
Musuh, hama tanaman pemakan atau perusak tanaman lainnya. Jenis spesies yang belum di ketahui identitasnya berkembangbiak menjadi biang lala penghancur menggunakan berbagai cara kotor bahkan keberadaannya hampir menjadi membunuh jiwa lahir dan batin.
Kalangan para pendengki tidak senang dengan apa yang di capai orang lain. Menjatuhkan, mengajak orang lain dengan hasutan iblis di hatinya.
Memenangkan pertempuran di medan perang. Negeri Brahma, iblis bagian Utara, Wanua Ubun dan negeri lainnya. Peperangan di bawah pimpinan ratu Diajeng bersama Garuda hewan pusaka leluhur yang paling kuat dari seluruh negeri. Melihat ke berhasilan ratu pemangku bumi di samping mendapat gelar di nobatkan sebagai saudara ratu Selatan. Faktor kecemburuan merambat pada siluman lain yang merasa iri dan ingin mengadu kekuatan mereka darinya.
Iblis mata satu penguasa inti lautan berhasil membangkitkan kembali Nyi Uban. Mereka bekerjasama dengan penguasa lautan lain untuk menyerang kerajaan laut Utara. Kerusakan perbatasan wilayah terumbu karang, gempa bertegangan tinggi hingga singgahsana yang hancur.
Api iblis meluluh lantakkan negeri yang baru Berjaya di lautan itu. Mengetahui kekacauan dari laporan dari penjaga duyung Bridi yang naik ke permukaan laut memberikan sinyal kepada Suga agar menyampaikan bumerang darurat.
“Lapor Yang Mulia Ratu, hamba mendapat informasi dari penjaga laut Utara bahwa istana beserta seluruhnya di jajah ketua iblis mata satu, penguasa inti lautan” ucap Suga.
“Kirim kan pasukan siluman terkuat untuk masuk ke dalam wilayah itu. Panggil seluruh sekutu agar membentuk kekuatan paling mematikan. Aku sudah mempunyai firasat kalau Nyi Uban akan di hidupkan kembali” ucapnya.
“Perintah di laksanakan Yang Mulia.”
Memerangi negeri lautan Utara yang sedang terancam. Iblis mata satu, siluman merah dan Nyi Uban mengambil alih penyerangan ke negeri Mangku Buana. Sayap Garuda terbakar hingga setengahnya, suara kesakitan menggelegar di atas langit. Sang ratu melayangkan tongkat saktinya ke angkasa, kekuatan membungkus pelindung kekuasaan wilayah lautan Utara dan berbagai wilayah daratan miliknya.
Kekuatan iblis mata satu sangat dahsyat. Ratu pemangku bumi mengeluarkan tenaga dalam sehingga dia muntah darah berwarna hitam tanpa henti.
“Jika terus menerus kekuatan ini beradu maka sang ratu Diajeng akan binasa” ucap Adipati Punggawa.
“Mohon kebaikan ratu penguasa laut Selatan membantunya. Para pasukan istana laut dan penghuni akan ikut merasakan dampak dari kekuatan iblis mata satu” Kata penjaga inti Anyelir.
__ADS_1
“Aku tau semua itu. Aku hanya mencari titik tumpu kekuatan ratu Diajeng agar bisa mempertahakan laut Utara tanpa ada satupun bisa menyentuhnya lagi”
Pada porong pergerakan waktu di malam hari sang ratu Selatan mengarahkan sinar mustika hijau yang ada di dalam diri ratu Diajeng mengarah ke benda-benda langit di utara. Seletah menyerap sinar matahari, bintang dan meteor. Sang iblis mata satu tenggelam di dalam bara api hingga lautan dapat tenang kembali.
Cara mengunci lawan tidak berkutik. Sisa dari peperangan itu di bantu para pasukan lautan Selatan dan para siluman terkuat di muka bumi. “berjaya lah Ratu pemangku bumi dan ratu Selatan!” sorak para pengikut mereka.
Sisik emas yang berada di setengah tubuh sang ratu Diajeng menyala saat menetralisir kembali tubuhnya nya di dua elemen darat dan lautan. Pohon sesepuh cahaya memperluas kekuatan akar masuk ke sela tanah pasir lautan. Begitu pula siluman penghubung laut dan darat yang mulai terbiasa melaksanakan tugas penjagaan.
