
Pagi hari telah tiba dan Kara terbangun dari tidurnya dengan enggan. Ia menatap kesekeliking ruangan kaget dan binggung.
"Lah..., ini kamar asrama gue kok bisa." Kara bertanya dalam hati.
...Tring!...
...[ Selamat tuan sistem naik ke level 02]...
...[Proses menginstal AI Daivat System terminal mobile di mulai.. 60%.. 70%..80%.. 90%.. 100%]...
...[ Pemasangan selesai]...
...[ Open Status ]...
...Nama: Shankara Young...
...Umur : 17 Tahun...
...Status : Male ( Submissive Bottom )...
...Ras: Manusia Modifikasi [ Vampire]...
...Status Keturunan:...
...• Clans Master Theurgist...
...• Ahli Tenaga Dalam Kuno...
...• Demigod...
...Level: 02...
...Zodiak: Scorpio...
...Kelompok: Theurgist Knight Quard...
...Atribut Element : All Elements...
...Job: Mahasiswa...
...Skill:...
...Inventory CAD:...
...• Terminal Mobile...
...• Biola...
...• Earphone...
...• Bow...
...• Eye Glasses...
...• Pistol...
...Poin Sistem : Rp. 1.000.000...
__ADS_1
...Uang: Rp. 1.000.000.000...
...Koin Emas: 1.000.000.000.000 keping...
...Shop: -...
......................
"Daivat loe kemana aja menghilang?" tanya Kara.
...[ Maaf tuan sistem terpaksa menghilang saat bakat terpendam tuan terbuka]...
"Kenapa loe harus menghilang?" tanya Kara lagi.
...[ Agar tubuh tuan tidak hancur karena menerima banyak kekuatan ]...
"Baiklah gue paham." balas Kara.
Kemudian saat khendak bangun dari tempat tidur Youlhan datang dengan gaya jalannya yang sangat aneh.
"Kamu kenapa?" tanya Kara dengan tatapan aneh.
"Eh gue kok ngomong kayak gini?" tanyanya dalam hati.
"Bacot!"
"Aku numpang mandi dan kita harus siap-siap." sela Youlhan tak menggubris pertanyaan Kara.
"Ih...Hannie, kok pertanyaan youngie nggak di jawab." dumel Kara dengan nada manjanya.
"Udah mulai keluar sidi manja Lucifer dan udah buruan mandi kita gantian. Tapi kamu nggak papa kan?" tanya Youlhan.
"Itu bangkitan tua nyebelin banget sih, udah gara-gara dia aku di gempur abis-abisan sama Felix di ranjang." gerutu Youlhan kesal.
"Hah!" cengo Kara.
"Udah daripada kelamaan dan itu kakek-kakek bawel ngomel kita mandi bareng sambil cerita." ajak Youlhan sambil menarik tangan Kara.
Keduanya akhirnya mandi bersama dan saling bercerita satu sama lain.
"Itu bangkitan tua bener-bener kejam banget sama youngie." dumel Youlhan sambil memakai pakaiannya.
Kara hanya diam tak menggubris ucapan Youlhan dan memanyunkan bibirnya saja karena sangat kesal. Bagaimana tidak kesal karena mentang-mentang Kara sedang kehabisan baju Youlhan seenaknya memberinya kemeja berwarna pink pastel yang kebesaran dan celana pendek di atas lutut. Tak hanya itu ia juga memberi hoodie dengan warna senada dengan kemeja dan juga hair pin serta kacamata berbentuk love. Kara yang memakainya terlihat sangat mengemaskan bagi Youlhan di tambah polesan bedak serta liptin yang dipakaikan Youlhan di wajah Kara.
"Cute." cicit Youlhan pelan setelah melihat tampilan Kara saat ia merias wajah Kara.
"Ini memalukan Ashley." dumel Kara sambil mempouted bibirnya ke depan dan semakin membuatnya sangat mengemaskan.
