Daivat System

Daivat System
Bangkitnya Daivat System & Test Masuk Academy


__ADS_3

...[ Maaf tuan saya adalah Daivat System tadi salah sebut]...


"Eh..., bisa begitu ya." lirih Kara bingung.


...[ Tentu saja bisa, terkadang sistem suka error]...


"Kenapa kamu bisa datang di pikiranku?" tanya Kara.


...[ Anda terpilih menjadi Host baru Daivat System karena akan ada era baru di Insean]...


"Era baru." ulang Kara.


"Maksudmu apa...?" tanya Kara semakin bingung.


...[ Sistem tidak di izinkan memberitahukan anda namun sistem akan memberikan sedikit bocoran untuk anda. Para Theurgist akan kehilangan kekuatannya dan yang ada hanya para praktisi bela diri]...


"Apa!!!" pekik Kara kaget.


"Emmm...."


...[ Panggil saja saya Daivat tuan]...


"Baik Daivat, katakan kenapa hap itu terjadi?" tanya Kara penasaran.


...[ Alasannya karena energi sihir di dalam tubuh semua orang akan hilang akibat Singularity Time atau pergeseran rotasi bumi hari ini]...


"Singularity Time." ulang Kara lagi.


"Lalu apa yang harus aku lakukan ?" tanya Kara.


...[ Tuan harus melakukan regenerasi sel tubuh untuk menetralisir radiasi waktu saat Singularity Time]...


"Baiklah lakukan." pinta Kara.


...[Proses pembentukan ulang tubuh tuan di...


...mulai.. 60%.. 70%..80%.. 90%.. 100%]...


"Arrgghhh." Kara berteriak kesakitan.


Tulang Kara seolah berdenyitan dan tulangnya menjadi hancur seperti serpihan. Setelah itu seakan di dalam tubuhnya membentuk tulang Kara kembali dan beregenerasi. Kata bukan cuma


sakit tapi tubuhnya terasa panas seperti di bakar


api saja. Sampai akhirnya Kara pingsan tak sadarkan diri.


...[Penyatuan Berhasil ]...


...[ Open Status ]...


...Nama: Shankara Young...


...Umur : 17 Tahun...


...Status : Male ( Submissive Bottom )...


...Ras: Manusia Modifikasi [ Vampire]...


...Status Keturunan:...


...• Clans Master Theurgist...


...• Ahli Tenaga Dalam Kuno...


...• Demigod...


...Level: 01...


...Zodiak: Scorpio...

__ADS_1


...Atribut Element : All Elements...


...Job: Mahasiswa...


...Skill:...


...Inventory CAD:...


...• Terminal Mobile...


...• Biola...


...• Earphone...


...• Bow...


...• Eye Glasses...


...• Pistol...


...Poin Sistem : Rp. 1.000.000...


...Uang: Rp. 1.000.000.000...


...Koin Emas: 1.000.000.000.000 keping...


...----------------...


Pagi hari telah tiba dan semua murid bergegas


bersiap untuk acara hari ini. Acara penerimaan


siswa baru lalu membagi menjadi beberapa


kelompok sesuai kemampuan. Para seniorlah yang paling bersantai karena hari ini tidak ada kelas.


Sedangkan para staff dan guru sedang


Theurgist di ruangan pemindai CAD. Di ruangan pemindai para siswa ketika memasuki ruangan itu melihat ada 10 sebuah alat pemindai berbasic teknologi yang berisi program pemindaian ability element atau di kenal dengan nama PMS ( Progam Magic Sequence ).


PMS itu sendiri terbagi atas tiga tahap yaitu tahap pertama adalah pemindaian sihir ability element , tahap kedua adalah pemindaian kelompok kemampuan yang sudah terbagi menjadi 5 dan tahap ketika serta tahap terakhir yaitu pemindaian CAD ( Casting Asisstant Device ) untuk mensinkronkan agar sesuai dengan spech academy. Agar tidak ada kejadian yang tidak di inginkan.


Di kamar Kara ia terbangun dan bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya tadi malam. Lali Kara segera bersiap dan membersihkan dirinya ke kamar mandi. Kara dan kawan - kawan mereka sudah siap dengan seragam wajibnya yang berwarna merah maroon. Mereka keluar dari kamar masing - masing dan bergegas menuju ruang makan sebelum acara di mulai.


Setiap pukul 07.00 pagi adalah waktu untuk siswa academy melakukan sarapan pagi bersama.


"Joheun Achim." sapa Kara riang.


"Ohayo Gozaimasu." balas Ann.


"Morning Brother." timpal Charlo yang baru keluar dari kamarnya.


"Ayo kita bergegas sebelum terlambat sarapan


pagi bersama. " ajak Ann.


"Memang kita harus sarapan bersama ya?" tanya


Charlo penasaran.


