
"Ayah, dimana kakek menyimpan CAD Teknologi
itu?" tanya Seana penasaran.
"Menurutmu, dimana tempat yang paling aman
saat ini?" tanya balik Emil tanpa menjawab
pertanyaan putrinya.
"Fasilitas Laboratorium Hunt Tech Griffin Technology di kota Landsniueqa." balas Seana
yang mulai mengerti.
"Apa itu berada di fasilitas rahasia lab kakek di
bawah tanah? setahuku aku pernah melihat
sebuah brankas besar." sambungnya.
"All right, kau memang begitu pandai." timpal Emil
memuji putrinya.
Kemudian Emil terdiam sejenak dan Seana bertanya lagi membuyarkan pemikiran Emil.
"Ayah." panggil Seana.
"Iya putriku." balas Emil.
"Apa yang ayah pikirkan saat ini? " selidik Seana.
"Tidak ada." Emil menjawab cepat.
"Apa mereka mengetahuinya, ayah?" tanya Seana lagi.
"Iya, para master Theurgist dan Knight tau tapi mereka tidak tau pasti lokasinya dimana letaknya."
balas Emil.
"Menarik, menurut ayah apa yang akan terjadi besok? " lirih Seana bertanya.
"Ayah akan mengantarmu ke akademi dan lihatlah
besok apa yang akan terjadi." jawab Emil.
"Kenapa ayah selalu bermain teka - teki denganku
?" dumel Seana kesal.
"Hanya menyenangkan saja melihat wajah putriku
yang penasaran ini." goda Emil.
Seana turun dari dalam mobil dengan wajah kesal
dan mobil Emil pun meninggalkannya segera. Disaat hendak berbalik muncullah sosok Jonathan yang sedari tadi menunggu.
"Apa yang terjadi?" tanya Jonathan to the point.
"Udahlah nanti aja, capek mau istirahat dulu kakakmu ini. " balas Seana tanpa menjawab lalu
masuk ke dalam.
Di sepanjang koridor tak ada suara satupun yang
keluar dari mulut mereka dan mereka akan memilih diam untuk saat ini. Jonathan yang melihat wajah saudarinya terlihat kesal memilih tak melanjutkan untuk mengajukan pertanyaan yang ada dalam benaknya.
"Tadi situasinya sangatlah rumit dan juga di parlemen ayah memberitahu rahasia besar milik kakek." ujar Seana mulai percakapan saat menyadari tingkah Jonathan.
"Hah!....., rahasia apa yang di miliki kakek?" pekik Jonathan bertanya.
"Besok saja aku ceritakan karena aku benar - benar lelah." timpal Seana menyudahi ucapannya.
"Baiklah." balas Jonathan mengalah dan membuat
Seana senang karena untuk pertama kalinya
jonathan mengalah.
Pagipun telah tiba dan Seana sudah menceritakan
__ADS_1
segalanya ke Jonathan. Jonathan merasa terkejut
dengan rahasia yang di miliki sang kakek yang ia
anggap sebagai panutannya.
"Wow..., bukankah menurut nunna kakek sangat keren." ujar Jonathan kagum.
Karena sedari kecil Seana dan Jonathan sangat
dekat dengan Prof. Antonius. Terlebih lagi Seana
adalah cucu kesayangan dari Prof. Antonius.
"Apa yang akan terjadi pagi ini?" tanya Jonathan.
"Entahlah, aku tak tau apa rencana parlemen saat
ini dan aku hanya masih kesal dengan ayah." balas Seana sedikit geram mengingat perbuatan sang
ayahnya.
Alarm pemberitahuan berbunyi dan seluruh siswa
bergegas menuju aula utama di mana mereka di
harapkan berkumpul. Semua siswa dan para guru
sudah berkumpul di aula pertama bahkan para
dewan parlement atau clans master utama juga
ada. Clans master dan master theurgist serta Knight pun turut hadir juga di aula utama.
"Sepertinya ini yang di maksud ayah." gumam
Seana dalam hati.
"Apa yang di rencanakan pihak parlement? " pikir
Seana dalam hati.