“Rasa terimakasih tiada henti aku ucapkan pada penguasa laut Selatan” ucap sang ratu Diajeng menunduk membungkukkan tubuh.
......................
Setelah bangkitnya para leluhur berilmu hitam. Tanah Mangku buana tidak henti bersimbah darah. Ada saja persoalan datang silih berganti. Suga masih belum berani menyampaikan laporan keresahan para rakyat mengenai penampakan puti Alundra berwujud setan mengambil nyawa manusia.
“Tolong! Anak ku!”
“Wahai Yang Mulia ratu, selamatkan lah anak ku!”
Teriakan suara rakyat di depan pintu gerbang istana. Meminta belas kasih pertolongan sampai ada yang membenturkan kepalanya di tanah. Keributan terdengar sang ratu, dia terbang di atas tembok gerbang raksasa mendengar satu persatu keluhan mereka.
“Apakah kalian tau sosok pencuri anak-anak kalian?” tanya sang ratu.
“Hamba melihat dengan mata kepala sendiri. Dia adalah tuan putri Alundra.”
__ADS_1
“Dia benar yang mulia, Hamba siap di penggal jika berdusta.”
“Yang Mulia tolong belas kasih mu!”
Sorak teriakan rakyat menyerukan kebijaksanaan sang ratu. Para wanita menangis meratapi anaknya yang di bawa lari makhluk mengerikan berwujud putri tersebut. Semua fakta mengarah pada anaknya, agar menenangkan sedikit kekhawatiran rakyat, dia berjanji pada malam itu juga mencari anak-anak mereka.
“Sebelum matahari terbit, aku akan memulangkan semua anak-anak kalian dalam keadaan hidup atau mati” ucapnya lalu terbang meninggalkan istana.
Mengerahkan seluruh pasukan jin dan siluman. Ribuan pengikut setianya mencari hingga ke sudut bumi. Tidak ada satupun yang bisa menemukan sedikit pun jejaknya. Tidak ingin menuduh salah satu penguasa laut yang andil dalam kerusuhan ini maka sang ratu memutar mustika hitam memanggil para kodam leluhur pemangku bumi agar mengetahui jawabannya.
“Ratu, kutukan di punggung sang putri Alundra tertanam selamanya. Jasadnya harus di pindahkan atau di buang ke alam lain agar tidak merusak alam dunia”
“Wahai penguasa sedulur pemangku bumi, kutukan yang berasal dari mu itu harus di hancurkan begitu pula tubuh jasadnya agar tidak menjadi bencana.”
Nasehat dan arahan dari para kodam leluhur menerangkan hal yang harus dia lakukan. Bagaimana dia bisa menghancurkan sosok anak angkat yang dia sayangi? Sang ratu sudah menganggapnya bagian dari dirinya sendiri.
Dia menuju makam snag putri Alundra, menarik paksa arwah penasaran yang sudah membuat kekacauan itu. Sosok itu memang lah sang putri akan tetapi secara keseluruhan sudah berwujud iblis. Dia tidak mengenali siapa yang ada di hadapannya. Wajahnya menghitam, gigi bertaring habis memakan para korban yang dia mangsa. Yang tersisa tinggal tulang belulang anak-anak rakyatnya.
“Apa yang harus aku katakan kepada rakyat ku? Sang putri memang bersalah dalam hal ini” gumam sang ratu.
Sosok arwah gentayangan itu menyerang sang ratu menggunakan kekuatan kutukan iblis bersinar hitam dari punggungnya. Kobaran api membakar setengah wilayah Mangkubuana, senopati Kuma menaikkan air laut membantu memadamkan api. Dia bersiap bertempur dengan sosok iblis itu.
Sang putri memerintahkan untuk membawanya ke ruangan penjara laut Utara.
__ADS_1
Perlawan hingga gigitan mencabik leher sang senopati. Karena arwah sang ratu Alundra lebih ganas di luar perkiraannya maka dia di kurung di salah satu menara istana yang menjulang tinggi ke atas langit.