
Emil menatap kepergian felix sambil menghela napas panjang tanpa melirik ke arah Youlhan.
"Tenanglah, aku yakin ayahmu baik - baik saja paman." ujar Youlhan memahami kondisi emil saat ini.
"Aku marah padamu karena kau menipu kami, Youl." sergah Emil dengan tatapan kecewa.
"Maaf. " cicit Youlhan pelan menyesal.
"Aku hanya mengikuti permainan Felix, paman." sambungnya.
"Baiklah, ayo ikutlah denganku menuju aula karena semua sudah ada di sana." ajak Emil ke Youlhan.
"Baiklah, " ujar Youlhan sambil mengikuti langkah Emil.
"Apa kau mulai menyukai Felix,Youl?" Emil bertanya selama dalam perjalanan.
"Sepertinya , walaupun awalnya aku membencinya karena mengurungku tetapi dia selalu bersikap dan memperlakukanku dengan baik." balas Youlhan dengan senyuman.
"Aku lega kalau itu yang terjadi." timpal Emil.
"Jangan merasa bersalah paman , semua sudah terjadi." ujar Youlhan.
"Aku hanya merasa bersalah karena ayahku merubah kalian." timpal Emil.
"Mungkin ini takdirku dan jangan pernah menyalahkan diri sendiri paman. " lirih Youlhan.
"Baiklah dan terima kasih. " balas Emil.
Dikamar asrama Kara sedang bersiap- siap dengan memilih pakaian yang akan ia pakai. Di lemarinya sudah kosong karena pakaiannya sudah ia cuci dan belum kering. Yang tersisa hanya
kemeja putih transparan dan celana jeans panjang pemberian dari sahabatnya rhea sebagai hadiah ulang tahunnya. Karena pertemuan kali ini semuanya di perbolehkan memakai pakaian bebas. Akhirnya Kara Pun terpaksa memakainya walaupun jujur ia ragu untuk memakai pakaian itu. la sempat kesal pada sahabatnya yang memberikan pakaian itu.
Kara mengingat dimana saat Rhea memberi hadiah itu kepadanya.
#Flashback On
"Young, happy birthday ya." ucap Rhea kepada Kara.
"Makasih." balas Kara.
"Ini ada hadiah buat loe." timpal Rhea memberikan sebuah paper bag kepada Kara.
"Thanks, gak perlu repot - repot Rhea karena loe ingat ultah gue juga udah senang." ujarnya sambil mengambil paper bag dari tangan Rhea.
"Ga papa, udah buka dulu." pinta Rhea.
__ADS_1
Kara pun membuka paper bag itu dan mengambil sebuah kotak yang ada di dalamnya. Ketika kotak itu di buka berisi bedak, Foundation , liptbam dan
parfum aroma bunga lavender kesukaan Kara.
"Suka nggak?" tanya Rhea sambil menatap Kara dengan senyuman manis.
"Suka ko, Thanks ya." balas Kara sambil memaksakan senyumannya.
"Gue tau barang itu nggak bakal berguna buat loe tapi gue pikir lagi nanti loe juga bakal butuh itu buat keadaan terdesak dan semua sesuai sama kulit loe." timpal Rhea.
Kara terharu dengan ucapan dari Rhea lalu ia berkata,"Loe emang sahabat terbaik sedunia, gue sayang banget sama loe, Rhea." ujar Kara sambil memeluk Rhea.
"Ada satu lagi kadonya." tukas Rhea dengan nada mengoda.
Karena penasaran Kara membuka paper bag itu lagi dan melihat isinya. Kara kaget saat tau paper bag itu berisi kemeja putih yang agak kebesaran dan celana levis pendek selutut yang agak sedikit ketat.
"Rhea, kenapa loe membelikan gue pakaian seperti ini " dumel Kara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gue suka melihat loe terlihat cantik dan sexy jika memakai itu kayak waktu loe pakai baju kak Jonathan."goda Rhea.
"Gue cowok mana ada cantik." runtuk Kara kesal.
"Ada dan itu loe kan cantik." goda Rhea lagi.
#Flashback Off
"Aneh, ada apa dengan tubuh gue?" tanya Kara dalam hati.
"Badan gue malah tambah montok sih." gerutu Kara dalam hati.
