Daivat System

Daivat System
Terungkapnya Sejarah & Rahasia Bridwraltrent City


__ADS_3

Di aula para anggota parlemen sedang duduk menunggu yang lain datang dan terlihat sekali Prof. Albert sangat gelisah.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini , albert?" tanya Dennis.


"Entahlah, aku ragu tetapi tak ada pilihan lain." balas Prof. Albert.


"Menurutku ada solusinya dan kita perlu berunding dengan Clans master Theurgist serta Knight." timpal Dennis.


"Itu yang aku tidak inginkan, apa lagi kau tau bagaimana putraku." balas Prof. Albert tak setuju.


"Aku takut ia malah memanfaatkan kondisi saat ini untuk keuntungannya." tambahnya.


"Baiklah, tetapi apakah Emil setuju dengan idemu itu?" tanya Dr. Bobby.


"Setuju kecuali ... " balas Prof. Albert berhenti sejenak.


"Kecuali apa ?" tanya alex tak sabaran.


"Kecuali apa?"tanya Dennis tak sabaran.


"Soal infinity burst stone, ia tak mau kita


memberitahukan soal itu kepada young, " balas Prof. Albert.


"Ikuti saja yang Emil katakan dan barulah kita bertindak." timpal Dennis.


Youlhan berjalan menuju kastil dimana tempat ia tinggal sekarang. Raut wajahnya terlihat senang saat ia mengoda Kara dengan panggilan bunny. Sesampainya di kastil ia melangkah menuju ke kamarnya dan terkejut melihat seseorang dengan senyuman manis duduk di kasur.


"Miss me, my Little Kitty." ujarnya dengan senyuman manis.


"Yes, I miss you so much." balas Youlhan lalu duduk di pangkuan orang itu yang tak lain adalah Felix.


Felix hanya mengelus rambut Youlhan yang sedang bergelayut manja di pangkuannya dan juga mencium kening Youlhan dengan lembut.


"Felix, sebenarnya apa tujuanmu?" tanya


Youlhan seraya turun dari pangkuan Felix dan duduk di sampingnya.


"Maksudmu apa?" tanya balik Felix.

__ADS_1


"Maksudku kenapa kau mau membantu Young dan mengkhianati Lucas serta Albgraham ?" tanya lagi Youlhan.


"Entahlah, aku hanya suka bermain - main lagi pula aku juga muak dengan kedua ayah dan anak itu." balas Felix sesuai apa yang ia pikirkan.


"Kau tau aku ini play maker dan juga seorang hacker bukan." sambungnya.


"Iya, tetapi aku masih binggung saja dengan sikapmu itu." timpal Youlhan.


"Baiklah, dengarkan aku dan jangan memotong pembicaraanku." ujar Felix.


"Baiklah." tukas Youlhan singkat.


"Kau tau Bridwraltrent city ini di ciptakan dengan tujuan evolusi perdamaian dunia dengan 4 pilar penyeimbang yaitu aku, kau, Lucas dan Kara." ungkap Felix.


"Prof antonius membuat aturan untuk kita bahwa kita hanya akan patuh dan tunduk pada aturannya saja. Namun aku dan Lucas tidak akan menyetujui sepenuhnya aturan itu dan berniat merubah aturan itu. Karena merasa aturan itu seperti membuat kita menjadi boneka yang dikendalikan bagi Prof. Antonius untuk di kendalikan." sambungnya.


"Sebenarnya aku dan Lucas berencana untuk membuat takdir kami sendiri tanpa campur tangan Prof. Antonius. Karena itulah aku mencoba membantu Albgraham ketika ia mulai bertengkar dan berselisih dengan Prof. Antonius. Awalnya aku pikir Lucas memiliki pemikiran yang sama denganku namun nyatanya aku salah. la juga ingin menguasai dunia seperti ayahnya itu dan mencoba mengendalikan aku."tambahnya.


"Lalu?" cicit Youlhan pelan.


"Akhirnya aku menyusun rencana lain tanpa sepengetahuan mereka karena merasa akan dikhianati. Aku mengadu domba mereka tanpa mereka sadari lewat Young. Karena Lucas dan Albgraham pikir mereka yang mengendalikan permainan padahal akulah yang mengendalikan permainan ini sang play maker." ujarnya dengan senyuman liciknya.


"Jadi karena itu kau menyuruhku membawa Young pergi agar rencanamu berhasil." tukas Youlhan mulai mengerti.


Youlhan.


Youlhan hanya mempouted bibirnya karena kesal rambutnya di buat berantakan oleh Felix.


"Lalu bagaimana dengan black ghost hunter?" tanya Youlhan penasaran.


"Mereka masih dalam kendaliku karena aku yang memimpin dan pemimpin mereka." balas Felix.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?"tanya Youlhan.


"Emm .... tunggu saja honey." ujar Felix tanpa menjawab pertanyaan Youlhan.


"Ih .... nyebelin, jadi main rahasia - rahasia sama aku." dumel Youlhan sambil mempouted bibirnya yang mungil.


Cupp

__ADS_1


Felix mengecup bibir Youlhan sekilas dan hal itu membuat pipinya menjadi merah merona.


"Bagaimana dengan Prof. Antonius?" tanya Youlhan.


"Tenanglah, dia aman bersamaku." balas Felix sambil mengelus kembali rambut Youlhan.


Tanpa mereka sadari ada yang sedari tadi


menguping pembicaraan mereka yang tak la adalah Emil.


"Dimana ayahku?" tanya Emil dengan nada mengintimidasi yang tiba-tiba muncul.


"Kau."pekik mereka serempak.


"Cl!.., aku tak menyangka akan ada tamu tak di undang." desis Felix.


"Sudah jangan mengatakan hal yang berbelit - belit dan katakan dimana


ayahku?" tanya Emil to the point.


"Dimanapun dia aku tak akan memberitahumu paman." ujar Felix ketus.


"Urusi saja urusanmu dulu saat ini barulah menemui ayahmu." timpalnya.


"Maksudmu?" tanya Emil.


"Rencana paman mengatakan yang sebenarnya kepada semua orang termasuk Young." balas cepat Felix.


"Ini Flash Card berisi semua data tentang


Bridwraltrent city dan kami milik ayahmu, paman." sambungnya sambil berjalan menghampiri Emil dan memberi flash card itu.


"Darimana kau mendapatkannya?" tanya Emil.


"Aku saja sangat susah untuk mengakses data ayahku." lirih Emil bertanya ke Felix.


"Kau lupa paman, aku kan play maker dan juga hacker terbaik ciptaan ayahmu. Jadi sangat mudah bagiku mengakses data ayahmu." balasnya membanggakan dirinya sendiri.


"Kau tidak pernah berubah, tetap angkuh." desis Emil mencibir Felix.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi dulu ya dan selamat berjuang." ujarnya langsung menghilang.


To Be Continued


__ADS_2