Daivat System

Daivat System
Beautiful Stranger And Ace Bridwraltrent City 2


__ADS_3

"Maafin Youngie, soalnya Youngie di tantang sama Youlhan dan berakhir di hukum sama kakek." adu Kara ke Rhea sambil mendusel ke ceruk leher Rhea.


"Jangan marah sama Youngie karena di dunia ini cuma Rhea yang Youngie punya." lanjutnya dengan nada manjanya.


Rhea mengusak surai rambut Kara dan melepaskan diri dari Kara dan menangkup wajah sahabatnya itu.


Cup


Rhea mengecup singkat bibir Kara dan Kara hanya diam saja dengan raut wajah polosnya. "It's okay, but Youngie has to promise Rhea that she will never do this again. And Youngie had to ask Rhea's opinion about whatever Youngie wanted or did." ujar Rhea.


Kara menggangukkan kepalanya lalu berkata, "Youngie promised."


Rhea tersenyum dan mengalungkan tangannya ke leher Kara. Lalu Rhea mencium dan ******* bibir Kara duluan. Kara membalasnya dan tautan itu semakin dalam tapi Rhea bisa mengendalikan dirinya. Agar tak lepas kontrol dan membuat sahabatnya itu melepaskan pelukan mereka.


"Cih! Kayak gini ini modelan Friendzone tapi Friend with benefit juga." cibir Ann.


"Bilang aja iri." goda Youlhan.


"Sok tau banget sih." elak Ann.


"Udah ayok kita ke aula udah pada nungguin kita." ajak Rhea menengahi sambil mengandeng tangan Kara.


"Tunggu dulu." timpal Ann.


"Apa lagi Ann?" tanya Rhea agak kesal.


"Kok sekarang Bunny ngomongnya pake aku-kamu biasanya loe-gue?" tanya Ann penasaran.


"Kamu juga sama." timpal Kara.


"Mungkin karena perubahan hormon pada tubuh kita jadi sikap dan perilaku berubah." papar Youlhan sedikit berpikir.


"Mungkin juga sih." sahut Rhea setuju.


Akhirnya, mereka melanjutkan perjalanan ke aula dan berjalan sangat cepat. Sesampainya di depan pintu aula Kara terdiam dan hal itu membuat yang lain binggung.


"Rhea." rengek Kara dengan nada manjanya dan wajah sendunya.


"Why?" tanya Ann dan Youlhan.


"Kenapa Youngie?" tanya Rhea gemas.


"Malu." cicit Kara pelan.


"Nggak usah malu Youngie, lihat kita juga sama kayak Youngie and rileks aja...." Ann mencoba menenangkan Kara.

__ADS_1


"Takut." timpal Kara lagi teringat kejadian di masa lalu.


"Tidak usah takut, walaupun Prof. Albert itu sangat kejam padamu tapi dia juga menyayangimu Youngie. Percayalah padaku karena di saat aku merubah penampilanmu saat ini atas izinnya." terang Youlhan.


"Apa!!!" pekik ketiganya serentak.


"Kompak amat kagetnya." cengir Youlhan.


"Hannie nyebelin." gerutu Kara.


"Tapi pasti Hannie bohong sama Youngie." elak Kara tak percaya.


"Jujur saja, aku tak percaya soal Prof. Albert memintamu melakukan hal ini dengan penampilan sahabatku ini." timpal Rhea mendelik tak percaya.


"Tunggu aja reaksinya nanti." ujar Youlhan sok misterius.


Akhirnya, mereka segara membuka pintu dan masuk kedalam aula. Semua mata tertuju pada Kara dan yang lainnya serta Kara memeluk Rhea erat. Rheaapun mengajak Kara berbaris di barisan kelas mereka masing-masing.


"Kara, Ann dan Youlhan kemarilah " pinta Prof. Albert.


Kara yang mendengar panggilan kakeknya terpaksa melepaskan pelukannya dari Rhea. Dan berjalan perlahan menuju Prof. Albert di panggung dekat podium aula. Prof. Albert menatap Kara dengan tatapan takjub dan Kara hanya berjalan dan berdiri di belakang kakeknya. "Apa anda menyukai penampilan baru cucumu itu?" tanya Youlhan yang menghampiri Prof. Albert.


"Anggap saja begitu dan pantas saja Felix terobsesi denganmu. Kau sangat pandai merias diri dan membuat semua mata tertuju padamu." jawab Prof. Albert.


"Aku anggap ini pujian darimu tapi aku ingin berkata jujur padamu." timpal Youlhan.


"Bisakah anda berhenti mengekang dan menyiksa Young dengan rantai kekuasanmu? Aku tak tega sat dia bilang tadi malam anda menghukumnya dengan hukuman cambuk." tanya Youlhan.


"Aku melakukan hal itu ada alasannya dan lagipula dia pantas mendapatkan hukuman cambuk atas sikap tidak sopannya itu." balas Prof. Albert tanpa memberikan jawaban pasti.


Di sisi lain, Kara terlihat kesal mendengar ucapan dari kakeknya itu.


"Bunny." panggil Ann.


"Iya Swetty." balas Kara.


"Kok Swetty." sela Ann.


"Panggilan sayang aku ke kamu." balas Kara.


"Oke dech, kayaknya apa yang di katakan Youlhan benar dech." timpal Ann.


"Sepertinya." sahut Kara.


"Lucifer kenapa kamu diam saja?" tanya Emil yang mendekati Kara dan Ann sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Sialan, dia mau mengejekku." gerutu Kara dalam hati.


"Bukannya aku diam saja paman tapi aku hanya ingin melihat reaksi paman soal penampilanku ini." ujar Kara sambil menghampiri Emil.


"Miss me." bisik Kara dengan nada manjanya yang mengoda dan mengalungkan tangannya di leher Emil.


"Merindukan bibirku paman." lanjutnya mengoda Emil dengan aura dominannya.


Wajah Emil terlihat memerah karena malu dan Youlhan yang datang menghampiri berkata, "Ha..ha ...ha.., pastinya dia merindukan cucu kecilnya itu apalagi saat kemarin ia memakan bibir manismu itu Lucifer."


Kara langsung melepaskan tangannya dari leher Emil dan kembali ke samping Ann di ikuti Youlhan.


"Paman mencium putraku." hardik Castor yang baru datang dengan tiba - tiba.


"Putramu yang menggodaku dan juga bibir putramu sangatlah manis. " balas Emil seadanya.


"Ayah .., " pekik Seana dan Jonathan serempak yang berdiri di belakang Castor..


"Maafkan ayah nak, lihatlah baru sehari Young bergabung dengan Youlhan dan Felix kelakuannya


menjadi sangat licik." Emil membela dirinya sendiri.


"Jangan menyalahkan ku dan Felix paman karena


Lucifer tercipta dengan karakter seperti itu." timpal Youlhan tak terima.


"He is a Beautiful Stranger And Ace Bridwraltrent


City. " sambung Youlhan membungkam perkataan Emil.


"Mengunakan kecantikan untuk mengelabuhi


musuh adalah keahlian Lucifer dan anda tau itu


paman." timpal Youlhan lagi.


"Bukankah kau juga sama, Ashley." timpal Emil.


"Tentu saja, tetapi aku dan Lucifer berbeda walaupun kami sama - sama Submissive." balas Youlhan.


"Lucifer menguasai semua sihir element sedangkan aku hanya menguasai beberapa saja." sambungnya.


"Jangan terlalu merendah Ashley." pinta Kara.


"Itu kenyataannya Lucifer." balas Youlhan.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2