Daivat System

Daivat System
Flashback 6 Years Ago


__ADS_3

#Flashback Years Ago


" Young."


"Hyun." panggil seseorang kepada mereka.


"Iya Mommy." balas mereka.


"Hyun, ingat pesan mommy jaga adikmu dengan


baik." pinta sang wanita yang tak lain adalah ibu mereka bernama Hyeonji Gresya Griffin.


"Baik Mommy, aku berjanji." balas Hyun berjanji.


"Mommy, kita ngapain ke sini?" tanya Kara penasaran.


"Kita akan melakukan permainan rahasia dan hanya kita yang tau, mengerti?." ujar Hyeonji sambil mencubit gemas pipi Kara.


"Mommy, aku sudah besar karena usiaku 13 tahun." balas Kara tak terima perlakuan Hyeonji.


"Tapi bagi mommy kalian peri kecilku." sahut Hyeonji sambil memeluk kedua putranya itu.


"I love you Mommy " ujar mereka berdua.


"I love you too My Twins Little Angel" balas Hyeonji.


Hyeonji mengajak mereka masuk ke sebuah kuil tua di tengah hutan dan disana ada seseorang yang menunggu.


Orang itu ialah Jonathan yang merupakan adik sepupu dari Hyeonji.


"Lama sekali datangnya." dumel Jonathan.


"Joe, maklum aku bawa dua bayi kecil ini." cengir Hyeonji.


"Mommy." rengek keduanya.


"Sorry my dear."balas Hyeonji.


"Kakak, apa kau yakin ingin melakukannya sekarang?" tanya Jonathan hati - hati.


"Mereka terlalu muda untuk menerima beban berat ini Kak." sambungnya.

__ADS_1


"Aku tau tapi ini tapi aku terpaksa melakukan hal ini dan ini harus di lakukan." lirih Hyeonji menyesal.


"Ini bukan salahmu Kak, andai saja paman Antonius tidak melakukan hal itu dan kakak tau dari awal pasti maka kakak tak akan melakukannya." timpal Jonathan sambil memeluk Hyeonji.


Kedua anak kecil yang melihat merasa amat bingung. Maksud dari perkataan sang lelaki yang ada di depan mereka.


"Hyun, Young perkenalkan ini adik sepupu Mommy yaitu Jonathan dan kalian bisa panggil om Joe." tukas Hyeonji memperkenalkan Jonathan kepada kedua putranya.


" panggil saja kakak Joe." timpal Jonathan sebelum keduanya mengatakan sesuatu.


"Oke Kak Joe." sapa mereka.


Mereka masuk ke dalam kuil itu dan saat masuk terlihat sebuah artefak tua berbentuk buku. Artefak itu berisi tulisan aksara jawa kuno yang tidak di mengerti keduanya. Hyeonji menyuruh kedua putranya tidur di pelataran dekat artefak itu.


"Mari kita mulai." ajak Jonathan.


Hyeonji membaca sambil merapalkan mantra dan saat itulah keluarlah cahaya dari dalam artefak itu. Cahaya itu masuk ke dalam tubuh Hyun dan Young secara bersamaan. Namun, cahaya itu meredup saat memasuki tubuh Hyun. Sedangkan, di tubuh Young cahaya itu makin bersinar terang.


"Ia yang di pilih." lirih Jonathan pelan.


Hyun yang bingung melihat sang adik tak sadarkan diri akibat cahaya itu. Hyeonji terus merapalkan mantra agar ritual yang ia kerjakan berhasil. Saat hampir selesai tiba -tiba Albgraham datang untuk menggagalkan rencana Hyeonji.


"Selesaikan ritual ini biar aku yang urus dia." ujar Jonathan.


Albgraham. Cad yang ia gunakan tak mampu


menembus tubuh Albgraham dan membuatnya


kewalahan.


Brakk


"Maaf Kak, aku sudah tidak kuat. " lirih Jonathan


karena tenaganya terkuras habis.


"Hyun, jaga adikmu Young." pinta Hyeonji.


"Iya Mommy." balas Hyun.


Terjadilah pertarungan sengit antara Albgraham

__ADS_1


dan Hyeonji. Hyeonji mengeluarkan seluruh tenaganya melawan Albgraham dan ia menang.


Namun, saat Hyeonji lengah Albgraham menusuknya dari depan dan darah pun mengalir


banyak dari tubuh Hyeonji. Hyun berteriak histeris


dan sementara Jonathan meringis kesakitan. Kara yang baru bangun terkejut melihat ibunya tergeletak di lantai dengan darah mengalir deras.


Hyeonji menatap ke arah Kara dan Hyun lalu tersenyum. "Mommy sayang kalian berdua." lirihnya tanpa suara.


Kara terdiam sejenak lalu menangis histeris sambil mendekati Hyeonji. Tanpa di sadari oleh Kara tak terasa energi kuat


mengelilinginya. Energi itu seperti bom nuklir yang siap meledak dan seketika membuat Albgraham tak berdaya. lapun lari meninggalkan semuanya dan mengambil sesuatu dari kuil itu


Boom


Seketika terdengar suara ledak dari energi Kara dan Karapun langsung pingsan kembali.


Brukk


"Young." teriak Hyun sambil mendekati tubuh sang adik.


Prof. Albert yang baru saja tiba dan masuk ke dalam kuil. Ia terkejut akan melihat kejadian yang terjadi dan ia lalu menghampiri Hyeonji.


"Hyeonji." ujar Prof. Albert sambil menaruh kepala menantunya di pangkuannya.


"Ayah, ..... to....lo.....ng jaga artefak ini dan Ii...n...dungi kedua putraku, terutama young." pintanya terbata - bata.


"Tenanglah dulu, aku akan memanggil ambulan." timpal Prof. Albert.


"Waktuku ti....da..klah ... banyak, terima kasih ayah." ucapan terakhir Hyeonji sebelum ia merengang nyawa.


Hyun menangis histeris melihat keadaan mommy nya yang sudah tak bernyawa dan Castor yang baru saja datang histeris melihat istrinya tewas di depannya.


"Apa yang terjadi ayah? Jawab aku !"bentak Castor.


"Hyeonji, ia tewas saat menyelamatkan kedua putramu dari Albgraham." jawab Prof. Albert.


"Kenapa Albgraham mengincar kedua putraku ayah"?


"Katakan sejujurnya?"pekik Castor bertanya terus-menerus.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2