
BAB 18 🌹
Keesokan paginya tepat sarapan pagi, Aira yang keluar dari kamarnya itu menuju ke arah dapur ruang makannya, namun dia tidak melihat kehadiran dari Clara, dia melihat jam yang melingkar di tangannya sesaat lalu dia melangkah menuju ke arah kamar ke arah kamar Clara.
Aira mengetuk pintu kamar tersebut, namun tidak ada sahutan dari dalam kamar itu, dia pun mulai khawatir sembari bergumam di dalam hatinya.
" Ada apa dengan Clara ? Kenapa jam segini dia belum bangun?"
Lalu Dia memegang handle pintu kamar Clara dan membukanya, untung saja kamar itu tidak terkunci, kemudian dia membuka pintu tersebut dan terlihat Clara yang masih tidur di atas tempat tidur sembari memakai selimut, Aira tersenyum lagi-lagi dia bergumam di dalam hatinya.
" Rupanya dia masih tidur jam segini, Clara... Clara..." Panggilnya sambil melangkah mendekati Clara.
" Clara ..Jam berapa sih tidurnya tadi malam." Ucapnya sembari duduk dibibir ranjang Clara. Kemudian dia menyentuh tangan Clara yang tertutup selimut tebal tersebut.
" Clara...Ayo bangun, ini sudah waktunya kita sarapan pagi, dan siap-siap untuk berangkat bekerja seperti biasanya."
Namun tidak ada sahutan dari Clara, Aira menatap ke arah Clara dan tangannya pun menyentuh dahi Clara, dia terkejut karena badan Clara sangat panas sekali.
" Astaga Clara, kamu mengalami demam tinggi, Clara kenapa badan kamu panas sekali sih?" Ucapnya sembari merubah posisi tidur Clara, agar bisa terlentang yang awalnya Clara tidur ke arah samping kanan sekarang Clara sudah berpindah posisi tidur secara terlentang.
" Clara kamu kenapa.?"
Clara tidak menyahut, tapi terdengar suaranya yang terlihat menggigil karena Clara mengalami demam yang tinggi, Aira pun kemudian menghubungi seorang dokter kenalan dirinya yang memang pernah bertugas di kantor Kenric, namun sekarang Dokter tersebut memiliki klinik pribadi dan kapanpun dia bisa dipanggil oleh Aira jika memerlukan bantuannya.
Setelah berbicara dengan dokter tersebut Aira kemudian melangkah meninggalkan Clara di dalam kamarnya itu sementara waktu, karena dia mengambil air dingin untuk mengompres Clara.
Aira kembali ke kamar Clara dia pun meletakkan handuk kecil yang sudah di basahi air untuk memberikan pertolongan pertama pada Clara yang mengalami demam tinggi itu, sembari menunggu dokter kenalan Aira datang ke rumahnya.
__ADS_1
Saat menunggu dokter datang ke rumah, Aira langsung menghubungi pihak kantor, karena dia hari ini tidak masuk. Kemudian dia pun menggunakan ponsel pribadinya Clara untuk menghubungi pihak kantor mengatasnamakan keluarga Clara, untuk meminta izin Clara untuk tidak masuk, karena dalam keadaan sakit, pihak kantor pun mengizinkan kedua orang tersebut, Aira memang memutuskan untuk tidak masuk kantor karena dia ingin merawat sang sahabat yang sedang sakit itu, Aira tidak ingin meninggalkan Clara di rumah sendirian, dia harus menjaga Clara yang sedang sakit, Clara juga harus mendapatkan perhatian dari dirinya, karena hanya dia sekarang yang dimiliki oleh Clara saat jauh dari keluarganya itu, walaupun sebenarnya keluarga Clara dekat dengannya, tapi karena Clara tidak tinggal di tempat keluarganya, Aira harus berada tetap di samping Clara dan bertanggung jawab akan kesembuhan Clara sang sahabat itu.
Beberapa saat kemudian seorang dokter masuk ke dalam kamar tersebut, karena dokter itu diantarkan oleh asisten rumah tangganya Aira.
Aira memiliki seorang asisten rumah tangga, tapi asisten rumah tangga itu tidak tinggal di rumah pribadinya, melainkan dia bekerja saat pagi menjelang dan saat sore harinya tiba, dia harus pulang kembali ke rumahnya.
