
"Maaf Prof. Albert, aku belum bisa menguasai semuanya jadi tolong mengerti." lanjutnya memberi hormat layaknya seorang pesuruh.
Dari kejauhan Jonathan yang hendak pergi kembali dan melihat kejadian itu dia seperti sangatlah kesal.
"Young ..... Young....., gue kasihan sama loe karena beban yang harus loe tanggung di keluarga itu." Jonathan bergumam sambil mendecakan lidahnya.
"Apa loe hanya berdiam diri melihat penerus kita di perlakukan seperti itu?" ujar seseorang bertanya dan dia yang berada di belakang Jonathan.
Jonathan merasa mengenal suara itu dan menoleh ke belakang sambil menggerutu tak jelas.
"Loe ....., sedang apa di sini?" desis Jonathan bertanya dan kesal.
"Tentu saja, untuk Young keponakanku." ujarnya santai.
"Jika Young bersamamu sama saja ia keluar dari kadang macan masuk kadang singa " dengus Jonathan.
"Apa seperti itu pemikiranmu terhadap
keluargamu sendiri?" cibir gadis itu.
"Apa kau tak sadar? Selama ini kita hanya menjadi boneka seperti sekarang." timpal Jonathan.
Josette Rosseana Griffin adalah orang yang sedang berbicara dengan Jonathan yang tak lain adalah saudara kembarnya. Seana lebih tua 15 menit dari Jonathan dan merupakan kakak dari Jonathan yang sangat cantik.
"Menurutku, tidak sepenuhnya benar dan bahkan orang tua kita tidak seperti itu bukan. Dan jawab pertanyaan gue tadi?" celetuk Seana bertanya.
"Gue tau itu tapi gue bisa berbuat apa karena keluarga kita juga diam saja kan." balas Jonathan.
"Huft.., lupakan pembicaraan kita dan ada hal apa loe ke sini ?" tanya Jonathan langsung.
"Gue hanya ingin memberitahu Young, bahwa ia harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk." balas Seana.
"Maksud loe apa?" tanya Jonathan binggung.
"It's time for war." ujar Seana.
"Bagaimana kakak tau soal perang ini?" tanya Jonathan sopan karena ingin sang kakak kembarnya menjawab pertanyaannya.
"Loe pasti lupa soal keahlian gue dalam mencari informasi apapun." balas Seana menyombongkan dirinya.
"Whatever."
"Bagaimana dengan keluarga Griffin yang lain pasti tidak setuju ?" timpal Jonathan bertanya.
"Bukankah keluarga Griffin hanya keluarga kita yang tersisa."ujar Seana menjawab pertanyaan Jonathan.
"Gue lupa hal itu." cengir Jonathan cengengesan.
"Tujuan gue memberitahukan soal warisan keluarga kita yaitu Terrance." ujar Seana.
"Bukankah ini terlalu cepat Kak dan Young belum tau soal hal ini. Lagian juga dia belum bisa mengunakan Terrance." ujar Jonathan.
"Dia harus berlatih." cetus Seana.
__ADS_1
"Tetapi Kak, roh suci belum memberi dia Inprite." sela Jonathan.
"Inprite akan muncul saat waktunya tiba bukan dan kita tidak punya waktu lagi. Karena Albgraham sudah mulai beraksi. Kalau kita terlambat maka apa yang di lindungi Kakek dan Kak Hyeonji akan hancur." tutur Seana sambil melanjutkan perjalanan menuju Kara.
Di sisi lain, Prof. Albert menjelaskan segalanya kepada semua orang dan mereka terkejut akan hal ini. Bahkan Castor tak bisa berkata - kata lagi
karena ia tak mengetahui kebenaran tentang ini. Kebenaran dari istri dan kedua putranya itu bertahun - tahun yang lalu.
"Aku tak menyangka keluargamu memiliki kisah seperti ini." lirih Dennis.
"Jadi Young itu adalah bom hidup atau bisa dibilang senjata nuklir hidup?" tanya Dr. Bobby sambil melirik Kara.
"Begitulah namun aku tidak tau secara rinci karena hanya sebagian saja yang ku ketahui." sahut Prof. Albert.
"Kenapa ayah merahasiakan hal sebesar ini dariku?" tanya Castor menuntut.
