
"Sudahlah jangan menyindir keluargaku terus-menerus. Bagaimanapun kalian bisa hidup karena keluargaku bukan?" tukas Emil tegas sambil menyindir semua orang.
"Ayolah, sekarang saatnya membahas masalah penting tentang misi kali ini." lanjutnya.
"Aku harap kalian semua bersiap menghadapi kemungkinan yang terjadi dan terutama kau Lucifer." timpal Emil sambil memandangi Kara.
"Aku tak peduli." desis Kara dengan tatapan dingin.
"Jangan mencoba lari dari tanggung jawabmu Lucifer" sergah Emil karena kesal.
"Buang emosi dan kekesalan di hatimu saat ini karena kau andalan dari kota ini." sambungnya.
"Aku sudah muak dengan segala hal yang ada jadi jangan harap aku peduli tentang masalah ini." keputusan Kara final dengan nada yang tegas.
"Young." cicit Youlhan pelan.
"Jangan mencoba membujukku Ashley karena sebenarnya kita adalah korban. Jadi jangan membuatku terlihat sebagai orang kejam dan tak berperasaan." pinta Kara.
"Aku tau jika kau butuh melepas semua bebanmu tetapi kali ini masalahnya begitu rumit jadi buang egomu saat ini." Youlhan menimpali dan mencoba membujuk Kara lagi.
__ADS_1
"Aku sudah bilang aku tak peduli." sela Kara tak mau.
"Kau tau misi ini tidak akan berhasil tanpamu dan jika Albgraham yang mendapatkannya akan terjadi hal yang lebih buruk." sambungnya.
"Young." panggil Rhea sambil memasang wajah memelas.
"Ada apa? jangan memasang wajah seperti itu Rhea." pinta Kara sambil berbalik ke arah Rhea.
"Apa kau menyayangiku dan mencintaiku?" tanya Rhea sambil menatap Kara dan menangkup wajah Kara.
"Kau tau jawabannya bukan? apa posisimu di hidupku jadi jangan bertanya lagi." balas Kara pelan sambil melepas tangkupan Rhea sambil mengacak rambut Rhea.
"Aku tau mungkin aku tak akan menjadi yang utama karena kau seorang submissive tetapi aku berjanji akan selalu berada di sampingmu sebagai perisai dan pelindungmu, selamanya." lanjutnya menjanjikan sesuatu hal yang amat berarti bagi Kara.
"Kau berjanji tak akan meninggalkanku walaupun akhirnya kau yang akan terluka nantinya." pinta Kara dengan ragu.
"Tentu, aku berjanji." balas Rhea sambil memeluk erat tubuh Kara dan Karapun membalas pelukan.
"You are be mine." bisik Karq dalam pelukannya.
__ADS_1
"Yes,I am your mine always and forever." timpal Rhea berbisik juga.
"Baiklah, katakan apa yang harus aku lakuan ?" tanya Kara sambil melepaskan pelukan Rhea dan menatap Emil.
"Ck .... sepertinya gadis itu sangat lihai mengendalikan Young dengan mudah dan hal itu juga sangat tidak baik." desis Dennis dalam hati sambil menatap Rhea dan Kara.
Disisi lain Delisa sangat risau menatap putrinya yang sangat ia cintai. Keadaan dan kondisi saat ini tidaklah bagus karena Kata sudah menemukan jati dirinya. Ingin rasanya delisa berusaha menjauhkan Rhea dari Kara. Namun tidak bisa karena mereka tak akan terpisahkan dan
pemikirannya buyar saat mendengar pernyataan dari Emil.
"Ayo, kita berbicara bersama di kastil untuk berbicara empat mata tentang rencana yang aku buat " ajak Emil.
"Kalian berdua ikut aku dan yang lain menunggulah di disini." pinta Emil sambil menunjuk Kara dan Youlhan.
"Baiklah." balas Prof. Albert.
Emil pun pergi bersama Kara dan juga Youlhan untuk membicarakan sesuatu hal yang penting menuju kastil.
To Be Continued
__ADS_1