
Kara menghentakkan kakinya dan mondar-mandir di depan Rhea serta Ann. Mereka hanya saling menatap karena binggung dengan tingkah Kara saat ini. Kara terlihat begitu kesal dengan Hyun soal ciuman dan perkataan Hyun yang membuatnya terlihat seperti penggoda.
"Dasar Hyun, menyebalkan..." runtuk Kara kesal.
"Ada apa denganmu? " tanya Rhea bingung.
"Aku membenci hyun." balas Kara.
"Kenapa?, " timpal Ann bertanya.
"Dia menyebalkan sekali tadi." adu Kara ke Ann dan Rhea.
"Apa hyun lakukan padamu sehingga membuatmu begitu marah?" Rhea bertanya.
"Dia mencium youngie disini. " balas Kara sambil menunjuk bibirnya.
"Lalu ,bukankah itu sudah biasa, kalian melakukan
hal itu berdua?" tanya Rhea biasa saja.
" Iya, tapi kan youngie sudah besar Rhea." elak Kara.
"Youngie sebal karena Hyun bilang Youngie menggodanya." sambungnya.
"Menggoda." ulang Rhea.
"Iya, padahal Youngie cuma melakukan hal ini." timpal Kara sambil mengulangi gayanya mengedipkan matanya.
"Gemasnya... " sahut Charlo yang baru datang sambil mencubit pipi Kara.
"Ish.. Charlo... " pekik Kara berteriak kencang.
"Jika kau melakukan itu seperti mengoda Youngie. " sela Rhea menjelaskan
"Ck.., Rhea sama kayak Hyun nyebelin." runtuk Kara kesal.
"Youngie, jangan ngambek atuch kan Rhea jadi
sedih diambekin sama Youngie," Rhea meamasang puppy eyesnya sambil memeluk Kara dari belakang.
"Rhea menyebalkan kaya Hyun." rengek Kara.
__ADS_1
"Aigooo, jangan marah Youngie kan gue bercanda, " rhea membujuk young.
"Sepertinya kau sangat sensitif sekali Young." timpal Dee yang baru datang bersama Hyun.
"Sepertinya kau sangat sensitif sekali young," timpal Dee yang baru datang bersama Hyun.
Kara hanya mendelik matanya kesal melihat Hyun datang karena moodnya dirusak oleh hyun.
la berbalik membelakangi Dee dan Hyun.
"Masih marah padaku?" tanya Hyun langsung memeluk Kara dari belakang.
"Tidak." ketus Kara.
"Yakin tidak marah, padahal aku membawa cokelat kesukaanmu untuk membujuk Youngie kesayanganku agar tak marah." ujar Hyun mencoba membujuk adiknya.
"Cokelat." pekik young dengan mata berbinar mendengar kata cokelat.
"Iya, satu kotak full untuk Youngie." timpal Hyun.
"Tapi Youngie tidak marah jadi tidak jadi, " sambung Hyun mengerjai Kara.
"Masa, sih, tadi bilanganya ngak marah kok jadi marah." goda Hyun lagi.
"Hyun..." rajuk Kara.
"Sudah Hyun berikan saja kepadanya liatlah ia merengek sangat." lerai Dee.
"Nanti kita tak bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan." sambungnya.
"Baiklah Bang." Hyun mengalah dan memberi cokelat itu ke Kara.
Kara yang menerima cokelat itu terlihat
kegirangan sambil menghentakkan kakinya. Semua hanya menatapnya heran bagaimana seorang yang dulunya dingin berubah seperti anak kecil yang menggemaskan.
"Young,"panggil Dee.
"Iya bang, ada apa?" sapa dan tanya balik Kara.
"Apa tujuanmu sebenarnya?" tanya Dee.
__ADS_1
"Hah...!" Kara blank mendengar pertanyaan Dee.
"Jangan berpura-pura tidak tahu young, " ujar Dee.
"Huh...., aku benar-benar tidak tau maksud dari pertanyaanmu itu bang." timpal Kara.
"Bukankah kau ingin meruntuhkan sistem kota ini." tutur Dee dengan senyuman misterius.
Kara hanya mendelik tajam matanya dengan jengah seakan apa yang dikatakan Dee adalah benar. Auranya berubah menjadi aura dominan
milik Lucifer dengan senyuman khas yang
mengoda.
"Kediamanmu itu menandakan perkataanku benar." desis Dee tajam.
"Jadi inikah sosok lucifer yang sekarang di hadapanku," sambungnya.
"Menurutmu bagaimana? bukankah kau sangat pandai dalam menganalisis apapun?" tanya Kara sedikit mengejek.
"Kamu mau menantang ku? " Dee mencoba
mengoda Kara sambil memamerkan senyumannya.
Karapun membalas Dee dan mulai mendekatinya dengan tatapan yang nakal dan mengoda.
"Yang aku mau hanya bisa terbebas dari kakek dan so.....apa maumu sekarang?" tanya Kara langsung sambil mengalungkan tangannya di
leher Dee.
"Kau tau mauku Lucifer." timpal Dee.
"Ck.., maksudmu apa bang? aku benar-benar tidak tau?" dengus Kara kesal sambil mencebikkan bibirnya.
"Mungkin ia juga ingin meruntuhkan sistem kota ini." celetuk Rhea.
"Itulah juga yang aku mau dan dirimu." tukas Dee sambil merengkuh pinggang Kara lalu menghirup curuk leher Kara.
"I like it." sambungnya pelan.
To Be Continued
__ADS_1