
...Logo Akademi dan Gedung Akademi...
...****************...
Academy itu sendiri berada di tengah hutan yang di lindungi oleh sihir dan teknologi canggih. Ketika mereka datang portal di dimensi terbuka& tertutup kembali karena hanya pihak academy dan para siswa yang dapat melihat gerbang terkecuali seseorang yang memiliki sihir juga. Setelah memarkirkan mobil dan memasuki aula semua terlihat berkumpul bersama kemudian memulai perbincangan.
Academy itu sendiri berada di sebuah kota yaitu Lake Earlaz yang merupakan kota kecil buatan clans master yang berada di tengah hutan. Walau pun terpencil tapi daerah itu selalu ramai di kunjungi banyak orang karena merupakan pusat pendidikan sihir ability pertama di Insean.
Akhirnya mereka sampai di gerbang akademi dan segera masuk ke dalam gedung. Namun di depan pintu masuk Dee bertemu dengan sahabatnya.
"Tak menyangka kita akan sampai bersamaan." lirih Dee sambil menatap sahabatnya yang bernama Fachri Elvan Marr.
"Aku pun begitu, apa adikku membuatmu kesal?" tanya Fachri.
"Ya begitulah, tapi dia hanya sibuk dengan Young." balas Dee.
"Sepertinya tahun ini adalah tahun yang
paling sibuk menurutku." celetuk Fachri.
"Maksudnya?" tanya Dee sambil melirik kearah Fachri.
"Karena setelah ujian test masuk akan ada rapat clans master."jelas Fachri.
__ADS_1
"Apa!!!" pekik semua orang kecuali Fachri.
"Aku mewakili keluargaku dan di keluargamu siapa?" tanya Fachri.
"Siapa lagi kalau bukan Young." jawab Adera langsung.
Usai berbicara, mereka berpisah mengikuti jenis kelamin yaitu para pria ke arah kiri dan wanita ke arah kanan. Gedung academy Shallwry Auckflyen
Academy dibuat menyerupai huruf S dimana mempunyai makna tersendiri.
Di sepanjang lorong yang di lewati oleh Kara berserta yang lain sangatlah sepi. Di academy hanya terdiri dari 26 staf pengajar, 11 juru masak dan beberapa orang petugas lainnya serta siswa senior sehingga keseluruhannya menjadi 200 orang belum termasuk siswa angkatan baru.
Hanya terlihat beberapa tukang kebun dan tukang sapu yang sedang membersihkan halaman. Juga para cleaning service yang harus bekerja keras membersihkan semua ruangan, setelah lama ditinggal seluruh penghuni dalam libur panjang musim panas tahun lalu.
Di akademi juga terdapat hutan buatan yang sangat indah akan tetapi memiliki banyak misteri sehingga para siswa, staf ataupun para pegawai di larang memasukinya tanpa terkecuali. Hanya
Yang membedakan hanya blazer saja untuk kelas Theurgist berwarna Merah Maroon dan untuk kelas Knight berwarna Merah Hitam. Sedangkan, untuk kelas Knight Theurgist berwarna hitam abu-abu. Untuk Kelompok terbagi atas dua tiga kelompok yaitu Theurgist, Knight dan Knight Theurgist. Dan mereka akan belajar bersama -sama dalam satu kelas.
...----------------...
Selama hampir beberapa menit menaiki anak tangga gedung kiri tidak ada yang terdengar kecuali suara langkah kaki mereka. Kara dan yang lainnya hanya berjalan di belakang Dee dan setelah berapa menit akhirnya mereka sampai di depan kamar asrama.
"Seluruh kamar asrama ada di lantai empat yaitu kamar asrama putra di gedung kiri, kamar asrama pengajar di gedung tengah, maupun kamar asrama putri di gedung kanan. Untuk Lift bisa kalian pakai saat sudah mendapatkan kartu siswa di sini." ujar Dee menjelaskan.
"Ada satu hal lagi, pengunaan sihir di luar dari pelajaran tidak boleh." lanjutnya saat mereka tiba di lantai empat dan semua terlihat mulai kelelahan.
Mereka berdiri terengah-engah di mulut tangga sembari memegangi balkon pembatas. Dee sudah berbelok, dan mereka bertiga masih terus mengikutinya. Dari lantai empat gedung kanan, anak- anak bisa melihat masih ada satu lantai yang lebih tinggi di gedung tengah. Gedung itu memang paling tinggi dari gedung lain, dengan jumlah Lima lantai. Gedung lima itu terlihat paling tertutup, tanpa balkon, hanya ada jendela-jendela kecil sebagai jalan masuknya cahaya.
__ADS_1
Sebelum membuka pintunya, Dee meminta semua orang menscan sidik jari mereka di gagang pintu. Hal itu dilakukan agar mereka bisa masuk ke dalam kamar asrama. Setiap siswa baru akan dapat mempunyai akses masuk dengan sidik jari atau kode sandi yang sudah di atur. Karena keamanan seluruh akademi sangatlah ketat. Karena bukan sistem keamanan biasa, namun sistem pengamanan ini yang jauh lebih kuat dan juga di sinkronisasi dengan baik.
Setelah masuk melewati pintu, terlihat sebuah lorong yang sangat luas dan lantainya sangat bersih, berkeramik abu-abu tua mewah. Berjalan beberapa langkah kemudian terlihat beberapa
pintu kamar yang ada di ruangan itu. Setelah itu, Dee memberitahu bahwa Kara dan yang lain harus melihat papan mading yang ada di ruangan itu.
"Lihatlah di mading, kalian tinggal di kamar nomor berapa." perintah Dee.
"Di setiap ruangan akan di isi oleh 3 siswa dan mereka di berikan kamar pribadi , kamar mandi, ruang tamu, ruang perpustakaan mini , serta dapur yang di lengkapi meja makan." timpal Dee
menjelaskan secara detail lalu meninggalkan ketiga murid baru.
Merekapun menuju papan mading yang di katakan oleh Dee dan lalu melihat nama mereka tertera dalam surat pengumuman.
"Sepertinya kita tak akan sekamar." desis Kara.
"Faktanya emang gitu, gue berada di kamar 225, loe di kamar 219 dan adrian di kamar 209." timpal Hyun.
"Yasudah, ayo bergegas pergi karena hari sudah mulai malam." ajak Adrian.
Merekapun berjalan bersama lalu berpisah sesuai dengan kamar mereka dan Kara akhirnya sampai di depan pintu kamarnya. Kara membuka pintu
secara perlahan dan ruangan pertama yang ia temui adalah sebuah ruang tamu mewah, dengan tiga jenis sofa mahal berwarna merah tua dan emas. Ruangan itu sangat luas dan ada dua lampu hias tergantung di langit -langitnya yang dibuat menyerupai langit biru berawan. Menjulang tinggi terasa sangat jauh. Membuat ruangan tersebut semakin terasa lega. Ruangan itu seperti yang di katakan oleh dee dan membuat Kara takjub.
"Seperti di rumah."gumam Kara pelan.
To Be Continued
__ADS_1