Daivat System

Daivat System
Percakapan Absurd


__ADS_3

"Woy, ayo kita pergi ke aula. " ajak Charlo berteriak sambil mengetuk pintu kamar Kara.


Pintu kamar Kara terbuka dan Charlo terdiam karena terpanah melihat pemandangan yang aneh hari ini. Melihat tampilan beda dari Kara dan Ann sampai dia mencubit pipinya sendiri saking tidak percaya serta kagetnya.


"Ssst, sakit banget gue kira mimpi." celetuk Charlo.


"Bawel loe, ayo kita cabut Young." ajak Ann sambil


memegang tangan Kara untuk menyembunyikan


dari Charlo.


"Tunggu .... " cegah Charlo.


"CK..., apa lagi sih Charlo!" runtuk Ann kesal.


"Kalian yakin mau ke aula pake baju dan tampilan


kayak gini?" tanya Charlo dengan nada mengejek.


"emm .., nggak yakin sih." balas Kara tak percaya diri.


"Tapi kita nggak ada waktu lagi buat cari pakaian lain dan pakaian kita pada basah semua." timpal Ann.

__ADS_1


"Emang loe ada baju ganti buat kita?" tanya Ann.


"Gak ada sih." balas Charlo.


"Kalau ga ada ngapain tanya lagi. "dumel Ann dengan nada ketus.


"Sabar Ann." pinta Kara menenangkan temannya.


"Abis gue ngak rela kalian pergi dengan tampilan kayak gini karena rasanya gue mau kurung aja loe berdua buat gue." goda Charlo sambil memainkan


matanya.


"Gue nggak nyangka aja kalian bisa jadi cantik dan feminim kayak gini." lanjut Charlo.


"Bawel loe, udah ayo ke aula sekarang atau loe mau kita kena omelan, hah!" pekik Ann.


"Nggak maulah, masa udah cantik kayak putri raja gandengan sama tukang bakso." cibir Ann.


"Masa gue ganteng katak gini di bilang tukang bakso." dumel Charlo.


"Udah jangan pada berantem mending kita pergi sekarang, ayo." ajak Kara sambil mengandeng tangan Charlo untuk menengahi keduanya.


"Ayo Bunny, let's go." ujar Charlo mengajak Kara duluan meninggalkan Ann.

__ADS_1


Sepanjang jalan mereka hanya diam masing - masing karena tidak ada yang memulai pembicaraan. Di koridor pun tampak sepi karena semua sudah berada di aula umum. Charlo megenggam tangan Kara erat walaupun orang yang digenggam merasa risih. Ann hanya mengumpat dalam hati tentang kelakuan Charlo saat ini.


"Dasar Pedofil." sarkas Ann dalam hati.


"Lepas, kayak orang mau nyebrang aja. " ketus Ann geram sambil melepaskan tangan Kara dari Charlo.


"Cemburu ya loe." desis Charlo sambil mengoda Ann.


"Idih, amit - amit gue cemburu sama loe karena gue masih normal kali dan kalau pun gue gay gue pilih-pilih dong. Masa gue mau pacaran sama orang model pasaran kaya loe." balas Ann tak terima sambil mencibir Charlo.


"Iya kan, Young." sambungnya.


"Iya." balas Kara singkat karena tak mau berbicara panjang lebar.


"Young." rengek Charlo.


"Sumpah loe lebay banget." desis Ann.


"Lagian kalian curang main nyerang berdua." sela Charlo.


"Itu faktanya Charlo, gue bilang terus terang dan nggak ada yang di buat-buat." timpal Ann.


"Please dech, jangan berantem lagi." ujar Kara jengah.

__ADS_1


Mereka mempercepat langkah mereka hingga tiba di pintu aula dan saat ingin masuk Kara sangat ragu. Penyebabnya karena penampilan Kara hari ini membuatnya teringat akan sesuatu hal. Hal itu yaitu kejadian dimana ayah dan kakeknya hampir saja memperkosa dirinya karena penampilan seperti saat ini. Hanya Hyun dan Dee berserta tantenya yang sangat mengerti Kara.


To Be Continued


__ADS_2