
BAB 31 🌹
Kenric menoleh ke arah Clara.
" Ada apa Clara? Kenapa kamu menatap aku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan ucapanku?"
" Oh tidak ada pak." ucapnya kemudian Clara pun mengambil berkas yang ada di hadapan Kenric saat Clara hendak menutup berkas itu, kertas yang diberikan Kenric tersebut pun terlihat sedikit di dalam berkas itu, karena Clara lupa menyimpannya ke dalam tasnya. Kenric pun kemudian menarik kertas tersebut.
" Apa ini Clara?" Tanyanya dengan pura-pura tidak tahu dengan kertas itu, Clara pun langsung tersenyum dan mengambil kertas itu dari tangan Pak Bosnya, namun Kenric menepiskan tangan Clara dengan pelan.
" Itu dari teman saya Pak."
" Teman kamu?"
" Iya,..." jawabnya dengan singkat.
" Maksud kamu teman kamu yang mana?"
" Itu dari teman saya Poni namanya pak, karena dia mengirimkannya pada saya agar saya bisa mengingat masa kecil saya."
Mendengar ucapan Clara, Kenric pun langsung terdiam, dia menatap lekat ke arah Clara sembari bergumam di dalam hatinya.
" Dugaan ku benar, kalau Clara adalah Moni ku."
Dia langsung meletakkan kertas itu, namun tidak dilepasnya dari tangannya, dia langsung menatap lekat ke arah Clara.
Clara pun merasa heran, dia membalas tatapan Kenric, mereka berdua pun saling tatap tanpa kedip, seakan akan berbicara melalui tatapan matanya, Clara merasa tatapan Kenric itu menembus langsung ke relung hatinya.
" Kenapa aku terasa nyaman dekat dengan dia, dan kenapa juga dia terkejut di saat aku mengatakan Kalau kertas itu dari Sahabat kecilku."
" Kapan dia memberikan ini padamu?" tanya Kenric.
__ADS_1
" Saat saya datang tadi kertas ini sudah ada di meja kerja saya, itulah yang membuat saya mencari tahu siapa orang itu yang sudah meletakkan kertas ini dimeja saya."
" Kamu sama sekali tidak mengetahui siapa orangnya itu?"
Lagi-lagi Clara menggelengkan kepalanya.
" Lamu ingin tahu siapa dia ?"
" Banget..." Ucapnya sembari menganggukkan kepalanya,dan menghela nafasnya dengan dalam.
" Apakah kamu ingat seseorang yang mengatakan Cintamu hanya untukku dan cintaku hanya untukmu dan Apakah kamu juga ingat di masa kecil saat anak perempuan dan laki-laki main nikah nikahan di bawah pohon rindang sembari menunggu jemputan orang tua si perempuan."
Clara tertegun langsung berdesir rasa sesuatu di hatinya yang tidak bisa dia mengerti, dia langsung menatap Kenric dengan tatapan tajamnya sembari berkata.
" Dari mana Bapak tahu semua itu?"
" Karena aku adalah teman kecilmu itu "
Mendengar ucapan itu Clara pun semakin terkejut.
Kenric langsung meraih kedua tangan Clara yang berada di atas meja tersebut, Dia kemudian menggenggamnya.
" Kamu tatap aku, kamu pasti akan menemukan jawabannya di bening bola mataku." Ucap Kenric, Clara yang awalnya menunduk,langsung mengangkat kembali wajahnya dan menatap mata Kenric, dia mencari kebohongan di mata itu, Tapi sayangnya kebohongan itu tidak mampir di mata tersebut, tapi dia mendapatkan kebenaran apa yang dikatakan oleh Kenric, lelaki yang ada dihadapannya itu tidak berbohong padanya.
" Kamu sudah mendapatkan kebenaran itu?" tanyanya.
Clara hanya menganggukan kepalanya secara refleks.
Kenric lalu meraih kepala Clara dan memeluknya, Clara pun hanya bisa terdiam antara percaya dan tidak tentang ini semua.
" Akulah yang memberikan kertas ini dan meletakkannya di atas mejamu, Aku ingin membuktikan apakah kamu itu Moni kecilku dulu, saat itu aku melihat tanda lahir kamu, saat kamu tidak sadarkan diri di ruanganku kala itu, kamu juga pernah berkata kan kalau kita berpisah aku pasti akan menemukan kamu dengan tanda lahir kamu itu."
