Daivat System

Daivat System
S2: Sandiwara Pengkhianat Rhea


__ADS_3

Albgraham menatap ke arah Kara dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.


"Berikan padamu benda itu." pinta Albgraham.


"Tidak, ini milikku." tolak Kara.


"Dasar bocah sialan, kau selalu menghalangi jalanku." teriak Albgraham penuh amarah.


"Bagaimana kita tentukan dengan cara bertarung satu sama lain." usul Rhea.


"Loe....." teriak Hyun geram.


"Jangan banyak bacot pengkhianat." teriak Hyun geram.


"Huh!"


"Lihatlah Abang kamu Kara, dia selalu emosi tanpa berpikir." sela Rhea sambil menghampiri Kara dan memeluknya.


Rhea melepaskan pelukannya lalu mengeluarkan sesuatu dari dan kantong celananya yaitu sebuah flashdisk unik bernama Contrivance. Kedua bola mata Albgraham terkejut melihat benda yang ada di tangan Rhea. Lucas yang baru datang juga terkejut melihat benda itu lalu ia berteriak di depan ayahnya, "Lihatlah ayah, sudah ku katakan jangan percaya pada wanita itu karena dia lebih licik di bandingkan Felix. Selain itu dia.... Pion milik Young yang terkuat." Lucas mengeluarkan semua kekesalan dan kemarahannya.


"Diam anak bodoh, jangan banyak bicara dan bantu aku dapatkan kembali data contrivance itu " sela Albgraham uang memarahi anaknya itu.


Namun sudah terlambat Kara sudah menerima contrivance dan menyimpannya di kantong celananya.


Cup


 Kara mencium dahi Rhea sekilas lalu berkata, "Good Job baby, aktingmu yang terbaik."


Lucas yang sudah menahan amarah yang sangat membara merapalkan sebuah mantra tanpa di sadari siapapun.


"Blue Lightning Arrow."


Teriak Lucas sambil melancarkan serangannya dan hal itu membuat semua orang kaget. Kara yang menjadi target sasaran hanya terdiam seakan tubuhnya tak bisa bergerak. Bukan hanya Kara tapi yang lain juga merasakan hal yang sama.


"Apa yang terjadi?" tanya Charlo panik.


"Sial, kita nggak bisa bergerak." sahut Dee.

__ADS_1


Serangan Lucas semakin dekat ke arah Kara dan Rhea yang berusaha mengerakan tubuhnya berhasil dan memeluk Kara erat. Sehingga akhirnya serangan panah petir Lucas mengenai tubuh Rhea.


Boom


Tubuh Rhea terlempar jauh dan tak sadarkan diri serta dari mulutnya mengeluarkan banyak darah.


"Rheaaaaa...." teriak Kara yang berhasil bergerak dan berlari ke arah Rhea.


Kara mengambil tubuh Rhea dan memeluk Rhea yang saat ini tak sadarkan diri. Kara menangis tanpa suara dan seketika di sekeliling terlihat energi transparan yang keluar dari tubuh Kara.


"Oh Shitt!" umpat Youlhan.


"Kita harus pergi dari tempat ini sebelum hancur." ajak Youlhan untuk melarikan diri.


"Loe gila hah! Young gimana? dan kenapa juga kita harus pergi?" tanya Hyun kesal.


"Nggak ada waktu lagi buat gue jawab dan gue yakin Young bakalan aman. Lebih baik kita pergi daripada kena dampak amukan Lucifer." balas Youlhan sambil menarik tangan Ann.


"Gue setuju." timpal Jonathan, Seana dan Dee.


"Kalian." pekik Hyun tak percaya.


"Maksudnya bang Joe?" tanya balik Hyun.


"Young bakal balas perbuatan Lucas Karen amelikai Rhea dan lihat saat ini dia sedang mengumpulkan energi intergalatic di sekeliling guna membalas serangan Lucas. Jika kita tidak pergi maka Young tidak bisa melakukan serangan karena memikirkan kita semua." balas Youlhan menjelaskan.


Hyun menatap balik adiknya dan menghela napas panjang. "Ayo." pasrah Hyun mengikuti saran dari Youlhan.


"Scutum." lirih Kara pelan saat melihat semua orang sudah pergi.


"Zone."


"Search."


Kara merapalkan mantra guna melihat apakah masih ada orang di gedung lab saat ini. Setelah sudah selesai memastikan semua orang sudah pergi Kara membawa tubuh Rhea di punggungnya. Dan menaruh tubuh Rhea di lantai dan Kara berdiri di depannya. Kara memakai CAD yang ia dapatkan tadi dan merapalkan kembali mantra sihir.


"Code."

__ADS_1


"Raise."


"Boost." Lirih Kara sambil memegang senjatanya dan mengarahkan ke arah Albgraham dan Lucas.


"Hellfire Explosion." teriak Kara sambil menekan senapan miliknya yang mengeluarkan api yang sangat besar.


Boom


Boom


Duarr


Duarr


Api itu menghanguskan semua ya g ada di sekitarnya dan Lucas berhasil kabur sebelum Kara menyerangnya. Sedangkan, Albgraham terkena serangan Kara sebelum ia berhasil kabur.


"Ini...." lirih Hyun terkejut melihat gedung lab terbakar tanpa tersisa sama sekali.


"Ini sihir api milik Kara yang terkuat...." ujar Jhonatan.


"Apa!!!!" pekik semua orang kaget kecuali Nikki, Seana, Youlhan dan Jhonatan.


"Apa karena ini kakek sangat menekan Young?" tanya Dee.


"Iya, Prof. Albert tau potensi Young dan energi sihir Intergalatic milik Young sangatlah banyak atau bisa dibilang tak terbatas. Dan itu sangatlah tidak normal untuk seorang manusia bukan?." jawab Seana menjelaskan.


"Kak Hyeonji sengaja menyegel energi sihir Young agar tidak terjadi hal yang berbahaya atau Young yang kehilangan kendali. Jika Young kehilangan kendali maka di pastikan seluruh dunia bisa binasa." timpal Youlhan.


"Tapi bukankah kalian juga sama?" tanya Nikki ke Youlhan.


"Iya tapi di bandingkan Young kekuatan kami memiliki batas yang sudah di atur oleh Prof. Antonius." jawab Youlhan.


Semua orang terdiam mendengar jawaban dari Youlhan dan Youlhan bergegas masuk ke dalam gedung yang sudah hancur. Api yang menyelimuti sudah padam dan yang lain mengikuti langkah Youlhan.


"Young." teriak Youlhan saat melihat Kara tak sadarkan diri di samping tubuh Rhea.


# Flashback Off

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2