
"Kau sedang bermain - main Lucifer." ujar
seseorang yang sedari tadi bersembunyi di kamar Kara.
"Sedang apa kau disini?" tanya Kara kepada orang itu yang tak lain adalah Nikki.
"Hanya mau memberikan apa yang kau inginkan,." balasnya sambil memberikan sebuah card flashdisk.
"Aku sudah mengakses data yang kau minta dan itu yang kudapatkan serta bang Joe membantuku juga." sambungnya.
"Terima kasih. " ujar Kara sambil mengambil card flashdisk itu.
"Apa rencanamu yang sebenarnya selain
meruntuhkan sistem?" tanya Nikki langsung.
"Kau meminta paman Emil memberikan data diri tentang para siswa tetapi kenapa kau tidak meminta data yang kau sangat inginkan itu?" tanyanya lagi karena penasaran.
"Jangan terlalu banyak bertanya dan ikuti saja permainanku." balas Kara sekilas.
"Baiklah." ujar Nikki.
"Kau mau tidur denganku?" tanya Kara
setelah menancapkan card flashdisk di terminal mobile miliknya.
"Tentu saja." jawabnya langsung menuju ranjang Kara dan tidur di sampingnya.
Nikki merengkuh pinggang Kara dan menghirup aroma tubuh Kara sangat lama. Sebenarnya Kara dan Nikki memiliki hubungan yang sangat rumit selama ini. Nikki sendiri adalah kekasih dari Kara setelah kandasnya hubungan young dengan Keith. Mereka mulai dekat dan benih - benih cinta pun muncul. Sebenarnya, Kara sudah mengetahui jati
dirinya sebagai Lucifer namun baru sekarang ia mengendalikan penuh dirinya sendiri. Karena selama ini Prof. Albert yang selalu berada di sisi Kara dan mengendalikannya serta ingin membuat Kara hanya bergantung padanya. Nikki dan Rhea pun sudah menyadari hal itu sejak lama bahkan Jonathan juga tau soal ini. Mereka pun berjanji untuk merahasiakan masalah ini sampai tiba waktunya. Kara juga baru menyadari dirinya menyukai sesama jenisnya bukan wanita setelah hubungannya dengan Keith kandas karena dirinya seorang submissive.
"Aku merindukanmu." cicit Nikki pelan.
"Aku juga." balas Kara singkat yang masih terpaku pada terminal mobilenya.
"Benarkah? selama ini kau tak pernah peduli padaku dan lebih sering bersama dengan Rhea." Nikki mengeluarkan semua keluhannya selam ini.
__ADS_1
"Kau tau bukan selama ini kita bermain aman saja dan kau mau membongkarnya begitu saja hmm ...." sahut Kara tenang dan hanya mengelus surai rambut Nikki.
"Hanya lelah saja dengan kondisi kita saat ini dan aku berpikir di sini yang pihak bawahnya adalah aku. Karena terlalu patuh padamu." timpal Nikki sambil menenggelamkan wajahnya di punggung Kara.
Kara terkekeh mendengar perkataan dari Nikki dan berbalik lalu mengangkat Nikki ke pangkuannya.
Cupp
Kara mencium bibir Nikki sekilas lalu berkata, "Bersabarlah sebentar lagi, kau mengenalku bukan dan percayalah bahwa nanti kita akan selalu bersama tanpa perlu bersembunyi lagi."ujar Kara menyakinkan Nikki.
" Baiklah aku percaya padamu tetapi bisakah kau mempercayaiku juga." pinta Nikki sambil menangkup wajah Kara.
"Maksudmu?, " tanya Kara memalingkan
wajahnya yang berpura-pura tidak tau padahal ia tau maksud dari perkataan Nikki.
"Jangan mencoba bersikap seperti tidak tau apa - apa Youngie." tukas Nikki menarik wajah Kara agar menghadapnya.
"Bisakah kau mempercayaiku sepenuhnya tanpa keraguan sedikitpun?" tanya Nikki langsung sambil meraih kedua tangan Kara dan menggenggamnya erat.
Kara hanya diam sambil menatap ke arah Nikki yang sedang menatapnya dengan tulus. Tak tersirat sedikitpun kebohongan dari sudut bola matanya itu.
Nikki meraih tubuh Kara dan memeluknya erat sambil membisikkan sesuatu ke telinga Kara.
"I know but how long you will continue like this." bisik Nikki.
"I don't know, I don't know how long." balas Kara berbisik juga.
"Believe me, kami yang selama ini ada bersamamu tak akan pernah mengkhianati dirimu Lucifer " timpal Nikki sambil menyakinkan Kara.
"Prove it to me, by giving me your loyalty." pinta Kara dengan tatapan yang tajam dan senyuman yang sulit di artikan.
Nikki hanya diam karena terjebak dalam permainan kata milik young dan membuatnya tak bisa berkata lagi.
"Kenapa diam?"
"Itu sudah menjadi..." ujar Kara terpotong oleh Nikki.
__ADS_1
"Apa jika aku memberikannya kau akan mempercayaiku sepenuhnya?" tanya Nikki.
"Iya Nikki, kau tau tujuanku selain meruntuhkan sistem dan terlepas dari belenggu kakek. Aku ingin menemukan gerbang menuju dunia baru yang tertulis di buku Kuno itu. Dunia baru yang akan memberiku kehidupan yang baru. Sebelum dunia ini hancur tanpa tersisa." tukasnya cepat menjawab.
"Hancur." ulang Nikki.
"Iya, kau tau parlemen sedang kebingungan karena inti sihir yang ada di sana tidak berfungsi dan kita tidak bisa mengakses sihir dengan CAD milik kita." papar Kara menjelaskan.
"Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Nikki penasaran.
"Entahlah, aku kurang tau dan ku tau pasti Albgraham mengincar dunia baru itu juga. Dan gerbang dunia baru itu ada di sebuah labirin di tempat kita menjalankan misi besok." jawab Kara.
"Maksudmu Fasilitas Laboratorium Hunt Tech Griffin Technology." timpal Nikki.
"Alright." balas Kara.
"Baiklah, aku akan memberikan kesetiaan
kepadamu Lucifer." timpal Nikki.
la bangun dari duduknya lalu berlutut di
hadapan Kara dan menatap Kara secara
tenang. Setelah mendengar penjelasan Kara Nikki memutuskan dengan sangat matang.
"Aku..." ujar Nikki terpotong oleh Kara.
"Lucifer, aku Joker memberikan kesetiaan hanya padamu " timpal Kara
"Ulangi apa yang aku katakan tadi."
sambungnya.
Nikki hanya menganggukkan kepalanya dan mulai mengulangi perkataan Kara.
"Lucifer, aku Joker memberikan kesetiaan hanya padamu." ulang Nikki.
__ADS_1
Kara pun bangun lalu mencium sekilas bibir Nikki dan muncullah sebuah cahaya dari leher Nikki. Cahaya itu berubah menjadi Seal berbentuk bunga lily kecil di leher belakang Nikki.
To Be Continued