__ADS_1
Clara yang dalam dekapan Kenric pun hanya bisa mengganggukan kepalanya, beberapa saat mereka terdiam kemudian mereka pun dikejutkan oleh suara ponselnya Clara yang berdering.
Kenric melepaskan pelukannya pada Clara, Clara langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya itu, dia melihat Aira memanggilnya, dia langsung menjawab panggilan dari Aira, beberapa saat dia berbicara dengan Aira kemudian Clara memutuskan panggilan tersebut, dia menaruh kembali ponselnya di dalam tasnya dan dia meminum cappucino pesanannya itu.
Begitu juga dengan Kenric, setelah mereka meminumnya dan Kenric memanggil pelayan kedai kopi itu, dia membayar minuman yang sudah mereka pesan, Kenric langsung meraih tangan Clara dan membawanya keluar dari kedai kopi itu, mereka masuk ke dalam mobil pribadinya, beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan kedai tersebut menuju ke suatu tempat, pantai yang indah menjadi pilihan mereka berdua untuk mengenang masa kecil mereka saat itu, karena mereka tidak mungkin untuk mendatangi tempat di mana mereka kecil dulu karena terlalu jauh di Kalimantan.
Clara dan Kenric turun dari mobilnya dan mereka bersandar di kap mobil tersebut, sembari mensedekapkan tangannya di dada menatap luas ke arah laut lepas dan angin menerpa wajah mereka, sesekali mereka saling bertatapan dan tersenyum, tidak ada suara sama sekali di antara mereka berdua, namun setelah itu Kenric pun mulai menceritakan semua kenangan dia di saat kecil bersama dengan Clara. kelucuan-kelucuan yang mereka lewati selalu bersama sampai akhirnya, Kenric menceritakan pada Clara kalau dia kehilangan jejak Clara dari saat itu, semenjak dia dewasa dia pun mencari Clara dan menepiskan semua wanita yang menginginkan dia sebagai kekasihnya. Clara hanya mendengarkan cerita Kenric sembari tersenyum dan sekali-kali tertawa kecil tercipta di antara mereka berdua.
" Aku tidak menyangka kalau kamu mencari aku bertahun-tahun lamanya."
" Aku juga tidak tahu kalau Dino adalah saudara kandungmu, karena selama kita bersama di kala itu kamu tidak pernah memperkenalkan nama-nama saudara kamu, bahkan aku pun tidak pernah melihat ibu dan ayah kamu kala itu."
" Tapi sekarang kamu sudah melihatnya kan?"
Kenric pun menganggukkan kepalanya, dia kemudian meraih pundak Clara dan menyandarkan kepala Clara di pundaknya, mereka sama-sama terdiam sesaat menikmati keindahan pantai tersebut.
Kenric pun mengungkapkan isi hatinya pada Clara, dia tidak ingin menunda-nunda lagi, karena dia sudah tahu kalau Clara tidak memiliki seorang kekasih, bahkan dirinya juga tidak memiliki pujaan hati selain gadis di masa kecilnya itu.
" Clara..." Panggil Kenric.
" Hmmm..." Jawab singkat Clara.
" Aku ingin masa kecil kita itu menjadi kenyataan."
Clara kemudian menoleh sesaat ke arah Kenric.
" Bagian yang mananya kamu ingin menjadikan kenyataan di masa kecil kita dulu?"
" Tentang nikah-nikahan, tapi aku ingin satu kata saja yaitu pernikahan." Ucapnya sembari terkekeh, Clara terkejut dengan ucapan Kenric, dia kemudian menatap lekat ke arah Kenric.
Kenric pun menyentuh hidung Clara, membuat Clara tersenyum.
__ADS_1
" Bagaimana? Apakah kamu menerimaku dan kita bisa selalu bersama."
Awalnya Clara terdiam, karena Dia teringat akan kata-kata Toni yang mengatakan dirinya tidak baik sebagai seorang wanita malam, dia memang sering ke club malam, tapi dia tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh dirinya, karena dirinya masih tidak pernah tersentuh siapapun.