CINTAMU HANYA UNTUKKU

CINTAMU HANYA UNTUKKU
CINTAMU HANYA UNTUKKU


__ADS_3

20 🌹


" Kenapa aku tidak menyadari dari tadi kalau ini adalah alamatnya Aira, apa jangan-jangan Aira dan Clara tinggal bersama selama Clara meninggalkan rumah, aku tidak berkunjung ke tempat Aira beberapa hari ini, kami hanya saling bertanya kabar melalui ponsel dan bertemu di kantornya saja." Gumamnya sembari menatap lurus ke depan Kenric pun menoleh ke arah Dino, kemudian dia bersuara karena merasa heran dengan sang sahabat.


" Ada apa Dino? Kenapa kamu terlihat memikirkan sesuatu.?"


" Aku baru sadar kalau alamat ini adalah tempat orang yang aku kenal." Jawabnya.


" Maksud kamu?"


" Maafkan aku dan aku tidak menceritakannya denganmu tentang orang yang aku kenal ini."


" Aku jadi tidak mengerti apa maksud kamu, memang siapa orang yang kamu kenal itu dan apa hubungannya denganku? Kenapa kamu minta maaf padaku? Bukankah kamu tidak salah, Kamu berhak mau mengenal siapa saja, kamu berhak mau bersama siapa saja, kenapa kamu bisa minta maaf padaku.?"


Dino menghela nafasnya dengan panjang.


" Jelas ada hubungannya denganmu."


" Maksud kamu hubungan apa? Jangan bikin aku penasaran dong Broo, satu kali kamu sudah membuat aku penasaran dengan cerita di kamu, dua kali sekarang kamu membuat aku penasaran tentang seseorang yang berhubungan denganku."


" Karena orang ini bekerja juga di kantor kamu, dia yang meminta aku agar tidak mengatakan tentang aku kenal dengannya, karena aku adalah sahabat kamu dia takut pada kamu karena dia adalah bawahan kamu."


" Bekerja di kantor aku? Siapa dan kenapa dia takut ? Bagi aku sih, ya sama ajalah, bawahan dan pimpinan, selagi bawahan itu tidak macam-macam sama pimpinannya, buat apa ditakutkan, begitu juga sebaliknya. Jangan-jangan kamu dan dia memiliki hubungan lebih dari teman lagi, benarkan?" Ucap Kenric sembari tersenyum menoleh sesaat ke arah Dino dan kembali fokus menyetir.


" Iya benar, Apa kata kamu. Hubungan kami lebih dari teman, aku dan dia sudah lama berpacaran, Aku sebenarnya ingin jujur dengan kamu, tapi dia merasa tidak enak karena dia menganggap dirinya berbeda tidak seperti kita, apalagi Aku adalah teman sekaligus sahabat dari bosnya, dia merasa segan padamu."


" Hahaha... Ada-ada saja, siapa sih yang melarang karyawan aku pacaran, bahkan aku juga senang kalau kamu memang merasa cocok dengan karyawanku, aku sangat mendukung itu, apapun keputusan kamu yang penting kamu tidak menyakiti dia, ngomong-ngomong siapa wanita yang sudah membuat kamu jatuh cinta itu."

__ADS_1


" Aira..."


Mendengar ucapan dari Dino, menyebut nama Aira tanpa sadar Kenric pun menginjak pedal rem, membuat Dino terkejut untung saja kendaraan tidak terlalu banyak.


" Kenric! Apa-apaan kamu Ken, hampir saja Aku nyungsep ke depan." Ucap Dino terkekeh.


" Maaf-maaf, aku terkejut kamu menyebut nama Aira."


Kemudian Kenric pun kembali melajukan kendaraannya.


" Memang kenapa dengan Aira, kok kamu sampai terkejut sih, mendengar aku menyebutkan nama Aira."


" Bukan apa-apa sih, kamu jangan cemburu, tapi kalau memang itu adalah alamat dari Aira, itu artinya Aira bohong padaku."


" Bohong kenapa?"


" Kenapa kamu tersenyum."


" Karena aku merasa kamu itu orangnya pintar, tapi masih bisa dikecoh oleh dua orang wanita hehehe..."


" Ya saat itu aku merasa kalau Clara adalah sahabat kecilku ya bisa disebutlah pengantin kecilku, dia mengatakan ingin bertemu dengan seseorang, makanya aku menunggu dia, karena Aira orang yang dapat aku percaya jadi aku merasa senang aja kalau Clara ikut Aira, tapi ternyata mereka satu rumah, wah tidak benar ini!" Ucapnya sembari tersenyum.


Sampai akhirnya mobil pun berhenti di depan sebuah rumah yang pintu rumahnya masih tertutup, Begitu juga dengan pagar rumahnya itu juga tertutup.