"Gue harus merias diri agar tak terlihat berbeda dari biasanya." timpalnya dalam hati sambil mengambil kotak pemberian Rhea yang berisi benda yang ia butuhkan saat ini di dalam lacinya dan ia juga
mengambil kotak obat yang di berikan tantenya.
"Ya udah abis " lirih Kara saat membuka kotak obat miliknya.
"Apa karena gue ngak minum obat jadinya badan gue kelihatan kayak gini?" pikirnya dalam hati.
Kara membuyarkan lamunannya lalu membuka kotak yang berisi bedak, foundation , liptbam dan parfum pemberian Rhea. la segera merias wajahnya agar tampak terlihat lebih fresh dan tak lupa memakai liptbam di bibir mungilnya serta parfum.
"It's perfect."gumam Kara dengan suara kecil memuji penampilannya saat ini setelah memakai make up.
Kara tak menyadari kehadiran Ann yang sedari tadi masuk tanpa mengetuk pintu. la tersenyum melihat sahabatnya memuji dirinya sendiri seperti seorang gadis.
"Bunny, boleh pinjam liptbamnya?" goda Ann bertanya.
__ADS_1
Kara yang mendengar suara Ann menengok ke arah samping dan terkejut melihat Ann sudah berada di dalam kamarnya dan Ann mengunci pintu
kamar Kara lalu mendekatinya.
"Puppy, pinjem liptbamnya ya soalnya punya gue abis" ujarnya sambil memakai liptbam ke bibirnya tanpa peduli sudah diizinkan sama yang punya.
Kara terkejut dan terperangah melihat penampilan Ann saat ini yang sama sepertinya. Ann sangat enjoy menunjukan sisi feminimnya tanpa canggung kepada Kara. Kara hanya diam dan mengamati
penampilan Ann yang sangat cantik dan imut. Ann memakai kemeja dengan warna biru yang agak kebesaran dan celana levis seperti Kara.
"Woy, jangan liat gue terus malu kan." ujar Ann mencicit dan membuyarkan lamunan Kara.
"Sorry." timpal Kara sambil cengir kuda.
"Ann, loe....."ujar Kara terbata - bata takut menyinggung perasaan Ann.
"Kaku banget loe, kita kan sama dan gue emang aslinya kayak gini." balas Ann sambil memasang wajah cute.
"Emm , gue cuma nggak percaya aja sama apa yang gue liat dan loe tau kan selama ini kita nggak menunjukkan sisi ini ke orang lain." timpal Kara.
"Gue paham kok, tetapi sejak kapan loe jadi Non- Biner atau Dominat Submissive ?"tanya Ann penasaran.
"Maksud loe apa?" tanya Kara binggung.
"Jangan bilang loe gak tau soal Submissive?" tanya balik Ann.
"Rmang gue ngak tau soal itu dan emang apaan sih?"ujar Kara masih binggung.
"Emang keluarga loe nggak ada yang kasih tau?" tanya Ann kalem karena sebenarnya gemas dengan Kara.
Kara hanya mengelengkan kepala karena tak mengetahui apapun soal yang di beritahu oleh Ann.
"Non- Biner itu gender kita itu netral bisa jadi Pria dan Wanita serta kita juga menyukai keduanya. Sementara Dominant Submissive itu artinya loe itu suka mendominasi atau di dominasi di dalam hubungan gitu. Bisa dibilang ini kayak kelainan tapi juga nggak bisa di sebut kelainan juga sih " balas Ann menjelaskan.
"Loe selalu minum obatnya tetapi nggak tau fungsinya buat apa?" sambungnya bertanya karena heran.
"Emang gue nggak di kasih tau apa - apa sama keluarga gue karena mereka hanya bilang obat itu buat ngendalin emosi gue yang kadang labil." balas Kara yang ia tau.
"Ck.., emaang keluarga loe keluarga yang aneh." cibir Ann tanpa sadar.
Kara hanya tersenyum ketir dan menahan
tangisnya saat Ann mengatakan hal yang tidi enak tentang keluarganya.
"Oops.... Sorry Young gue..." sesal Ann.
__ADS_1
"Ga papa Ann soalnya itu fakta." sahut Kara.
To Be Continued