CLEON EROS (Dewa Cinta Yang Jatuh Cinta Pada Manusia)

CLEON EROS (Dewa Cinta Yang Jatuh Cinta Pada Manusia)
Awal Mula Menginjak Bumi


__ADS_3

Perkenalan Tokoh :




Damien Aithan terlihat menunduk dengan wajah yang lesu ketika memasuki gerbang istana. Dia Kakak lelakiku, usia kami hanya terpaut dua tahun saja, tugasnya sebagai dewa kematian. Mungkin saja dia terkena imbas dari tugasnya yang membuat orang patah hati, karena mematahkan hati manusia, baik itu cinta ataupun harapan sudah menjadi tugas utamanya.


Wajahnya tergaris tegas, sama sepertiku. Sifat kami pun hampir mirip, mungkin karena kami saudara dari seorang yang begitu cantik. Dialah Agacia Orisha --ibu kami --Dewi kecantikan yang sempurna. Tidak ada satu pun yang membantah kecantikannya. Paras cantik, hidung mancung, kulit putih bersih, sepasang mata yang indah, bibir yang terlihat merah membuat dia terlihat sempurna.


Damien duduk di singgasananya dengan wajah flat. Dia menatapku tak suka ketika aku duduk dengan para wanita yang ada dalam istana.


"Apa tidak ada pekerjaan lain yang bisa kamu kerjakan, Cleon?"


Damien menatapku tak suka. Apalagi ketika jemari lentik kedua wanita terus mengusap wajah dan dadaku.


Aku tersenyum sinis dengan tatap yang sama dengannya.


"Ini pekerjaanku. Tugasku memang membuat jatuh cinta, tak heran kalau mereka menyukaiku. Tidak akan ada yang bisa menolakku, siapapun itu!"


"Sombong sekali! Kamu tidak pernah merasakan bagaimana sakit ketika kamu kecewa. Ketika semua yang kamu harapkan tidak sesuai dengan keinginan."


"Haha ... itu hanya berlaku untukmu. Ingat, aku dewa cinta. Dewa yang selalu menebar cinta dan kasih sayang. Sehingga, apa yang aku inginkan, dengan mudah aku raih!" Aku menggenggam tangan, mengepalkan kemudian mendekatkan ke wajah Damien.


Tanpa ada kata, Damien pergi meninggalkan singgasana menuju kamar yang meninggalkan aku dan kedua wanita yang masih ada di pangkuanku. Bermanja-manja dan menghabiskan waktu dengan mereka, merupakan kebiasaanku di istana.


Mentari semakin meninggi, seisi istana terlihat terang benderang dengan cahaya mentari yang menelusup ke setiap sela-sela istana.


Kedua wanita yang sering kusebut dayang itu mengerti saatnya kami makan siang dan keduanya berlalu untuk mengambilkanku menu makan siang.


"Cleon!" Wanita cantik memanggilku dengan wajah tegas dan bibir mengerucut dia mendekat ke arahku.


"Ya."

__ADS_1


"Aku ingin bicara padamu," ketusnya.


"Bicara saja. Aku masih bisa mendengar."


"Sudahlah. Selesaikan makan siangmu setelah itu temui aku di kamar secepatnya!"


"Oke!"


***


Langkahku berjalan menuju salah satu ruangan, di dalam sana terlihat ranjang dan beberapa sudut lainnya yang Ibu pergunakan untuk banyak hal. Misalkan untuk melakukan pertemuan khusus, bahkan hanya sekadar berdandan saja.


Jendela yang terbuka memperlihatkan gumpalan awan putih dari luar dan semilir angin yang meniup rambut. Paras tampan, berhidung mancung, mata kebiruan, alis yang cukup tebal dan senyum menawan yang membuat wanita cepat sekali jatuh cinta padaku. Terlebih, aku mempunyai panah asmara yang bisa menancap pada siapapun dan menjadikan targetku bertekuk lutut dan jatuh cinta.


"Ada apa memanggilku?" Aku bertanya pada Ibu yang sedang duduk di tepi ranjang. Dia terlihat bercermin saat ini.


"Ibu terlihat cantik, semua penghuni di sini tau," lanjutku ketika wajahnya memperlihatkan ketidak percayaan diri.


"Itu dulu. Sekarang tidak," katanya yang membuatku bingung. Bagaimana tidak, seorang dewi kecantikan bisa tidak percaya diri.


"Di bumi sana ada banyak orang yang memuji kecantikan anak manusia itu!" ujarnya yang terlihat tidak suka. Baru kali ini aku melihat wajah Ibu yang cemburu karena merasa tersaingi kecantikannya.


