Oh pantesan..."


" Memang ada apa kamu mencari Aku?"


" Aku bingung mencari adikku."


" Memang kenapa dengan adikmu?" Aira sengaja bertanya dengannya, karena dia tahu kalau Dino adalah kakaknya dari Clara.


" Aku berjanji dengan diriku sendiri untuk tidak membiarkan adikku sendirian di jalanan, Karena dia sudah disuruh meninggalkan rumah oleh papah."


Aira menghela nafasnya dengan panjang, dia pun bergumam di dalam hatinya.


" Maafkan aku sayang, Aku sengaja tidak mengatakan kalau sebenarnya Clara baik-baik saja, bahkan dia aman bersama denganku."


" Hemmm... Terakhir kamu lihat di mana?"


" Aku tidak sempat melihat saat dia meninggalkan rumah, karena saat itu aku ada janji dengan klien."


" Aku akan mencari tahu di mana adik kamu, kalau memang aku menemukannya dan mengetahui Di mana dia berada, aku akan mengatakannya kepadamu"


" Terima kasih ya sayang."


" Oh ya kamu berada di sini cuma hanya ingin menemui aku pagi-pagi begini?"


" Sebenarnya memang iya, aku ingin menemui kamu, tapi ada perihal yang lebih penting lagi, ada yang ingin ku bicarakan dengan Kenric."


Aira terdiam.


" Waduh! Gawat kalau seandainya dia mengetahui Clara adalah sekretarisnya Pak Ken." Gumamnya.


" Memangnya ada yang ingin dibicarakan dengan pak Bos Aku di kantor ini ?"


" Oh tidak sayang, aku bersama Kenric mau keluar beberapa jam mungkin, makanya aku tunggu di ruangannya aja."


Namun sebelum mereka memasuki lift seseorang memanggil Dino.


Mereka berdua pun kemudian menoleh ke arah suara, Aira memang pernah berbicara dengan Dino untuk tidak mengatakan kalau mereka berdua memiliki hubungan kalau Dino adalah kekasihnya Aira, Ada beberapa yang mengetahuinya termasuk Santi yang mengetahui hubungan mereka berdua, melihat Pak Bosnya itu melangkah mendekati mereka dan bertepatan dengan pintu lift terbuka, Aira pun langsung masuk ke dalam pintu lift tersebut, Sedangkan Dino melangkah mendekati Kenric sang sahabat.


" Kamu sudah lama menunggu di sini?"


" Aku baru sampai."

__ADS_1


" Ya udah sekarang kita keluar aja."


" Kalau begitu menggunakan mobil aku aja ya." Ucap Ken.


" Okelah kalau seperti itu..."


Mereka pun kemudian melangkah kembali keluar lobby dan memasuki mobil pribadinya Dino, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan halaman kantor News Group, Clara yang masih berada di dalam mobilnya Aira pun merasa lega.


Dia kemudian keluar dari mobil tersebut dan melangkah menuju ke arah lobby, dia memasuki lift untuk membawanya ke lantai atas di mana meja kerjanya berada.


Baru saja dia duduk di kursi kerjanya, ponselnya pun berdering, terlihat di layar ponsel itu Pak Bosnya memanggilnya, dia langsung menjawabnya.


" Selamat pagi pak Ken?"


" Kamu sekarang ada di mana?"


" Saya di kantor baru aja sampai."


" Jam makan siang nanti kita ada pertemuan dengan klien. Jangan lupa berkas-berkas yang ingin dibicarakan dengan klien harus dipersiapkan."


" Baik Pak!"


Kemudian tanpa basa-basi pun Kenric memutuskan sambungan bicaranya.


" Siapa yang kamu hubungi?" Tanya Dino.


" Sekretaris baru ku."


" Pasti cantik ya?"


" Kalau dibilang cantik sih iya, body juga oke, tapi..."


" Kenapa kok kamu menggantung kalimat kamu sih?"


" Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikannya dan lagi aku merasa tidak asing dengan dia, seakan-akan Aku sudah lama kenal dengan dia."


" Jangan-jangan teman lama kamu itu semasa kecil yang pernah kamu ceritakan padaku."


" Kamu ini ada-ada saja, mana mungkinlah itukan masa Taman kanak-kanak, mana mungkin dia ingat dan lagi ini sudah beberapa puluh tahun lamanya."


" Ya siapa tahu aja, kamu kan tidak kenal sama keluarganya, bahkan namanya pun kamu tidak mengenalnya."


"Hemmm... Yang aku ingat dulu...Ach!... Sudahlah hanya aku saja yang tahu, kamu nggak perlu tahu heheh..."


" Kamu ini ada-ada saja, aku ini kan sahabat kamu. Masa kamu tidak mau memberitahu siapa sebenarnya nama kesayangan sahabat kecil kamu itu."

__ADS_1


" Hahahaha...Kalau mengingat masa itu, aku merasa senang sekali, karena di kala itu kami bermain nikah bohongan, tapi lucu aja sih, setelah menikah dia pulang ke rumah orang tuanya, aku pulang ke rumah orang tuaku, hahaha..."


" Hahaha...Lucu juga ya, namanya juga waktu kecil..." Sahut Dino sembari melajukan mobilnya menuju ke arah tujuan.


__ADS_2