
"Wow ...."
"Apa berarti setiap clans master mempunyai keterikatan antara darah dengan kita?" tanya Jonathan.
"Bisa jadi, karena dari buku ini aku mendapat sedikit penjelasan bahwa semua yang terpilih sebagai guard masih merupakan saudara sedarah dari keluarga griffin. karena itulah mereka bisa juga mengunakan terrance seperti kita itu pendapatku." balas Seana ke Jonathan.
"Akan tetapi , menurut nunna terrance apa yang akan mereka pakai?" tanya Jonathan penasaran.
"Entahlah, tergantung dari energi yang mereka dapatkan dan inprite yang mereka miliki mengizinkan pemakaian terrance." balas Seana lagi.
"Bukankah kau tau , kenapa malah bertanya,
bodoh!" omel Seana pelan.
"Hahahaha ..., aku sepertinya mulai merindukan
omelanmu itu." cengir Jonathan sambil tertawa
terbahak- bahak.
"Siapa yang akan mengantar semua ini?" tanyanya mulai penasaran.
Saat Seana ingin menjawab tiba - tiba cahaya
muncul di sekeliling kota itu dan menghilang sekejap mata bersama seluruh kotaknya.
"Sepertinya kau sudah mendapatkan jawabannya
bukan." tukas Seana.
"Iya." balas Jonathan cepat.
"Menarik." pikirnya dalam hati.
Kara yang sedari tadi diam termenung dikamarnya merasa kaget karena tiba -tiba ada cahaya yang masuk dan berubah menjadi sebuah kotak.
Karena penasaran Kara ingin membuka kotak itu tapi terhenti karena suara teriakan dari teman sekamarnya yaitu Ann. Karapun keluar dari kamar menuju kamar Ann yang di sana sudah ada Charlo.
"Ada apa?" tanya Kara kaget dan panik.
"Kotak ini tiba - tiba ada kasur gue." jawab Ann sambil menunjuk kotak yang ada di kasurnya itu.
"Tunggu, bukan kotak itu sama seperti yang ada di kamarku juga. " pikir Kara dalam hati kemudian berlari ke kamarnya lalu mengambil kotak itu dan membawanya ke kamar Ann.
"Kotak yang sama." ujar Ann kaget.
"Tunggu, kenapa kalian ribut gara - gara sebuah kotak sih?" timpal Charlo bertanya.
"Gue keluar aja , pusing dengar teriakan si Ann rempong." dumel Charlo keluar dari ruang asrama mereka.
"Darimana loe dapet itu?" tanya Ann.
"Tiba - tiba muncul di kamar gue dan loe sendiri?"balas Kara sambil bertanya balik.
"Sama kayak loe yang kotak itu tiba - tiba ada di kamar gue."jawab balik Ann.
"Menurut loe ini apa?"tanya Ann lagi.
"Entahlah, lebih baik kita buka bersama - sama." jawab Kara yang tak tau apa - apa.
Saat mereka ingin membuka kotak itu terdengar suara dentuman pistol yang keras.
Dorrrrr ......
Dorrrrr..
"Ada apa ini?" tanya Kara.
"Enggak tau juga,mari kita keluar dan bawa kotak ini juga " ajak Ann kepada Kara.
__ADS_1
Merekapun berlari keluar melihat seluruh siswa berlarian keluar menuju luar gedung asrama. Ketika mereka di luar ada sebuah robot raksasa sedang menyerang akademi. para penjaga
keamanan dan para guru sedang mencoba melawan dan menjaga semua siswa agar tak terluka.
Seana dan Jonathan yang baru tiba
mendengus kesal melihat hal ini karena mereka tau siapa dalang di balik kejadian ini.
"Sial ....mereka menyalahgunakannya." umpat keduanya.
"Daripada mengerutu ayo kita lawan." ajak Seana.
"Baiklah, lagipula itu cuma terrance biasakan." ujar Jonathan.
"Jangan sombong, kita tidak tau siapa yang berada di dalamnya." timpal Seana.
Tanpa memperpanjang perdebatan akhirnya muncullah terrance milik Seana dan Jonathan yaitu Terrance Phoenix alpha dan Green army alpha.
"Hmm..,. ada yang ingin bermain dengan gue." ujarnya menyeringai.
"Baik, ayo kita bermain." timpalnya dengan senyuman seringainya.
...----------------...
"Phoenix Alfa, Green Army, Aktifkan." teriak Seana dan Jonathan serempak sambil melempar rubik sambil memencet terminal mobile milik mereka dan muncullah terrance mereka yaitu
phoenix Alfa dan Green Army.
Setelah muncul mereka mulai meyerang terrance musuh terlebih dahulu untuk menyelamatkan semua orang. Terjadilah pertarungan sengit antara terrance musuh dan terrance Jonathan serta Seana. Kemampuan terrance musuh di luar prediksi mereka walaupun mereka bisa mengimbanginya.
