Daivat System

Daivat System
Antara Cinta & Rasa Takut part 2


__ADS_3

"Ayo, kita ke mading sekolah untuk lihat jadwal


dan kelas kita." ajak Hyun.


Rhea langsung berdiri dan mulai pergi bersama Hyun menuju mading sekolah yang ada di dekat ruang seleksi. Sedangkan, Kara sedang berjalan sendiri menuju mading sekolah setelah Ia mendengar pengumuman yang baru saja di dengar.


Karena pikirannya yang sedang kacau tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang gadis. Lalu ia


menangkap gadis itu seperti adegan drama romantis korea dan saling bertatapan sejenak.


"Ehemmm." desis seseorang yang membuyarkan semuanya.


Brukkk


Karapun tak sengaja menjatuhkan gadis itu ke lantai dan membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Sialan, loe tuh ya main jatuhin gue aja." cerocos


gadis itu.


"Sorry." tukas Kara cepat lalu pergi meninggalkan


gadis itu.


"Dasar ..... Ice Prince." pekik gadis itu kesal.


"Yaudah Keith, jangan gerutu terus cepat tua


loh " ujar gadis yang tadi membuyarkan adegan


tadi dan gadis itu bernama Alexandra Denise Delatorre yang biasa di panggil Alexa.


"Tapi Kak, dia itu nyebelin banget." keukeh gadis


yang bernama Keitha Taya Delatorre yang


di panggil keith.


"Loe tuh ya, kebiasaan dech gak pernah akur sama Kara atau jangan - jangan kalian jodoh lagi." goda


Alexa sambil mengedipkan matanya.


"Idih ....amit - amit Kak alexa kalau dia jodoh gue."


sunggut Keith.


"Jangan terlalu benci nanti jadi cinta loh." goda Alexa lagi.


"Kakak ..... " renggek Keith kesal sambil mempouted bibirnya


"Yaudah, ayo cepetan katanya mau lihat mading."


ajak Alexa.


" Oke Kak." balas Keith lalu pergi bersama dengan Alexa.


Sejak kecil memang Keith dan Karapun terkenal


seperti tom serta jerry. Karena mereka tak pernah


akur walaupun orang tua mereka tidak pernah


bertengkar. Sejak tk hingga sekarang mereka


selalu saja bertengkar. Apapun saat mereka


bertemu ada saja yang di ributkan bahkan sampai


membuat semua orang sakit kepala.


Hyun dan Rhea sudah sampai di tempat tujuan lalu mencoba melihat nama mereka berdua.


"Yeah, ita sekelas di class B1 tetapi jurusan kita


ada yang berbeda." ujar Rhea.


"Iya, tetapi kita tetap satu kelas hanya ada mata


pelajaran yang beda." sahut Hyun.


"Hyun." panggil seseorang yang tak lain adalah Kara.


"Apa?" tanya Hyun sambil menoleh ke arah Kara.

__ADS_1


"Kita sekelas?" tanya balik Kara.


"nggak, soalnya kelas kita beda." balas Hyun singkat.


"Rhe, ada hal yang perlu kita bicarain." ajak Kara


ke Rhea dengan tatapan memelas.


"ga ada yang perlu di bicarakan." ketus Rhea menolak ajakan Kara lalu bergegas pergi.


Namun langkahnya terhenti karena tangannya di pegang oleh Kara. Lalu Kara menarik paksa Rhea agar mau ikut bersamanya dan Rhea terlihat tidak ingin ikut.


Hyun yang melihat itu tidak tinggal diam dan mencoba melerai keduanya.


"Jangan di paksa Young, kalau emang Rhea nggak mau." pinta Hyun sambil melepaskan tangan Kara dari Rhea.


"Dan loe Rhea, tolong selesain urusan kalian saat ini." sambungnya.


Karena permintaan Hyun akhirnya Rheaapun mau


berbicara dengan Kara. Namun, saat ingin pergi Kara kembali bertabrakan lagi dengan Keith dan membuat Keith naik pitam.


Brakk


"Loe punya mata ngak sih." hardik Keith dengan


tatapan sakartisnya.


"Gue males berurusan sama loe jadi jangan


ganggu gue." sela Kara sambil menarik tangan


Rhea pelan lalu meninggalkan semuanya.


