
“Hahaha…”
Tawa tak henti-hentinya terdengar keras. Sang ratu meniup sihir menghidupkan sosok penunggu hutan, iblis wanita yang memancarkan cahaya kegelapan bola mata bersinar merah di salah satu pohon yang berusia ratusan tahun lamanya.
Kumetra dan Suga melihat sang ratu semakin hari bertingkah aneh. Banyak sekali perubahan padanya, setiap malam dia mengangkat tongkat sihirnya ke atas langit memancarakan sinar merah. Terkadang dia berubah wujud mengerikan. Taring yang sangat panjang lancip, jari jemari lebih panjang dengan kuku hitam. Penampilan sang ratu Diajeng lebih menyukai warna hitam.
Para makhluk hidup yang berada di dalam hutan terkena kekuatan sihir mengubah wujud mereka menjadi monster.
“Sungguh aku melihat sosok lain pada diri sang ratu, di dalam mimpi ku yang menjadi kenyataan. Sang ratu berselubung aura iblis” bisik Suga.
“Kita tidak bisa berbuat apapun Suga, andai saja raja Tumenggung tidak melakukan kesalahan yang besar maka kerajaan ini akan aman dan damai” kata Kumetra.
“Garuda! Garuda!” panggilan suara sang ratu di malam tertentu.
Kumetra sudah melacak keberadaan makhluk itu tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda jejaknya. Begitupula Suga yang sudah mengutus pasukan ninja memata-matai kerajaan Wanua Ubun. Menurut informasi sesekali terdengar suara Garuda di dalam bawah tanah.
“Suga, aku belum menyampaikan kabar ini jika belum mendapatkan tanda buktinya. Aku tidak mau sang ratu murka meratakan wilayah itu” ucap Kumetra.
“Lantas, dengan kebenaran yang kau tutupi kedua kalinya itu akan membuat hidupmu tenang?”
......................
Garuda warisan hewan leluhur
Kekuatan yang tidak tertandingi pada hewan naga raksasa emas. Kepakan sayap bagai mengibas seekor lalat yang terbang. Hembusan apinya sangat besar dapat membakar setengah negeri. Kemana perginya makhluk itu? Bahkan serpihan sayapnya tidak terlihat dimanapun. Siapa yang menyangka sang raja bisa menangkapnya masuk ke dalam jebakan raksasa di dalam bawah tanah.
Kaki, sayap dan mulutnya di rantai. Menyadari makhluk itu adalah setengah siluman maka sang raja merantainya yang berbahan besi putih. Hewan api itu melemah, api yang tidak bisa di keluarkannya setiap hari membakar dirinya sendiri hingga tubuhnya terlihat hangus.
“Kalau di biarkan seperti ini terus menerus maka hewan itu akan mati” ucap salah satu pengawal.
“Kita tidak bisa berbuat apapun” jawab pengawal lainnya.
__ADS_1
Sebelum dia masuk ke dalam perangkap sang raja, Garuda membakar ribuan pasukan Wanua ubun seperti daging panggang. Pemberontakannya berusaha melepaskan rantai sering kali menimbulkan gempa di wilayah itu.
Hujan semalaman hingga pagi hari, ratu Gendis terbangun dengan baju piyama berwarna merah jambu memanggil dayang pendampingnya.
“Dayang, bawakan aku alat make up dan gaun yang sudah aku pesan dari perancang busana istana timur.”
“Perintah segera di laksanakan wahai sang ratu.”
Bisikan para dayang mengabarkan bahwa bayi sang ratu pasti seorang anak perempuan. Pada hari itu juga semua dayang memakai lipstick berwarna merah. Seremoak mereka memakai baju merah pula, tidak sabar menanti kelahiran penerus raja maka mereka berlomba-lomba menyulam dan menjahit baju untuk sang bayi.
“Lihatlah para dayang penggoda itu, mereka semakin berani memaka riasan yang mencolok di istana” ucap salah satu kasim.
“Hei kau jangan berprasangka buruk dulu, mereka menyambut bayi sang ratu yang akan lahir” kata kasim pendamping raja.
...💀💀💀...
...💀...