Mereka berdua memarkirkan Mobilnya di depan pagar rumah Aira, mereka berdua turun dari mobil berhubung pagar rumah itu tidak terkunci, Dino pun membuka pintu pagar tersebut, mereka berdua melangkah menuju ke arah pintu utama rumah Aira.


Dino mengetuk pintu rumah Aira beberapa kali, asisten rumah tangga yang kebetulan berada di tengah ruangan itu pun melangkah menuju ke arah pintu utama dan membukakan pintu tersebut, dia terkejut karena Dino datang bersama seseorang yang baru saja dilihatnya.

__ADS_1


" Tuan Dino."


" Selamat pagi Bi Inah, Nona Airanya ada.?"


" Nona Aira keluar Tuan, katanya sih ke apotek yang tidak jauh dari rumah untuk membeli obat yang sudah diresepkan oleh dokter Melly."


" Untuk siapa obatnya? Padahal Nona Aira kan tinggal sendiri?" Tanya Dino.


" Beberapa hari ini ada sahabatnya Nona Aira yang tinggal di sini, Dia sedang sakit di kamarnya."


" Bolehkah saya bertemu dengan sahabatnya itu?" Tanya Dino.


" Tapi Tuan..." Asisten rumah tangga Aira yang bernama Inah itupun menggantung kalimatnya, karena dia merasa takut dimarahi oleh Nonanya nantinya untuk memperbolehkan kedua laki-laki ini masuk ke ruangan kamar sahabat Nonanya tersebut.


" Bibi tidak usah takut, sahabat Nona Aira itu adalah adik kandung saya yang beberapa hari meninggalkan rumah, saya mencarinya ke sana kemari sampai akhirnya saya menemukan kalau adik saya itu tinggalnya di sini, Bibi kan tahu beberapa hari saya tidak bertemu dengan Nona Aira dan saya juga tidak mengunjungi rumahnya, oh ya ini adalah Bosnya Nona Aira, bibi bisa ikut menemani kami masuk ke dalam kamarnya Clara." Ucapnya. Setelah mendengarkan keterangan dari Dino Bi Inah pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun mengantarkan dua laki-laki itu menuju ke kamarnya Clara.


Saat Bi Inah hendak beranjak meninggalkan mereka, Kenric pun menegurnya.


" Bibi tetap aja di sini, kan tadi sudah dibilang kalau Bibi menemani kami disini, biar tidak ada kemarahan dari Nona Bibi, kalau seandainya dia tahu karena kami berada di kamar ini, Bibi kan tidak tahu kalau itu adalah saudara perempuan Dino yang ada di atas tempat tidur itu."


Bi Inah hanya mengangguk dan paham dengan apa yang dikatakan oleh Kenric, Bi Ina berdiri di depan pintu, sedangkan Kenric dan Dino masuk ke dalam kamar itu, Kenric berdiri menatap ke arah wajah cantiknya Clara, sedangkan Dino menggenggam tangan adiknya tersebut.


" Akhirnya Kakak menemukan kamu dek, kenapa kamu tidak pernah menghubungi Kakak, Maafkan kakak di saat kamu pergi meninggalkan rumah, kakak mendukung apa yang dikatakan Papa, sebenarnya rasa sakit di hati Kakak terasa saat kamu disuruh Papa pergi dari rumah, Maafkan kakak sekali lagi Dek, Kakak sebenarnya mencari kamu, tapi Kakak tidak menemukan kamu, Tapi syukurlah kamu berada di tempat yang tepat, Kakak sangat berterima kasih pada Aira karena sudah mau menampung kamu di sini dan kamu aman bersama dengannya. Sekali lagi maafkan kakak dek." Ucapnya sembari mengusap rambut sang adik yang masih menutup matanya itu.


Aira yang baru saja datang dari apotek itu tidak menyadari ada sebuah mobil terparkir di depan rumahnya, dia pun memasuki rumahnya tersebut dengan membuka pintu pagarnya, setelah mobilnya masuk dia pun menutup kembali pintu pagarnya tersebut dan memarkirkan mobilnya dengan rapi, dia melihat pintu rumah terbuka namun dia tidak berpikiran yang aneh-aneh, dia melangkah menuju ke arah kamar Aira, dia melihat Bi Inah berdiri di pintu kamar itu membuat dia merasa penasaran dan setengah berlari Dia menuju ke arah kamar tersebut.


" ada apa Bi In...." Aira menggantung kalimatnya karena dia melihat kearah adalan ada Kenric dan Dino berada di dalam kamar Clara dan mereka berdua pun menyadari kalau Aira ada di depan pintu kamar, mereka berdua menatap ke arah Aira, Begitu juga dengan Aira yang merasa terkejut dengan kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2