
"****! ... anak itu benar - benar licik." umpat Emil.
"Tetapi kau tergoda juga bukan karena tak ada yang bisa melawan aura tubuh Lucifer yang mengoda." celetuk Felix.
"Diam kau." hardik Emil.
"Kau mau ikut denganku atau di sini saja dengan Lucifer ?" tanya Felix.
"Sepertinya aku ingin menemani lucifer saja." balas Youlhan sambil mengecup bibir Felix sekilas dan menyusul Kara pergi.
Kara melangkah keluar kastil dan dibelakangnya ada Youlhan yang mengikutinya.
"Loe hebat Lucifer." ujar Youlhan.
"Terima kasih."balas Kara.
"Loe seperti sudah ahli dalam permainan tadi." timpal Youlhan di selingi candaan.
"Tidak juga, itu hal baru yang gue lakukan karena gur pernah melakukan sekali bersama Rhea." ujar Kara.
"Cuddle." sahut Youlhan.
"Hmm bisa juga seperti itu." timpal Kara.
"Wait ... , you cuddle with girls?" tanya Youlhan agak kaget.
"Why Not? " tanya Kara.
"Come one you Bisexual or...?" tanya Youlhan.
"Terserah sih loe anggap gue apa." jawab Kara.
"Seriously? You are a Submissive and that is very confusing to me." sela Youlhan.
"Wanna play with me ?" ajak youlhan sambil mengerlingkan mata.
" What? You kidding me?" tanya balik Kara.
"Cuddle with me, just cuddle no more. " ajak Youlhan.
"Emm ..., oke." balas Kara mengiyakan sambil merangkul pinggang Youlhan.
__ADS_1
"l am dominant and you Submissive." tukas Kara memberi syarat.
"Oke, but Just play with mounth no more " pinta Youlhan sebagai syarat.
"It's ok, no problem." balas Kara mengiyakan.
"Two round dan kita akan bertukar posisi per ronde?" tantang Youlhan.
"Oke." balas Kara mengiyakan tantangan Youlhan.
"Tetapi, dimana kita melakukannya?" tanya Kara.
"Kita bisa melakukannya di ruang bawah tanah kastil saja." ujar Youlhan.
"Serius, nanti ketahuan sama yang lain gimana? " timpal Kara ragu.
"Tenang saja, gue menemukan kamar rahasia di ruang bawah tanah dan gue juga akan membuat perisai agar tak ada yang tahu kita melakukan apa " tukas Youlhan membujuk Kara.
"Baiklah." pasrah Kara.
Kara dan Youlhanpun pergi ke ruang bawah tanah kastil di belakang sekolah. Kara yang terkejut melihat ada sebiah ruang rahasia di dekat penjara bawah tanah. Ruang rahasia kastil sangatlah bagus dan keren seperti hotel bintang lima. Walaupun depannya biasa tetapi setelah masuk keadaannya berbeda.
"Ini karena Felix dulu mengurung gue di tempat seperti ini dan gue pikir di sini pasti ada juga. " balas Youlhan.
"Seperti itu." sahut Kara.
"Baiklah, ayo kita mulai."ajak Kara.
Kara menyuruh Youlhan tiduran di kasur yang ada di ruangan itu dan ia mencari sebuat tali.
"Untuk apa?" tanya Youlhan.
"Bermain Ashley sayang, karena kalau seperti biasa tidak seru bukan." balas Kara dengan nada manja.
"Gue benci jika harus di ikat tetapi tak apa asalkan kau juga akan mau ku ikat nanti " timpal Youlhan dengan nada smrik.
"Ya, seterah loe aja." balas Kara seadanya.
Kara mulai mengikat tangan dan kaki Youlhan dikepala serta kaki ranjang. Kemudian membuka seluruh baju dan celana Youlhan tanpa tersisa sehelaipun.
"Les't play." ujar Kara.
__ADS_1
Kara mulai ******* bibir Youlhan dengan lembut dan youlhan membalas ciuman itu sambil membuka mulutnya. Ciuman itu semakin dalam karena Kara benar - benar mengobrak - abrik
mulut Youlhan hingga ia hampir kehabisan napas. Ciuman panas dari young membuat Youlhan kewalahan ingin rasanya ia memukul bahu Kara.
Namu sayang tak bisa karena tangannya terikat.
"Eunghhhhhh .... you ..... hen .... ti ... kan, " ujar Youlhan terbata - bata.
"Maaf." cicit Kara menyesal karena tak
menyadari Youlhan hampir kehabisan napas.
"Ehemm." balas Youlhan seadanya karena ia sedang mengatur napasnya.
Di saat Youlhan masih sibuk dengan kegiatannya Kara mulai menjelajahi leher Youlhan. Kara mulai menandai leher mulus Youlhan dengan tanda kissmark. Kara mengigit kencang leher Youlhan
hingga ia menjerit kencang.
"Arghhhh... hiks .... sakit ... bodoh," desisnya dengan teriakan kencang.
Kara tak mempedulikan teriakan youlhan dan terus membuat tanda di seluruh tubuh Youlhan sampai ia mendesah.
"Eunghhhhhh..., kau .... curang ... " desah
Youlhan.
"Maaf , aku kelepasan." cengir young.
"Karena sudah terlanjur bolehkah aku mencoba itu ?."tanya Kara meminta ijin ke Youlhan.
" Boleh ya?" pinta Kara sambil menampilkan puppy eyesnya.
"Tidak, sekali tidak tetap tidak, " keukeh Youlhan menolak.
"Kau bisa melakukan itu saat selesai menjalankan misi." timpalnya.
"Baiklah."ujar Kara pasrah mengalah dan
melepaskan ikatan Youlhan.
To Be Continued
__ADS_1