"Itu wajib karena aturan yang sudah di tetapkan pihak academy dan kita harus menaatinya." jelas Ann.


Kara hanya diam sambil mendengarkan Ann walaupun ia sudah tahu. Akan tetapi , ia lebih memilih diam saja sambil membawa tas berisi perlengkapan Cad pribadinya.


"Baiklah, ayok" sahut Kara yang sedari tadi diam.


Merekapun pergi menuju aula ruang makan academy sambil membawa Cad mereka. Karena di test kali ini memang semua siswa di wajibkan


membawa Cad pribadinya. Di perjalanan terlihat

__ADS_1


mereka berbincang - bincang untuk membuat


suasana menjadi lebih menarik.


"Apa kalian membawa cad sebanyak itu?" tanya


Charlo dengan dahi mengerut rapat.


"Ya, ini semua cad milik gue ya walaupun gak di


pakai semua. " ujar Ann di ikuti anggukan kepala


dari Kara lalu merekapun bersama menuju ruang makan academy yang ternyata sangatlah luas.


Berukuran sekitar dua puluh meter persegi, dengan cat dinding dan lantai keramiknya yang berwarna putih gading. Di sisi utara ada sebuah meja panjang yang membujur dari timur ke barat dengan sekitar dua puluh lima kursi tertata rapi di belakangnya. Di sisi timur ada meja sangat panjang yang dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan makanan.


Sementara tiga meja panjang lain yang berada di


tengah ruangan, di apit oleh masing - masing dua


puluh kursi yang saling berhadapan. Meja panjang di sisi utara itu adalah meja para pengajar, sementara tiga meja panjang di depannya adalah meja para siswa. Semuanya akan makan bersama di ruangan tersebut sebagai satu keluarga besar.


Tepat pukul tujuh pagi seluruh pengajar dan siswa harus sudah berkumpul. Untuk memulai makan pagi dan siapa pun yang datang terlambat maka akan kehilangan jatah makamnya. Karena pintu masuk akan ditutup tepat jam yang di tentukan.


Makan pagi itu hanya berjalan sekitar tiga puluh


menit. Begitu jam masuk kelas tiba, semuanya


harus meninggalkan ruang makan, dan segera


menuju ke kelas. Semua jadwal tertata dengan


sangat rapi, dan akan dilakukan tepat pada waktunya. Makan pagi itu hanya berjalan sekitar tiga puluh menit. Begitu jam masuk kelas tiba, semuanya harus meninggalkan ruang makan, dan segera menuju ke kelas. Semua jadwal tertata dengan sangat rapi, dan akan dilakukan tepat pada waktunya.


Kara pergi ke ruang makan bersama Ann serta Charlo tidak terlambat untungnya. Acara penerimaan murid baru di mulai dan ada sedikit acara perkenalan dengan para pengajar sebelum makan siang dilaksanakan. Para siswa masuk ke aula test dimana mereka akan menjalani test untuk mengetahui Kelompok, Kemampuan dan Sihir yang dimilikinya.


Di ruangan itu terdapat PMS (Progam Magic Sequence) atau Program pengumpulan data Magic Sequence melalui 3 tahapan yaitu Pemindai


ability, Pemindai pemilihan kelas sihir dan yang terakhir adalah pemindaian jenis pemilik sihir. Setelah itu baru CAD siswa akan di proses melalui pemindaian yang di khususkan hanya untuk CAD ( Casting Asisstant Device ).


Program itu di kenal dengan nama PSAD (Psion


Scanning Asisstant Device ) untuk menganalisa


serta menyesuaikan Cad dengan pengguna sihir. PSAD adalah program pemindaian Psion dan Pushion dengan cara memindai pemakai CAD


sebelum cad di gunakan. Setelah itu barulah


PRAES di aktifkan saat rangkaian aktivasi memindai keseluruhan dari eidos dan Magic


Sequence selesai barulah cad bisa digunakan


dengan efisien.


Lalu , tahap selanjutnya yaitu program PRAES (Program Activation Eidos Sequence) adalah program baru di dalam CAD yang melakukan pendataan Eidos dan Magic Sequence Secara berkala. Setelah CAD aktif maka PRAES akan melakukan pencarian eidos dan rangkaian aktivasi dari pemilik CAD lalu di salurkan menjadi psion yang lebih kuat dan efisien. Sehingga ketika pengguna memakai banyak energi dapat merefresh kembali energi mereka.


Para siswa di panggil satu persatu dan yang


tersisa adalah para murid keturunan clans master


dan clans. Mereka semua bersamaan melakukan


pemindaian dan bahkan seluruh staff berserta


murid merasa kagum melihat rangkaian aktivasi.


Rangkaian aktivasi yang keluar begitu sangat


sinkron sehingga yang terlihat hanyalah energi

__ADS_1


cahaya yang kuat.


To Be Continued


__ADS_2