"Sial, kalau seperti ini kita akan kalah." runtuk Jonathan.
"Iya aku tau , menurutku terrance itu sudah di modifikasi sehingga kita tak mampu melawannya." sahut Seana cepat.
"Untuk saat ini kita cukup bertahan saja sampai bantuan datang." balas Seana seadanya.
"Hah ... bantuan, maksud nunna bantuan apa ?" tanya Jonathan binggung.
Namun Jonathan terdiam saat Seana menyebutkan kata bantuan. "Tidak mungkin." elak Jonathan tak percaya apa yang dia pikirkan tadi.
"Semoga itu terjadi dan sesuai ramalan." harap Seana dalam hati.
Pertarungan masih terus berlanjut dan terrance musuh sangat kuat dengan persenjataan CAD yang canggih. Terrance itu terus menembakan senjata berisi meriam kilat dan terrance milik kakak beradik griffin berhasil mengelak dengan cepat. Mereka mengunakan CAD milik mereka sendiri di gabungkan ke terrance.
"Sial , untung saja dapat mengelak kalau tidak." ujar Jonathan kesal.
"Kita bisa mati." timpal Seana.
"Apa kau yakin salah satu dari mereka akan muncul nunna?." tanya Jonathan untuk meyakinkan dirinya sendiri secara langsung.
"Iya, aku yakin." balas Seana penuh keyakinan.
"Mari kita lanjutkan pertarungan ini dan mengulur waktu." Jonathan mengajak Seana dengan semangat.
Merekapun melakukan perlawanan dan bertarungan itu dengan sekuat tenaga hingga akhirnya mereka terdesak mundur.
"Sial, tenagaku terkuras habis." ujar Seana.
"Aku juga." timpal Jonathan dengan mengusap peluhnya.
Disaat mereka lengah musuh ingin menghabisi mereka muncullah Sebuah terrance baru untuk melindungi mereka.
" Thunder lce Blade Alpha, aktifkan " ujar
seseorang yang tak lain young sambil melempar rubik dan memencet terminal mobile terrance.
__ADS_1
#Flashback On
"Young." panggil Hyun yang datang dengan Rhea.
"Iya, Hyun."balas Kara.
"Ada apa ?." tanya Hyun.
"Entahlah, gue ga tau apa - apa, Hyun." balas Kara.
"Kotak itu." lirih Hyun saat melihat kotak itu.
"Kenapa Hyun?" tanya Kara.
"Itu berisi terrance, seperti yang kita lihat saat ini dan aku juga mendapatkan kotak itu." papar Hyun menjelaskan tentang kotak yang di bawa oleh Kara.
Setelah mendengar perkataan hyun kemudian Kara membuka kotak itu dan mengaktifkannya.
#Flashback Off
"Itu sang legenda, Thunder lce Blade." tukas Seana kaget.
"Sial." hardik Jonathan dengan nafas terengah-engah.
"Siapa dia?"tanya Jonathan penasaran.
Seana memikirkan seseorang dan haka itu membuat Jonathan tersentak.
"Tidak mungkin nunna , apa dia .." ungkap Jonathan tak percaya.
"Filingku sangat kuat dan itu pasti sang terpilih Young."sahut Seana santai.
"Jika itu Young berarti hyun memiliki terrance bethanya." timpal Jonathan.
"Tentunya." Seana menyahuti ucapan Jonathan.
Terrance musuh pun mundur karena melihat terrance milik Kara dan menghilang sekejap.
"Kemana dia?" pikir Kara di dalam terrance.
Merekapun turun dari terrance mereka dan semua orang mendekati mereka.
"Young, loe gak papa?" tanya Hyun panik.
"Sang terpilih dan sang legendaris, bukankah menakjubkan?" ujar seseorang yang tak lain adalah Emil.
"Ayah," pekik mereka serempak dan segera turun dari Terrance.
"Sudah kuduga ia akan bereaksi secepat ini tapi ceroboh.' ujar Emil.
"Maksud ayah siapa?"tanya Seana.
"Lucas atau lebih tepatnya Lucas Atala Doherus yang tak lain putra albgraham." balas Emil.
"Sepertinya ia sudah mengetahui sejarah terrance makannya ia kabur saat melihat terrance ini."sambungnya sambil menunjuk terrance milik Kara.
"Sangat menarik." timpal Seana.
"Tidak apa - apa, Hyun." balas Kara.
"Kalian masih kompak walaupun jarang berlatih." lirih Emil senang melihat kekompakan kedua anaknya itu.
"Dan kau young luar biasa sekali." sambungnya menghampiri Kara dan yang lain.
"Bisa menguasai terrance dengan sangat cepat." lanjutnya.
"Terima kasih...paman." balas Kara ragu.
"Kau manis seperti kata Hyeonji dan kau bisa memanggilku Kakek saja. Karena ibu kalian keponakanku." ujar Emil mengelus surai rambut Kara lalu pergi meninggalkan semuanya.
__ADS_1
To Be Continued