Daivat System

Daivat System
Pain & Revenge Plans


__ADS_3

Kara terdiam sedari tadi tanpa menyadari ada orang yang datang. "Tuan muda."


Kara menengok ke arah orang yang memanggilnya yang tak lai William dan Hyena. Kara hanya menatap mereka berdua dengan tatapan kosong dan keduanya merasa iba.


William mulai melepaskan ikatan yang membelenggu Kara dan mulai mengobatinya. Sementara Hyena mengambilkan makana untuk tuan mudanya dari Kantin.


"Makan dulu tuan muda." Pinta Hyena.


Dengan malasnya Kara memakan makanan yang di bawa oleh Hyena dan setelah selesai ia meminum obat yang di berikan William. "Beristirahatlah tuan muda, tuan besar bilang anda harus menjaga diri anda agar tetap sehat untuk menjalankan tugas yang ia berikan." ujar William sebenarnya tak tega mengatakan hal ini. Namun bila ia tak mengatakannya tuan mudanya akan tambah menderita dan juga saat ini mereka di awasi oleh orang kepercayaan Prof. Albert.


"Tentu saja, aku tak punyak hak sama sekali untuk menolak bukan?" tanyanya dengan senyuman miris padahal ia tua jawaban akan pertanyaannya itu.


Sebelum itu Kara juga sudah membuat surat permintaan maaf yang di perintahkan oleh Prof. Albert. Kara memberikan surat itu kepada orang kepercayaan Prof. Albert lalu berkata, "Bilang pada tuan besar jika pelayan ini sudah menyelesaikan tugas yang ia berikan."


"Baik tuan muda." balas orang itu langsung pergi meninggalkan Kara dengan kedua pelayannya.

__ADS_1


Grepp


William menarik Kara dalam pelukannya lalu berkata, "Menangislah jangan di pendam."


"Hiks." tangis Kara pecah dan tangisannya semakin keras sekan-akan ia mengeluarkan segala keluh kesahnya selama ini.


"Bang, apa gue nggak boleh bahagia? Kenapa tuhan selalu buat hidup gue semakin menderita setiap harinya." tanya Kara di sela tangisnya.


"Abang nggak bisa jawab pertanyaan kamu?" balas William seadanya.


"Hiks....abang tau nggak? Kemarin kakek bilang bahwa gue harusnya nggak pernah lahir kedunia ini. Gue sengaja di ciptakan buat jadi senjata manusia aja sama Prof. Antonius. Itu makna yang gue tangkap dari ucapan Kakek." sela Kara.


"Gue juga kotor bang, gue udah dilecehkan sama kakek tapi gue nggak bisa bilang ke orang lain karena gue takut." lanjutnya mengadu ke William.


William hanya diam mendengarkan keluh kesah Kara dan mencoba menenangkan Kara dengan memeluknya erat.

__ADS_1


"My sunshine dengarkan saran dari abang saat ini dan mungkin ini bis menjadi penyemangat bagimu." tukas William.


"Hiks ..hiks...apa bang?" tanya Kara.


William menangkup pipi Kara lalu berkata, "Kamu nggak pernah sendirian ada Abang, Hyena dan juga sahabat kami Rhea. Kami akan selalu berada di sampingmu di setiap saat."


"Saran abang kamu kumpulan semua orang yang kuat berada di sampingmu dan terutama kamu harus bisa mendapatkan semua kekuatanmu yang masih terpendam lewat misi kali ini. Buat ketiga pilar yang lain berada di sampingmu selamanya dan Abang akan membantumu dari belakang." lanjutnya memberi saran.


Kara terdiam mendengar perkataan William dan mulai setuju dengan ucapan William. "Abang benar, lagipula gue udah membuat rencana dengan Rhea. Tapi bang, cara ini agak licik dan Rhea harus berkorban juga." ragu Kara.


"Jadilah kuat sengaja Lucifer walaupun harus memanipulasi dan memainkan cara licik untuk mencapai tujuanmu. Bukankah Rhea bersedia tanpa mengeluh?" papar William.


"Iya bang tapi gue...."


"Percayalah pada kami terutama Rhea." harap William.

__ADS_1


"Baiklah abang, gue percaya sama kalian." balas Kara berusaha percaya semua akan berjalan sesuai rencana.


To Be Continued


__ADS_2