"Selamat pagi semua, mungkin kalian binggung
kenapa sepagi ini kalian di panggil berkumpul di
sini. Berkumpulnya kalian di sini bukan tanpa
sebab karena ada sesuatu hal yang sangat
mendesak. Kalian tau kemaren di tempat ini
terjadi penyerangan dari Black ghost hunter.
Mereka mempunyai tujuan hingga menyerang
tempat ini karena di anggap pusat informasi bagi
Para parlement maupun Clans master theugrist dan Knight." tuturnya langsung to the point
"Namun ternyata mereka salah menduga dan
apa yang ia cari tidak ada di sini. " sambungnya
setelah menghela napas panjang.
Perangkat CAD Senjata Terintergrasi Ciptaan
Prof. Antonius Griffin." timpal Dennis yang berdiri di samping Prof. Albert.
"Itulah yang mereka cari dari kita." sambungnya.
" Prof. Antonius Marvel Griffin adalah
penemu dan pencipta dari CAD yang kita pakai
saat ini. Ciptaannya sudah melegenda sampai
sekarang. Perangkat CAD Senjata terintegrasi itu
adalah ciptaannya yang paling mutakhir yang
__ADS_1
harusnya hanya bisa di ciptakan 10 tahun ke depan." tukas Dr. Bobby.
Semua siswa maupun siswi berbisik - bisik takjub dan kagum dengan apa yang di ceritakan saat ini.
"Untuk itu kami pihak parlement meminta kalian
menemukan CAD senjata itu." ujar Prof. Albert
memecah kebisingan yang terjadi.
"Kalian akan di bagi menjadi beberapa kelompok
yang berisi 5 Theugrist dan Knight dengan
kemampuan elemen dan sihir yang berbeda yaitu Knight Attacker, Theugrist Defence, Knight Theugrist Alchemist, Knight Healer dan Theugrist Magic Engineering." sambungnya.
"Setiap tim terdiri dar 2 Theugrist, 2 Knight dan 1 Knight Theugrist untuk menjalankan misi ini." lanjutnya.
"Kami sudah membagi sesuai dengan aturan dan
hanya murid kelas 1 dan dua saja yang
menjalankan misi ini. " timpal Dr. Bobby.
"Silahkan kalian melihat nama kalian yang ada di
dalam terminal mobile kalian dan untuk para keturunan Theurgist dan Knight tolong untuk tetap tinggal di tempat ini," pinta Prof. Albert.
" Misi adalah Fasilitas Laboratarim Hunt Tech
Griffin Technology sudah dimulai dan silahkan kalian mempersiapkan diri." Dennis memberi instruksi.
Di aula utama semua siswa telah keluar dan yang tersisa hanyalah para keturunan master theugrist dan Knight serta dua keturunan griffin.
"Apa kau hanya diam saja nona griffin." cetus Dennis.
"Aku...,apa yang harusnya ku lakukan karena ini
tidak ada hubungannya denganku." balasnya
santai sambil berjalan mendekati Karabsambil
berbisik.
" CAD senjata itu sejatinya milikmu, jadi jangan
biarkan orang lain dapatkan itu." bisik Seana ke
Kara.
"Young." lanjutnya lalu kembali ke tempatnya
samping Jonathan.
"Kami sudah membagi kelompok untuk kalian
semua, bacalah di terminal kalian." ujar Dennis.
"Persiapkan barang- barang yang akan kalian
bawa." sambungnya.
"Pastikanlah kalian berhasil. " tukas Dr. Bobby.
"Baiklah. " balas mereka serempak.
"Dan untuk kau Young, usahakan kau mendapatkannya jika tidak kau tau apa yang akan kamu dapatkan." ancam telak Prof. Albert.
Kara yang sudah terbiasa dengan ancaman dari
Prof. Albert hanya menganggukan kepala saja.
Hyun terlihat kesal melihat sang kakek sedang mendesak dan mengancam adiknya. Namun saat ingin membela Kara dia hentikan oleh adiknya sendiri.
"Sudahlah, gue sudah terbiasa hyun." sela Kara
santai lalu pergi.
Kemudian Hyun menyusul Kara di ikuti yang lainnya.Semuanya sudah pergi meninggalkan aula umum dan menyisakan clans master Theurgist dan Knight.
To Be Continued
__ADS_1