
Emil mengajak Kara dan Youlhan ke kastil dibelakang hutan sekolah. Saat memasuki kastil itu mereka terkejut melihat Felix sudah berada di kasti itu.
"Kau apa yang kau lakukan di sini? " tanya Emil sedikit ketus.
"Membantu." balasnya singkat.
"Membantu." ulang Kara.
"Wow ..., menarik sekali." lanjutnya dengan nada pelan.
"Hallo Lucifer, perkenalkan aku Felix dan lebih tepatnya Auror " ujar Felix memperkenalkan dirinya kepada Kara sambil berlutut memberi hormat dan mengambil tangan Kara lalu menciumnya.
Kara tersipu malu dengan perlakuan dari Felix dan Youlhan hanya mendengus sebal ke arah kekasihnya itu.
"Aku tersanjung akan perlakuanmu saat ini Auror." cicitnya sambil menangkup rahang Felix lalu memberi sedikit kecupan dibibir Felix.
"Yakk! ...., kau .... " pekik Youlhan kesal sambil mempouted bibirnya ke depan dan menghentakkan kakinya.
"Manis dan aromamu sungguh memabukkan Lucifer."
timpal Felix tanpa mempedulikan Youlhan yang kesal.
"Roses and Bubble Gum, I like it, " sambungnya.
"Tetapi, kau adalah segalanya bagiku Ashley walaupun Lucifer terlihat mempesona juga." bisik Felix sambil merengkuh pinggang Youlhan.
"Benarkah?" tanya Youlhan sumringah dengan mata berbinar-binar.
"Tentu. " balas felix sambil menghirup aroma tubuh Youlhan.
__ADS_1
"Orchid, itulah aromamu Kitty." timpalnya lagi mengoda Youlhan.
Youlhan tersipu malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"kau ingin membantu atau mau berpacaran." sungut Emil kesal.
"Maafkan aku paman, sepertinya aku lupa akan kehadiranmu saat melihat kedua Submissive didepanku." tutur Felix dengan cengiran.
"Kau .., menyebalkan." hujat Emil.
"Sudahlah, apa yang ingin paman bicarakan pada kami ?" tanya Kara langsung.
"Apa rencanamu?" tanya Emil balik tanpa
menjawab pertanyaan Kara.
"Maksud paman apa ? menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi." dumel Kara.
"Katakanlah, Lucifer." sambungnya dengan nada tinggi.
"Apapapun itu tidak ada hubungannya dengan misi ini " Kara mengatakan dengan jelas.
"Lalu apa rencana yang akan kau lakukan untuk misi ini, Lucifer? " tanya Felix tiba - tiba.
"Entahlah, aku belum merencanakan apapun untuk itu." balas Kara seadanya.
"Jika kau bilang ingin membantu katakan apa idemu?" tanya Kara balik.
"Cukup mainkan peranmu sebagai Lucifer atau sang ace di setiap langkah yang akan kau ambil." tukas Felix.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti." timpal Kara sambil memainkan matanya.
"Centil," cicit Youlhan kesal.
"Bodoh, dia itu lucifer dan begitulah sifatnya." runtuk Youlhan kesal sambil memukul pelan kepalanya.
"Kau kenapa ?" tanya Emil heran melihat tingkah Youlhan.
"Tidak apa - apa paman." balas Youlhan.
"Aku harap kau tak mengecewakan siapapun Lucifer." timpal Emil ambil menatap Kara.
"Tunggu saja , permainanku nant." balas Kara datar dengan senyuman smriknya.
"Paman, apa kau ingin bermain denganku." goda Kara dengan tatapan mengoda.
Kara memainkan matanya dan membuka satu kancing bajunya di bawah kerah kemejanya. Kara mendorong tubuh Emil ke tembok sambil mengalungkan
tangannya ke leher Emil. Kara mengeluarkan aura dominasi sebagai Lucifer dan membuat sang dominat terpancing sehingga mencium serta ******* gemas bibirnya. Emil menekan tengkuk Kara untuk memaksanya membuka mulutnya sambil
mengobrak - abrik lidah young yang membuat ia hampir kekurangan oksigen.
"Eunghhhhhh...., " desah Kara sambil berusaha mendorong Emil dan berhasil ia lakukan.
"Maaf " sesal Emil.
"Tidak apa - apa paman, itulah caraku untuk memenangkan permainan ini." balas Kara lalu pergi meninggalkan Emil sendiri.
"Sialan!." umpat Emil kesal karena terperangkap jebakan Kara tadi.
__ADS_1
To Be Continued