Tumenggung, kau masih mengira kutukan itu tidak akan berjalan dengan jimagt yang kau pasang di setiap pintu-pintu istana mu?
Bilamana cinta berubah menjadi benci, semua hal yang pernah terjadi di anggap adalah kesia-siaan. Rasa malu sudah tidak bisa di rasakan lagi, karena yang paling besar adalah rasa kecewa.
Saksi tanah leluhur meminta jiwa untuk di korbankan sebagai pengganti hilangnya penjaga tanah pusaka dan perjanjian ghaib sang ratu.
...💀💀💀...
...💀...
Sub lembar ketiga buku rahasia tanah leluhur
Mantra iblis bisa di buka dengan kejahatan dan bisa tertutup dengan kebaikan.
__ADS_1
Gelap dan terang menyatu pada tanah pemangku dunia. Sumber dari kekuatan inti bumi. Ratu Diajeng memilih jalan penyatuan dengan makhluk lain demi membalasakan dendam dan menjaga negerinya.
Gambar Garuda di dalamnya terdapat titik-titik energi ghaib. Hewan pemangku bumi tidak bisa mati di telan masa, kebangkitannya berasal dari bola api yang sangat panas. Dia tidak akan pernah ingkar melupakan sosok pemelihara awal warisan dari leluhur.
...🔥...
...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...
Setiap simbol-simbol tulisan aksara kuno. Dahulu sang ratu tidak bisa membacanya. Setelah mendapatkan ilmu mistis dia dengan mudah menerjemahkan tersebut.
“Wahai kau yang sudah menyatu dengan jiwa ku, bantu aku menemukan Garuda” ucapnya di dalam pusaran angin yang menggulung.
“Ratu, kau akan bertemu lagi dengannya setelah melewati panah api di tahun yang akan datang.”
Sembilan bulan berlalu.
Proses kelahiran sang ratu Gendis berlangsung sangat lama. Tubuhnya yang lemah dan sakit-sakitan membuat dia kesulitan melahirkan. Ada dua tabib istana yang menangani proses persalinannya sampai salah satu tabib keluar menyampaikan sesuatu pada raja yang sedari tadi menunggu di luar pintu.
“Wahai yang mulia, sang ratu sangat kesulitan melahirkan. Kini tubuhnya sangat lemas tidak berdaya” ucap sang tabib.
“Apa? Sang ratu pernah bercerita sangat menyukai suara tabu gendang. Cepat perintahkan para pasukan memukul semua gendang untuk membantu menyemangati persalinan sang ratu!”
Atas perintah dari raja, semua gendang di pukul bertabu keras. Pukulan gendang tidak akan berhenti sebelum sang ratu selesai melahirkan. Dua pengawal menunggangi kuda berteriak menyamaikan isi pesan sang raja. Tapi ramai suara gendang itu malah seolah membuat semangat sang ratu salah satu kerajaan yang Tapi mendengar suara tabu gendang bertenggaan dengannya berpikir kerajaan Wanua Ubun menyalakan sinyal perang.
Kerajaan Seruni jaya merasa kerajaan Wanua Ubun melakukan serangan mendadak. Sang panglima berlari mengabarkan pada sang raja Seruni sehingga membuat amarah sang raja yang sedang mengalami sakit itu terbatuk-batuk memegang dadanya.
“Uhuk, uhuk! Bukankah dua kerajaan ini sudah di stempel perdamaian? Raja Wanua Ubun ternyata melakukan teknik perang secara licik! Uhuk!”
“Raja, kendalikan diri mu. Penyakit lama mu akan semakin parah kalau seperti ini” ucap sang ratu.
“Bagaimana aku bisa mengendalikan diri? Pengawal, cepat kerahkan semua pasukan bersiap berjaga di depan perbatasan!” bentak sang raja.
__ADS_1
Tabu gendang itu berhenti saat mendapatkan kabar anak sang raja telah lahir. Tangisan seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Wajahnya putih berseri, bola mata besar berwarna biru, rambut pirang dengan tangisannya yang sangat keras.
“Yang mulia, selamat atas kelahiran purti mahkota Wanua Ubun!” ucap salah satu tabib berlari menghampirinya.