
BAB 37 Selesai 🌹
Seminggu setelah bertemu kedua orang tua Kenric dan kedua orang tua Clara, mereka pun sudah menyepakati hari pernikahan Clara dan Kenric, Clara yang masih tinggal di tempat Aira pun dipinta oleh sang Papah untuk segera kembali ke rumahnya bersama dengan Aira, karena acara pernikahan antara Dino dan kendrik akan dilaksanakan secara bersamaan, Syarif yang merasa bahagia adiknya sudah kembali ke rumah itu pun merasa senang sekali, tak henti-hentinya dia memeluk adik perempuannya tersebut.
Kebahagiaan yang terukir di antara keluarga mereka pun tercipta begitu saja, setelah mereka mendapatkan cobaan dari yang maha kuasa, dengan perginya Clara dari rumah, atas perintah dari ayahnya tersebut.
***
Waktu yang ditunggu pun sudah ditetapkan, Clara dan Aira sudah bersiap-siap menuju ke sebuah gedung pernikahan di mana ijab kabul akan dilaksanakan tepat jam 08.00 pagi.
Mereka pun kemudian memasuki mobil keluarga Clara menuju ke arah gedung tersebut, untuk bersiap-siap.
Kenric yang sudah sedari tadi berada di gedung bersama dengan keluarganya itu pun merasa tidak sabar ingin melaksanakan ijab qobul dan menjadikan Clara Sah istrinya, Dia melihat mobil keluarga Clara pun parkir di depan gedung yang masih terlihat sepi, karena para tamu undangan belum pada datang.
Mereka kemudian keluar dari mobil tersebut, menuju ke arah sebuah kamar yang memang ada di gedung termewah itu, dia kemudian mempersiapkan dirinya dengan berdandan sangat cantik sekali.
Tepat jam 08.00 pagi ijab qabul akan segera dilaksanakan, kedua laki-laki itu pun sudah bersiap karena ijab qabul tidak dilaksanakan secara bersamaan, namun bergiliran.
Pertama ijab kabul Dino Dan Aira, dilanjutkan dengan Kenric dan Clara, dengan tarikan nafas 2 lelaki itu pun menyebutkan nama calon istrinya dengan tidak ada kesalahan dan semua pun mengucapkan kata Sah, mereka berdua pun sudah sah menjadi suami dari kedua wanita yang memang sangat mereka cintai.
Setelah menandatangani beberapa berkas pernikahan, akhirnya mereka pun melaksanakan acara resepsi para tamu undangan dan rekan bisnis mereka pun hadir dengan penuh sukacita.
Rekan bisnis dari Dino dan rekan bisnis dari Kenric, 2 perusahaan menjadi satu di dalam sebuah gedung pernikahan, tidak sedikit banyak mereka mengucapkan dan mendoakan kebahagiaan untuk kedua lelaki pengusaha hebat tersebut.
Clara tersenyum, Dia merasakan bahagia yang tiada taranya, di balik penderitaan yang dia dapatkan karena kesalahan setitik yang pernah dia berikan kepada kedua orang tuanya itu, membuat dia mendapatkan kebahagiaan yang tiada taranya, dia pun merasa belajar dari masalah yang telah dia hadapi itu, bagaimana dia harus menyikapi sebuah amanah yang memang harus selalu dipegang dan tidak diingkari, begitu juga arti cinta sejati yang tidak mengerti akan arti Cinta sebenarnya, menjadi sebuah cinta yang selalu di dambakan oleh setiap pasangan, cinta dosaat masa kecilnya sekarang menjadi pendamping hidupnya.
__ADS_1
Salah satu tamu melangkah mendekati mereka, naik ke atas panggung pernikahan tersebut. Kenric dan Clara pun Saling pandang, laki-laki itu pun tersenyum, dia langsung menjabat tangan Kenric.
" Selamat ya Bro, ternyata kamu lebih unggul mendapatkan wanita cinta sejati kamu." ucap Toni dianggukan oleh Kenric, Toni pun langsung merangkul Kenric,dan Toni menyalami Clara, namun tidak lama seperti pertama dia bersalaman dengan Clara di awal dia bertemu di kedai kopi tersebut.
Kendrik menatap ke arah Toni.