"Sabar Keith... " ujar Alexa sambil mengelus


kepala Keith.


"Sorry, maafin adek gue ya." sesal Hyun meminta maaf mewakili Kara.


"Gue heran sama kalian berdua." celoteh Keith


sambil berpikir.


"Kalian kembar tetapi kelakuan jauh berbeda."


"Walaupun kembar tetapi kami tetap individu yang


berbeda." jelas Hyun lalu pergi meninggalkan Keith dan Alexa.


Keith sedari tadi diam terpaku pada Hyun dan


terpesona dengan karakter hyun yang tenang serta


cool.


"Cieee ... ada yang lagi falling in love." goda Alexa.


"nggak Kak." elak Keith malu - malu lalu pergi


meninggalkan Alexa.


"Lah ... tuh anak malah pergi, katanya mau lihat


mading." ujar Alexa sambil menggelengkan kepala


dan pergi menuju asramanya sendiri.


Kara mengajak Rhea menuju taman belakang


sekolah dan kemudian mereka duduk di kursi yang


ada di taman itu. Kara berusaha untuk


menyelesaikan masalah yang ia hadapi berdua


dengan Rhea.


"Rhe " panggil Kara.


"Hmmm." balas Rhea.


"Sorry, gue tau selama ini gue terlalu egois sama

__ADS_1


loe tapi loe pasti tau alasannya kan." ujar Kara


menjelaskan sambil menatap rhea dengan tatapan teduhnya.


"Gue selalu berusaha mengerti loe tapi apa loe


pernah berusaha ngerti tentang gue." timpal Rhea


meluapkan semua emosinya saat ini.


"Apa loe tau bagaimana rasanya jadi gue?" tanya


Rhea dengan tatapan yang sulit di pahami.


Kara diam karena tak tau jawaban dari pertanyaan Rhea lalu ia memasang senyuman kecutnya.


"Diam, berarti loe ga tau kan?" desis Rhea.


"Maaf." hanya kata itu yang keluar dari mulut Kara.


"Gue tau kalau gue mengatakan ini gue sangat


egois tapi cuma loe yang gue punya dan paling


mengerti gue. Karena selama ini cuma loe yang


bisa membuat gue tenang di saat gue kalut ata


hilang kendali. Loe tau kan, gue kayak gini


semenjak nyokap gue meninggal dan di kelu


gue cuma Hyun, Kak Dee, dan tante Afika yang berusaha mengerti gue. Bokap gue ngak


peduli sama gue karena dia ngerasa bahwa gue


penyebab nyokap gue meninggal. Dan kakek gue


cuma berusaha buat gue jadi boneka yang bisa ia


kendalikan demi clans master yang ia banggakan


ujar young. meluapkan perasaan yang ia pendam


selama ini." sambungnya.


"Kejadian 6 tahun yang lalu sudah menghancurkan


hidup gue dan selama ini yang buat gue kuat hanya mereka yang peduli sama gue terutama loe" tambahnya dengan emosi yang menggebu-gebu ymembuat di sekelilingnya menjadi beku kare


energi yang keluar dari diri Kara.


Rhea pun mencoba menenangkan young dengan


menggenggam tangan Kara lalu memeluknya


dengan erat.


"Baiklah, tenanglah ada gue disini dan gue akan


selalu berada di samping loe." ujar Rhea


menenangkan Kara.


"Terima kasih, tolong jangan pernah marah lagi


karena gue gak bisa kalau loe ga ada di sisi gue."


ujar Kara.


"Iya Young, gue janji akan selalu ada untuk loe dan juga loe harus janji seperti itu juga untuk gue." harap Rhea sambil menunjukan senyum manisnya.


"Iya, gue janji. " balas Kara sambil mengelus surai rambut Rhea.


"Ayo , kita pergi sebentar lagi kelas di mulai." ajak


Rhea sambil menggenggam tangan Kara lalu


berjalan bersama.


"Iya Rhe, tapi gue sebel nggak sekelas sama loe." rengek Kara manja.


"Baby Bunny mode lebay." cibir Rhea.

__ADS_1


"Cuman sama loe aja gue Bunny." cengir Kara sambil bergelayutan manja di lengan Rhea.


To Be Continued


__ADS_2