
Di suatu pagi seseorang datang ke aula umum akademi sambil mengendong Kara yang tak sadarkan diri di punggungnya. Keadaan Kara saat ini sungguh sangat mengenaskan karena sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka - luka.
"Young!!!" pekik semua orang.
"Siapa kamu?"tanya Emil langsung.
"Aku Youlhan dan hanya itu yang bisa kalian ketahui." balasnya santai.
"Bukannya sebaiknya kalian mengobati Young saat ini." sambungnya.
Youlhan mengikuti langkah Ann menuju asrama untuk mengobati tubuh Kara. Sesampainya di asrama, Ann membuka pintu ruangan dan segera membuka pintu kamar Kara serta menyuruh Youlhan menaruh tubuh Kara di ranjangnya.
Youlhan menaruh tubuh Kara di ranjang tersebut secara perlahan dan Hyun mulai mendekati ranjang adiknya serta mulai mengobatinya dengan kekuatan sihirnya.
"Terima kasih karena sudah menyelamatkan adikku." ungkap Hyun tulus.
"Terima kasih kembali dan lagi pula dia akan menjadi masa depan bagi umat manusia oleh karena itu aku harus menyelamatkannya." balas Youlhan misterius.
"Maksudmu apa Youlhan?." tanya Ann bingung dengan perkataan Youlhan.
Saat Youlhan hendak menjelaskan Emil menarik tangan Youlhan menjauh dan keluar dari kamar Kara.
......................
Di tempat lain dua orang sedang saling bersitatap dengan tatapan yang sangat mencengkam bahkan membuat Lucas terdiam sejenak.
"Kau lihat apa yang di lakukan kakakmu itu." ujar Albgraham geram.
"Dia Youlhan dan dia bukan kakakku akan tetapi dia kekasihku, Albgraham." elak orang yang dihadapan Albgraham dan orang itu bernama Felix Seandy Pierre.
"Aku tau kau marah kepadanya Albgraham tetapi ingat, aku yang memegang kendali saat ini." sambungnya dengan ancam telak.
"Oh Shitt! hanya karena Youlhan kau berani dan mulai mengancam ku." decak Albgraham kesal menahan amarah.
"Kau ingat tanpa bantuanku kau tak bisa
__ADS_1
mengalahkan Prof. Antonius." timpal Felix menekankan nadanya.
"Kau ..." erang Albgraham.
"Felix aku harap jangan karena Youlhan kau mengorbankan kerja sama yang kita buat selama ini." tutur Albgraham berusaha memendam amarah dan kekesalannya.
"Tenang saja tuan Albgraham, aku tak akan pernah lupa soal itu." balas Felix.
"Bukankah harusnya aku yang marah karena Youlhan menculik tahananku Young." celetuk Lucas kesal.
"Kenapa malah kalian yang bertengkar?" tambahnya bertanya.
"Wow, maaf aku lupa bahwa Young adalah tahananmu sekaligus calon kekasihmu." desis Felix menyindir.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang untuk mencari tau keberadaan My Little Kitty." ujar Felix lalu pergi meninggalkan Albgraham dan Lucas.
"Woy, tunggu aku."sela Lucas mengikuti Felix.
Felix dan Lucas berjalan keluar dari rumah
Albgraham menaiki mobil Felix menuju kediaman Felix. Felix menyuruh supirnya untuk menjalankan mobilnya dari kursi penumpang bersanma Lucas.
" Lucas Attala Albgraham , ada apa
denganmu?" tanya Felix.
"Tidak biasanya kau bersikap seperti ini." lanjutnya.
"Namaku Lucas Attala Doherus bukan Lucas Attala Albgraham." selanya kesal.
"Dia bukan ayahku dan dia sebenarnya...." lanjutnya di potong oleh Felix.
"Dia sebenarnya apa?" potong Felix bertanya.
"Aku merasa sepertinya Albgraham akan mengkhianati kita." balas Lucas sedikit kaku.
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi karena aku mempunyai kartu asnya dan biar aku yang akan mengurusnya tenanglah." timpal Felix menyakinkan Lucas.
"Akan tetapi, dia ayahmu, apa kau tak keberatan jika aku ...." ujar Felix terbata - bata.
"Bodoh, sekali lagi aku tekankan dia bukan ayahku dan lakukan sesuka hatimu. Lagi pula dia tak pernah menganggap aku putranya tetapi hanya sebuah senjata." sahut Lucas menukas cepat.
"Ck.., memang benar buah tak jauh beda dari pohonnya." runtuk Felix kesal karena di panggil bodoh oleh Lucas.
"Sifat kalian tak jauh beda." sambungnya.
"Ayolah kawan, aku hanya bercanda dengan cara memanggilmu bodoh. " goda Lucas mencoba merayu Felix.
"Kau juga tau aku masih kesal dengan kelakuan kekasihmu itu." sungut Lucas.
"Ck! ..., aku tak menyangka kau bisa semarah itu
hanya karena Young." desis Felix.
"Kau tak tau apa rasanya menjadi aku di saat waktu pertama kali melihatnya dan ingin rasanya aku melihatnya tersiksa di bawah kungkunganku." timpal Lucas sambil membayangkan wajah Kara.
"Aku sangat bahagia bahkan membayangkan bawa aku yang akan menyiksanya dan menjadikan
dia milikku. " tambahnya.
"Ck ..., sepertinya aku harus mengutuk Prof. Antonius yang membuat kita menjadi seperti ini." erang Felix memendam kebencian dan amarahnya.
"Iyaa aku setuju soal itu, kenapa ia membuat kita
menjadi seseorang penyuka sesama jenis. Tetapi kita juga menyukai wanita juga secara alamiah." timpal Lucas.
"Apa karena dunia hancur terkena nuklir makannya
otaknya jadi konslet atau dia mempunyai maksud
tertentu membuat kita seperti ini. " tukas Felix.
__ADS_1
"Mungkin saja." balas Lucas singkat.
To Be Continued