" Tenang Bro, aku tidak akan pernah memegang tangan istrimu lagi, karena ini sudah menjadi sah istrimu, aku memang bersalah kala itu, jujur aku memang sengaja mengatakan itu di hadapan kamu, agar kamu melepaskan dia dan memecat dia sebagai sekretaris kamu, dan dia akan menjadi sekretarisku. Tapi aku sadar, karena aku sudah tahu kalau dia adalah cinta di masa kecilmu, semangat! Aku juga ingin mencari cinta di masa kecilku, tapi sekarang aku tidak tahu apakah masa kecilku itu bisa ku ingat atau tidak!" Ucapnya sembari tertawa dan menepuk pundak Kenric dengan pelan.
" Kalau kita berusaha, kita pasti akan menemukan cinta sejati kita." Ucapnya sembari melirik ke arah Clara, Toni pun memberikan kado terindah untuk Kenric dan Clara.
Kenric pun menerimanya.
" Walaupun hadiah ini tidak seberapa, semoga kamu menerimanya dengan ikhlas." ucap Toni sembari tersenyum, dianggukan oleh Kenric, Toni memberikan sebuah tiket bulan madu ke Swiss untuk mereka berdua.
" Terima kasih, ini sudah berarti untuk kami." Ucap Kenric.
" Bukankah itu wanita yang pernah bersama dengan Clara di klub malam itu? Kenapa dia berpenampilan seperti itu, tidak seperti dulunya." Gumamnya.
Kemudian dia pun berbalik arah dan mendekati Rere.
" Hai... Bolehkah kita perkenalan?"
" Apakah Anda mengenali saya ?"
" Yes! Saya sangat mengenali kamu, kamu pernah berada di klub malam itu kan?"
__ADS_1
Rere menganggukan kepalanya.
" Bolehkah aku mengenali kamu lebih dekat lagi ?"
Rere terkejut, dia pun langsung melangkah meninggalkan Toni, Namun bukan namanya Toni kalau dia tidak langsung mendekati Rere kembali, Rere terus melangkah mendekati Clara, terlihat Dia memberikan kado hadiah terbaik untuk Clara dan Kenric di atas panggung, kemudian dia pun langsung turun dan menuju ke arah pintu utama gedung resepsi tersebut, karena dia tidak berlama-lama berada di acara itu, karena ada sesuatu yang lain, yang mesti harus dia kerjakan.
Melihat Rere keluar dari gedung itu, Toni pun mendekati Rere, dia langsung meraih tangan Rere, membuat Rere terkejut. Rere berusaha melepaskan tangan Toni.
" Izinkan Aku mengenalmu lebih dekat.." Pinta Toni, Rere tersenyum... Toni pun kemudian melepaskan tangan Rere, Rere refleks hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka pun menuju ke arah mobil Toni, beberapa saat kemudian mobil itu pun menuju ke arah rumah Rere, Toni dan Rere pun sama-sama saling mengenal satu sama lain dan mereka melupakan masalah yang telah mereka hadapi tentang masa lalu mereka berdua.
Clara menghela nafas lega karena sekarang dia sudah menemukan kebahagiaan di balik penderitaan dan permasalahannya, dia sudah mendapatkan kunci kebahagiaannya itu, tidak henti-hentinya Clara bersyukur dengan apa yang telah dia dapat selama ini.
Dia menoleh ke arah Aira dan Aira pun menoleh ke arahnya, dia sama-sama tersenyum dan bergumam masing-masing di dalam hati mereka.
" Aku tidak menyangka akhirnya kebahagiaan itu ada bersama denganku." gumam Clara.
" Ya Tuhan, terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan yang dapat aku rasakan saat ini, dan aku berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang dariku." ucap Aira sembari tersenyum.
Dino pun memegang tangan istrinya tersebu, Begitu juga dengan Kenric, dia tidak akan melepaskan pegangan tangannya untuk selama-lamanya, karena dia berjanji pada dirinya untuk menyayangi dan menjaga Clara sampai maut memisahkan.
Kedua orang tua mereka pun tidak bisa melukiskan rasa yang ada di dalam hati mereka, hanya senyum terukir di wajah tua mereka menggambarkan bahagia yang tidak bisa dilukiskan itu.
Selesai
Terimakasih sudah mampir dicerita saya ini, jangan lupa mampir di cerita saya yang lain, cerita ini terwujud karena dukungan kalian yang memotivasi saya untuk selalu berkarya,kritik dan saran dari kalian membangun saya untuk menjadi lebih baik lagi, terima kasih semua kawan-kawan yang sudah meluangkan waktunya untuk mampir di cerita saya ini, semoga kalian semua sehat selalu 😊😊
__ADS_1
Salam dari sischa cintara 🙏😊🌹