"Tidak memalukan Lucifer karena ini style asli kita." timpal Youlhan karena ia juga berpenampilan yang sama dengan Kara.
"Tapi warna pakaianmu biru dan aku berwarna pink, feminim sekali Ashley." rengek Kara yang kesal.
"Di tambah lagi celana pendek ini yang membuatku tak nyaman, Ashley." lanjutnya.
"Kamu harus terbiasa mulai sekarang karena mungkin saja selanjutnya gaya berpakaianmu seperti ini , Lucifer." tukas Youlhan.
"Ingatlah ,kita ini Submissive dan jangan lupakan fakta itu, Youngie." sambung Youlhan mengingatkan posisi Kara.
__ADS_1
Kara terdiam sambil mengeluh kesal dengan fakta baru itu dan membuatnya terdiam sebentar. Lalu munculah dua orang yang baru datang ke kamar Kara.
"Ternyata kalian disini." ujar seseorang sambil berdiri di depan pintu bersama dengan seseorang lagi.
"Rhea, Ann." pekik Kara sambil terpaku melihat penampilan ann yang agak mirip denganya.
"Loe berdua kemana saja ? semua orang kalang kabut mencari kalian " cecar Rhea tanpa ampun dengan pertanyaan.
"Maaf." sesal Youlhan dan Kara sambil memainkan bagian bawah hoddienya.
"Kalian habis ngapain?" tanya Ann langsung.
"Maksudnya ?"tanya Youlhan pura - pura tidak tau.
"Kalian cuddle kan, jangan berbohong padaku karena aku sudah mencium aroma dan aura tubuh kalian tercampur." balas Ann.
"Ini, " timpalnya memberi 2 buah paperbag kepada Kara dan Youlhan.
"Itu dari auror, kami bertemunya di depan dan dia memberi tahu kami apa yang kalian lakukan." tukas Rhea.
"Dasar Felix, padahal dia sendiri yang mengempurku semalaman." gerutu Youlan pelan dan di dengar oleh Rhea serta Ann.
"Apa!!!" pekik keduanya kaget.
"Nggak usah kaget kali, aku sama Felix pasangan." Youlhan menyela.
"Kalau Youlhan sama Felix berarti Kara....."Ann berkata tapi di potong oleh Kara.
"Aku di hukum sama kakek." timpal Kara.
Rhea kaget dan segera memeluk Kara erat dan bertanya, "Kenapa youngie di hukum sama Prof. Albert?"
"Karena melawan saat di aula dan katanya youngie pantas mendapatkan hukuman itu." jawab Kara.
"Ck ... pantas" sela Ann mengambil
paperbag itu lagi dan membukanya.
Saat Ann menmbuka paperbag itu terdapat sebuah kotak berisi parfum, bedak , poundation dan liptin berwarna merah bibir dan juga selembar
kertas bertuliskan.
"Pakailah agar kalian terlihat lebih cantik dan menutupi apa yang terjadi tadi malamn." tutur Felix.
"Dasar felix." dumel Youlhan.
"Pakailah, semua ini memang khusus untuk kita dan dia membuatnya sendiri ? " ajak Youlhan kepada Kara.
Ann dan Rhea membantu keduanya merias diri agar cepat selesai. Akhirnya Ann ikut berdandan dan meminta sedikit alat make up untuk dirinya.Sedangkan Rhea hanya terkekeh melihat ke tiga Submissive merias diri mereka. Karapun memakai parfum yang ada di dalam kotak itu dan seketika aura dominan tubuh Kara menyerbak ke seluruh ruangan.
" I like it." lirih Kara pelan.
"Rhea." panggil Kara.
"Hmmm ..." balas Rhea.
"Kamu marah padaku?" tanya Kara sambil menampilkan puppy eyesnya.
__ADS_1
"Tidak." tukas Rhea menjawab cepat sambil mengusak rambut Kara yang sedang menampilkan pose imutnya di depan Rhea karena tau sahabatnya sedang ngambek padanya.
To Be Continued