"Come on! Ibu itu seorang dewi tercantik, masa bisa cemburu dengan anak manusia? Yang benar saja?" Aku tersenyum kecut karena bagiku ini ibarat lelucon yang sama sekali tidak lucu. Dimana sang dewi tercantik kalah oleh seorang anak manusia.


"Banyak yang mengeluh-eluhkan kecantikannya. Bahkan, untuk saat ini namaku mulai tersisih olehnya."


Aku hanya menaikan alis, pertanda tidak percaya akan yang Ibu katakan saat ini.


"Ada tugas untukmu."


"Apa?"


"Membuat dia jatuh cinta. Dia seorang manusia yang akan menyadari kebodohannya, dimana manusia terlihat lemah pada satu kata yang disebut cinta," pungkas Ibu seolah memberikan amanat padaku.

__ADS_1


"Gampang. Tapi aku harus berbuat apa?"


"Buat gadis itu jatuh cinta pada manusia buruk rupa. Sehingga nanti keturunannya tidak akan sempurna. Aku tidak ingin menambah lagi daftar nama tercantik. Sudah cukup bagiku si anak manusia yang kini meresahkan posisiku sebagai Dewi tercantik."


Aku hanya tersipu, merasa lucu ketika Ibu bicara seperti itu. Karena selama ini, aku baru melihat Ibu begitu cemburu karena merasa tersaingi oleh anak manusia.


Aku memutuskan untuk turun ke bumi. Menjelma elang aku terbang menembus langit hingga akhirnya sampai di dahan pohon yang cukup besar. Dengan suara cicit burung kecil yang terdengar merdu membuatku betah bertengger di sini.


Suara air yang deras cukup membuatku lena akan keindahan yang Tuhan sajikan untuk dunia. Tetapi, untuk dewi tercantik, bukannya hanya Ibu yang memiliki. Karismanya tidak lekang oleh waktu. Dia terlihat semakin cantik diusianya yang tak lagi muda.


"Astaga!" Aku dikagetkan oleh sosok ular yang melingkar di ranting pohon. Ular yang cukup besar yang bisa saja memangsaku ketika diri ini masih menjelma elang.


"Hahaha ...." Tiba-tiba saja ular itu tertawa dan aku sangat hafal suara itu.


"Damien?"


Tidak menunggu lama, ular itu berubah menjadi sosok tampan. Dia terlihat menatapku tajam dan ketika itu juga aku merubah penampilanku menjadi sosok lelaki dengan berambut hitam legam. Ya, itulah aku. Sosok dewa cinta yang sanggup memanah dengan asmara.


"Sudah berapa lama kau bertengger di sini? Betah sekali. Ibu menunggu di istana sana, sedangkan kau malah enak-enakan menikmati keindahan alam di sini. Bagaimana ketika nanti kau lihat wanita itu? Anak manusia yang katanya begitu cantik melebihi kecantikan Ibu. Bisa-bisa kau tidak akan pulang," cerocos Damien.


"Aku pasti pulang. Tidak mungkin aku jatuh cinta, apalagi pada sosok anak manusia! Tetapi, mungkin saja kalau dia yang akan menyukaiku. Siapa sih wanita yang mampu menolak karisma ketampanan dari Cleon?" ujarku penuh percaya diri.


"Semoga panah asmaramu tertancap di hatimu sendiri," ujar Damien dengan tangan yang menepuk dada ini. Si4lan!


Setelah itu dia kembali terbang menjelma elang menuju angkasa, hingga sosoknya menghilang di balik awan tebal berwarna putih. Aku pun turun kemudian berjalan menuju ke salah satu desa yang dekat dari tempat awal aku turun ke bumi.


Lagi. Aku dikagetkan oleh sosok yang tiba-tiba saja berdiri di depanku.


"Kenapa masih di sini? Kamu belum berhasil menemukan anak manusia itu?" Ibu bertanya dengan wajah serius.


"Maaf, tadi aku lena oleh keindahan di bumi. Maklum saja, biasanya aku hanya memanah dari atas sana."


Ibu terlihat menggeleng.

__ADS_1


"Terhadap alam saja kamu lena, bagaimana dengan anak manusia yang mendapatkan banyak pujian dari orang-orang dan menjadi perbincangan oleh dewa-dewi di atas sana?"


Ucapan Ibu cukup menamparku. Seolah aku itu merupakan lelaki yang lemah karena lena oleh keindahan alam di bumi. Tidak banyak bicara, Ibu pun menghilang dari hadapanku dan hal ini semakin membuatku penasaran akan sosok wanita yang terlahir dari pasangan manusia. Secantik apa dia?


__ADS_2