" Aira siapa yang sakit?" Tanya Dokter Melly.
" Sahabat aku, tolong ya Dok periksa dia, karena dia mengalami demam yang tinggi."
Seorang dokter yang bernama Melly itu pun langsung cekatan memeriksa keadaan Clara, mereka berada di dalam kamar Clara itu dengan diam, tidak ada suara sama sekali karena dokter Melly fokus memeriksa keadaan Clara.
Detelah selesai dia pun langsung berbicara pada Aira sambil menuliskan resep untuk diberikan kepada Aira untuk Clara.
" Keadaan dia tidak apa-apa, mungkin dia tidak tidur semalaman, dan dia juga mengalami tekanan di pikirannya. Aku akan menuliskan resep untuknya, kamu bisa membelinya di apotek, karena aku tadi ke sini tidak membawa obat sama sekali, aku takut terjadi apa-apa sama kamu makanya aku langsung menuju ke rumah kamu."
" Tidak apa-apa, kebetulan tadi aku sudah mau berangkat ke klinik, tapi kamu menghubungi aku, aku langsung menuju ke sini."
" Terima kasih banyak ya."
" Sama-sama, tapi sebenarnya siapa dia? sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya."
" Maksud kamu? Kamu pernah bertemu dengannya ?"
Dr Melly memgangguk.
" Dia adalah sahabatku dan kami kembali dipertemukan di sini dan kebetulan dia tinggal bersama denganku."
__ADS_1
Dokter Melly menganggukan kepalanya sembari menatap wajah cantiknya Clara, walaupun terlihat sedikit pucat yang masih menutup matanya itu.
" Aku tidak terlalu mengenalnya tapi aku pernah melihatnya, Baiklah! kalau begitu aku permisi dulu, kamu cepatlah beli obat ini setelah dia sadar nanti kamu berikan obat ini agar dia bisa pulih dengan cepat."
" Baiklah terima kasih." Aira pun kemudian mengiringi langkah dokter Melly menuju ke arah pintu utama rumahnya tersebut, namun kemudian dokter Melly pun menghentikan langkahnya dia menatap ke arah Aira.
" Oh ya, sejak kapan kamu berteman dengannya? Memang benarkah dia sahabat kamu.
" Iya, dia memang benar sahabatku, aku berteman dengan dia lama, cuma kami putus komunikasi karena dia kuliah di luar negeri dan aku ada di dalam negeri, saat ini kami dipertemukan kembali walaupun pertemuan itu sangat berkesan, Maaf aku tidak bisa untuk menceritakannya padamu."
" Tidak apa-apa, tapi aku pernah melihat dia"
" Di mana?"
" Kalau tidak salah dia berteman dengan tetanggaku Mila."
" Mila Aprilia?"
Dokter Melly menganggukkan kepalanya.
" Makanya aku bertanya denganmu, Apakah memang benar dia itu sahabat kamu, karena aku sering melihat dia itu sama Mila dan satu temannya lagi, aku kurang tahu siapa namanya, mereka sering berpesta di rumah Mila, hampir setiap malam di rumah itu selalu aja ada kegembiraan dan lampu warna-warni yang menyala."
" Ceritanya panjang Dok, intinya dia sekarang sudah tidak berteman lagi dengan mereka, di saat dia mengalami kesusahan mereka berdua meninggalkannya, syukurlah aku menemukan dia dan aku ajak tinggal di sini bersamaku."
" Baiklah kalau seperti itu, semoga saja dia bisa berubah dan syukur juga dia bisa lepas dari mereka berdua, karena mereka berdua itu terkenal selalu membawa banyak orang di rumahnya, aku juga tidak tahu siapa aja yang dibawa ke rumahnya hampir setiap malam."
Aira pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mereka melanjutkan langkahnya menuju ke arah pintu utama rumah tersebut, dokter Melly pun meninggalkan rumah Clara setelah berpamitan dengan Aira.
__ADS_1
Aira kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju ke arah apotek yang tidak jauh dari rumahnya tersebut dia pun membeli obat yang sudah diresepkan oleh dokter Melly untuk Clara.