
Semua terdiam - diam mendengar pernyataan yang di lontarkan oleh Prof. Antonius.
"Ayah, katakan apa yang dikatakan dalam video itu soal Young adalah bohong?" ujar Castor bertanya meminta penjelasan.
"Maaf nak, tetapi itu kenyataannya. " balas Prof. Albert.
"Ayah juga baru tau hari ini sebelum video ini ada." sambungnya.
"Sebenarnya ini alasan di balik sikap protektif dari kak hyeonji terhadap Young."timpal Feandy.
"Kau yang selama ini tak menyadarinya bang Castor." sambungnya.
Castor termenung akan perkataan Feandy dan memang benar selama ini ia tak pernah memikirkan tentang Kara. Sebagai seorang ayah dia merasa gagal karena tak mengetahui apapun tentang putranya itu.
"Kau ingat kak Hyeonji pernah bilang ia membenci ayahnya. Karena telah melakukan sesuatu kepada
bayinya dan kau hanya diam tak mengubris perkataannya. Karena itu kak Hyeonji tak memberitahu apapun soal Young kepadamu dan hanya berbagi denganku. " tutur Feandy.
Castor menghela napas dan merasa sesak di dada karena menyadari sikapnya selama ini kepada putranya. Tatapannya menjadi sangat kosong sambil menatap Kara yang terlihat sangat shock saat ini. Karapun terkejut mendengar pernyataan dari Prof. Antonius dan tak terasa aura misterius muncul dari dalam tubuh Kara.
"Infinity Burst Stone akan aktif." lirih Youlhan pelan.
"Ini sangat gawat." sambungnya.
__ADS_1
"Ashley, apa yang terjadi?" tanya Emil.
"Sepertinya Kara akan membangkitkan sisi Lucifer miliknya." balas Youlhan.
"Maksudmu?" tanya Prof. Albert.
"Young akan mengenali jati dirinya yang selama ini selalu kau tahan agar tak keluar." balas Youlhan dengan senyuman subdektiv.
Sinar di dalam tubuh Kara sangat bersinar terang dan membuat semua orang mundur menjauh.
"Young, tenangkan dirimu." cicit Prof. Albert.
Kara tak mengubris perkataan sang kakek dan tubuhnya semakin bersinar terang. Rhea mendekati Kara karena khawatir lalu mengengam erat tangan Kara sambil menatap teduh wajah sahabatnya. Wajah Kara saat ini dipenuhi amarah dan kekecewaan yang ia pendam selama ini. Tanpa ada yang memahami dirinya kecuali Rhea sahabatnya sendiri.
"Young, tenanglah ada aku di sini." tutur Rhea lembut mencoba menenangkan Kara.
Karapun seketika berhasil tenang saat Rhea berusaha menenangkan dirinya dan Rhea mengecup bibir Kara sekilas. Akhirnya, cahaya tubuh Kara mengeluap seketika dan menghilang secara perlahan ketika Rhea memeluk badan Kara erat. Setelah cahaya itu hilang lalu yang tersisa hanyalah Kara dengan perubahan yang baru serta tatapannya menjadi sangat dingin dan aura Submissivenya yang mendominasi keluar seketika. Bahkan aroma Feromon Bunga Mawar dan permen karet.
"Maaf Rhea." bisik Kara.
"Tidak apa - apa, aku mengerti. " balas Rhea sambil berbisik juga.
"Selamat datang, Lucifer mya prince." timpalnya dengan senyum manisnya sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Terima kasih Ashley." balas Kara mencoba mengikuti perkataan Rhea tadi.
"Aku senang akhirnya kau bisa keluar dari sangkar belenggu prof albert yang selalu mengendalikan kekuatanmu yang terpendam." tukas Youlhan cepat.
"inilah aku saat ini dan tak akan ku biarkan mereka mengendalikanku lagi. bukankah begitu Rhea?" ujar Kara sambil melirik Rhea.
"Tentu saja My Little Cony." timpal Rhea dengan nada manja.
"Ck..,. apa jangan - jangan kau salah satu rencana Felix, Rhea" cibir Youlhan kesal karena tidak dilibatkan dalam rencana ini.
"Bisa di bilang seperti itu dan jangan marah padaku karena Auror yang mempunyai ide ini."timpal Rhea dengan nada mengejek.
"Kau tau aku dan dia hanya sepupu jauh yang jarang bertemu." sambungnya.
"I think ls Not Bad ldea But I Like It." Youlhan menimpali perkataan Rhea.
Semua orang tak mengerti dengan percakapan antara mereka bertiga dan hanya emil yang mulai memahaminya.
"Aku tak menyangka hanya karena satu sentuhan dari nona muda delisa marr akhirnya young bisa tenang." celetuk Dennis.
"Tentunya, karena Hyeonji membuat segel pengikat kepada Young dan putriku agar Rhea bisa menenangkan young di saat seperti ini." timpal Delisa Felia Marr yang adalah ibu Rhea.
"Wow..., banyak sekali rahasia di keluargamu Albert." sindir Dennis.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi kalau iu terjadi karena keluargaku berurusan dengan keluarga griffin." balas Prof. Albert.
To Be Continued