"*ni permintaan dari istrimu Hyeonji dan ayah sudah berjanji padanya." balas Prof. Albert.
Castor menatap Kara dengan tatapan penuh penyesalan dan emosi yang ia pendam. Kara tidak tua hal itu dan ia hanya diam saja.
"Fiuhhhh....." Kara menghela napas karena merasa terintimidasi dengan tatapan dari para tetua Clans Master Theurgist.
"Fakta ini adalah hal yang menakjubkan bagiku dan juga kita harus membuat persiapan yang matang untuk melawan Albgraham." sela Dennis.
"Aku setuju karena musuh kita saat ini tak lemah dan juga kita tidak boleh lengah saat ini."timpal Dr. Bobby.
"It's time for war." desis Prof. Albert.
Seana berjalan menuju tempat dimana terjadi percakapan sengit antara Prof. Albert dan Clans Master Theurgist tentang Kara. Permasalah yang terjadi
"Apakah para Clans Master dan Master Theurgist hanya bisa berdebat saja tanpa tindakan." cibir Seana yang baru tiba.
"Kau anak kecil, jadi kau tak perlu ikut campur dan siapa kau ?"sunggut Dennis merasa kesal.
"Siapapun aku bukan urusanmu, tuan Dennis terhormat." ujar Seana datar.
Seana menghampiri Kara dan memeluknya walaupun Kara sedikit terkejut akan pelukan itu. Kara hanya diam karena merasa aman dan nyaman di pelukan seanna seakan ibunya yang memeluk dirinya.
"Kau tidak sendiri young karena masih ada kami yang peduli padamu." ujar Seana sambil memeluk dan
mengelus lembut rambut Kara.
"Untuk saat ini yang perlu kamu lakukan adalah kuasai Terrance milik keluarga Griffin." lanjutnya berbisik.
" Terrance." ulang Kara pelan dan binggung.
"Apa itu?" tanyanya masih binggung.
Seana mengerutkan dahinya melihat pertanyaan yang terlontar dari mulut Kara. la tertawa pelan karena merasa adiknya merupakan biang masalah
dalam hal ini. Bagaimana bisa Kara tak tau apapun dan mengetahui soal Terrance. Lalu, apakah Prof. Albert tak menjelaskan keseluruhan kepada Kara atau ia juga tidak tau soal Terrance.
"Apa kau ingin menjelaskan padaku, Jonathan?" tanyanya kepada Jonathan yang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
"Ayolah Seana, aku tak bisa memberitahu
segalanya kepadanya kedua keponakan kita karena..." elak Jonathan membela
diri.
"Karena keluarganya itu." lanjutnya.
"Apa maksudmu Joe?" tanya Seana lagi.
"Jelaskan padaku." pinta Seana dengan nada tinggi penuh intimidasi.
"Aku hanya mengajarkan cara untuk mengendalikan kekuatannya saja karena Prof.
Albert tidak memberitahu Young soal artefak itu dan ia juga tidak tau kegunaan artefak itu kak." tutur Jonathan menjelaskan.
"Huft.., ternyata masih banyak hal yang harus aku urus di sini." timpal Seana.
"Apa kau membawa peninggalan kakakku tuan
bukan maksudku Prof. Albert?" tanya Seana to the points dengan santai.
"Untuk apa kau tanyakan soal itu?" tanya balik Prof. Albert tanpa menjawab pertanyaan Seana.
"Bagaimanapun artefak itu ataupun isinya adalah
warisan keluarga Griffin dan yang berhak atasnya
adalah Young serta Hyun. "ujarnya memperjelas
segalanya.
Prof. Albert tak bisa berkutik apa - apa dan mengeluarkan benda yang ia bawa yaitu Artefak OpheRone dan Serum OnlyPhio.
...----------------...
...Artefak OpheRone...
...Serum OnlyPhio...
...----------------...
"Apa hanya ini yang kau simpan?" tanya Seana tak percaya.
"Tentu saja, hanya itu saja." balas Prof. Albert seadanya.
"Aneh, apa Kak Hyeonji sengaja tidak memberitahunya soal Terrance." pikir Seana dalam hati.
"Benda apa itu?" tanya Dr. Bobby penasaran.
__ADS_1
To Be Continued