
Pagi hari telah tiba dan Kara tersadar dari pingsannya sambil melihat sekeliling ruangan.
"Ini kan kamar asramaku." gumamnya dalam hati.
"Loe udah sadar?" tanya seseorang yang duduk di kursi meja belajar Kara yang tak lain adalah Youlhan.
"Loe siapa?" tanya Kara langsung.
"Gue Youlhan tetapi kau bisa panggil gue Kitten atau Kak Youl, Bunny." balas Youlhan sambil mengoda Kara.
"Siapa Bunny?"tanya Kara.
"Tentu dirimu lah. Bunny." balas Youlhan santai sambil memakan buah apel yang ada di meja belajar Kara.
"Yakk! jangan panggil gue Bunny." tukas Kara tak terima.
"Pria mana ada yang di panggil Bunny." tambahnya yang sedang kesal.
"Hahaha,.... kau lucu sekali Lucifer." ujar Youlhan sambil tertawa gemas melihat raut wajah Kara yang kesal.
Ketika Kara mau memukul Youlhan dengan bantal tiba - tiba pintu terbuka. Dan muncullah semua orang yang masih berhubungan dengan parlement Theurgist serta Knight.
"Ashley, sedang apa kau di sini?" tanya Dennis kaget.
"Menganggu Lucifer saja, karena dia lucu sekali." tukas Youlhan singkat.
"Youl." gumam Prof. Albert.
"Baiklah, aku pergi dan tenang saja aku tidak melakukan hal yang aneh " balasnya bangkit dari duduknya untuk keluar dari kamar Kara.
"Bunny sarangheo " timpal Youlhan lalu pergi sebelum Kara mengamuk.
"Bunny " desis Hyun dengan muka menahan tawa.
"Jangan meledek gue hyun, dia gila." timpal Kara tak suka.
"Tetapi, dia penyelamat loe, Young." tukas Rhea.
"Maksudnya? " tanya Kara binggung.
"Dia menyelamatkanmu dan melepaskan loe dari cengkraman Albgraham." tukas Prof. Albert.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu?" timpal Prof. Albert
bertanya dengan nada lembut.
"Baik kakek, maaf membuat kalian semua khawatir." ujar Kara menyesal.
"Tidak apa - apa, bersiaplah untuk menjalankan misi sekarang." balas Prof. Albert.
"Kakek, Young masih sakit." elak Hyun tak senang.
"Kita tak punya banyak waktu Hyun dan tolong pahamilah keadaan kita sangat sulit " timpal Prof. Albert.
"Maksud kakek apa?" tanya Dee.
"berkumpul lah di aula kakek akan memberitahu
semuanya." ujar Prof. Albert pergi bersama yang
lainnya.
#Flashback On
"Youl." panggil Emil.
"Apa alasan kedatanganmu kemari? " tanya balik
Emil tanpa menjawab pertanyaan Youlhan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? tanya Dennis.
"Apa yang dikatakan Emil ada benarnya." timpal
Prof. Albert.
"Apa tujuanmu?" tambahnya bertanya.
"Kalian mau menghakimiku padahal aku sudah menolong dan membantu kalian." runtuk Youlhan kesal.
"Kami tidak bodoh youl, cepat katakan." cetus Dennis dengan nada tinggi.
"Baiklah, kehancuran kota ini akan tiba." ujar Youlhan.
__ADS_1
"Maksudmu apa?"
"Katakan dengan jelas." pinta Dennis.
"Oke, aku akan memperjelasnya sekarang dan dengarkan dengan baik." balas Youlhan menghela
napas sebentar.
"Aku tak sengaja masuk kesebuah ruangan rahasia milik Felix dan Albgraham. Disitu aku telah menemukan fakta yang mengejutkan bahwa Albgraham dan Felix sama - sama berusaha menjatuhkan kawannya sendiri." sambungnya.
"Maksudmu mereka adalah musuh di balik selimut.' timpal Dr. Bobby.
"Iya, mereka berdua mempunyai ambisi dan tujuan
yang berbeda satu sama lain. jika Albgraham
sangat ingin menguasai dunia tetapi Felix sama
sekali tidak berniat menguasai dunia." tutur Youlhan.
"Lalu tujuan dari Felix apa?" tanya Dennis penasaran.
"Huft .., akulah tujuannya." balas Youlhan sambil
menghela napas.
"Tujuannya Felix hanyalah agar kami beremoay yaitu aku, Lucas, Felix dan Kara hidup bahagia tanpa ada yang menjadikan kami sebuah senjata."
sambungnya.
" CK....., kau pasti bercanda bukan karena Felix
dalang dari semua kejadian yang terjadi selama ini.x ungkap Dennis kesal dengan perkataan Youlhan.
" Tetapi pasti ada alasan kenapa dia melakukan itu." tukas Emil.
"Yq tentu, untuk melawan sang penciptanya yaitu
Prof. Antonius." balas Youlhan.
" Felix sangat membenci prof antonius.' tambahnya.
__ADS_1
To Be Continued