Darah Di Tanah Leluhur

Darah Di Tanah Leluhur
Bab 33


__ADS_3

Dunia siluman bersebelahan dengan alam manusia. Kejadian yang di alami di bumi berkaitan di alam lain. Ratu Diajeng mengurung diri di dalam sebuah pusara lautan membungkus mirip sebutir telur di dalamnya. Selama air matanya belum berhenti mengalir selama itu pula langit Mangkubuana hujan deras berkepanjangan.


Siapa yang bisa menenangkan hatinya?


Dia terlihat semakin menggila. Memenjarakan dirinya sendiri di dalam penjara lautan. Tongkat kekuatan batu mustika hitam di jauhkan dia menutup diri selama berabad-abad lamanya. Melihat singgahsana sepi tanpa ada yang memerintah. Nyi uban memerintahkan bala tentara pasukan jin siluman merah menyerang wilayah Mangkubuana.


Kumetra berteriak minta tolong, serangan Suga menusuk pedang namun siluman itu semakin ganas dan kuat. Wilayah istana luluh lantak, banyak prajurit yang meninggal. Melihat kekacauan itu, sang penjaga istana menuju ke laut Selatan memanggil sang ratu untuk kembali. Suaranya tidak terdengar sampai ke dasar laut karena dia adalah ratu penguasa wilayah darat. Para penghuni siluman di dalamnya dan ratu penguasa lautan selatan yang dapat mendengarnya.


“Hormat hamba pada penguasa lautan. Di atas sana, kerajaan Pemangku Bumi akan binasa. Siluman merah Nyi Uban keluar dari dasar laut menyerah dengan ganas. Sepertinya dia akan mengambil alih kekuasaan sang ratu Diajeng” ucap Adipati punggawa.


“Aku tidak bisa mencampuri urusan dunia apalagi wilayah daratan. Tapi aku akan membuat penawaran pada sang ratu Mangku bumi. Terhitung siluman yang berada di bawah pimpinan ku berbuat ulah di daratan.”


“Terimakasih atas kebaikan yang Mulia Ratu.”


Para abdi dalem melihat sihir yang menunjukkan kejadian di atas daratan. Kejahatan siluman merah Nyi Uban dan para antek-anteknya. Di dalam penjaranya yang di buatnya sendiri, sang ratu mengirimkan kekuatan penghancur sulur dedaunan penahan jiwa. Tongkatnya juga di bebaskan, terbang kembali ke pemiliknya.


Ratu Diajeng memasang wajah marah, dia mencari tau siapa yang sudah berani mencampuri urusan pribadinya di tengah duka yang dia rasakan. Mengetahui semua itu adalah perbuatan sang ratu penguasa lautan, dia pun menemui sang ratu. Memaksa masuk di ruang perundingan para penguasa berbagai wilayah laut, sang pengawal di serang hingga kedatangannya menjadi pusat perhatian.


“Siapa dia sang ratu? Biar aku saja yang memberinya pelajaran!”


“Jangan Senopati Wura, dia adalah tamu istimewa ku__”


Rapat yang tertunda akibat sang ratu Diajeng. Sosok penguasa lautan tersenyum menyambutnya, tidak rasa amarah sedikitpun. Dia di tempatkan di salah satu kursi kebesaran para abdi dalem. Seluruh siluman yang ada di dalam tempat itu di perintahkan untuk pergi. Kecuali Adipati punggawa dan penjaga inti Anyelir.


“Jadi setelah melihat kekacauan di negeri mu, apakah engkau masih bersikeras mengurung diri di lautan?” tanya sang ratu penguasa selatan.

__ADS_1


“Aku masih sangat terpukul atas semua yang menimpaku. Tapi kenapa engkau menolong ku terlepas dari penjara yang ku buat sendiri? Kekuatan ku sendiri tidak bisa menghancurkannya.”


“Semua ini berkaitan dengan siluman leluhur pemangku bumi yang pernah menanamkan kebaikan pada laut selatan. Kembali lah dan selamatkan negeri mu."


Sang ratu Selatan memberikan sebuah batu mustika hijau sebagai tanda balas budi lautan pada keturunan terakhir pemangku bumi. Kekuatan itu masuk ke dalam tongkat sang ratu, dua kekuatan yang berbeda bercampur membentuk kilatan cahaya silau di lautan.


Sejak dahulu kala dia sudah menganggap ratu Diajeng saudaranya. Hingga di timpa suatu masalah besar, diam-diam sang ratu meniupkan sihir membantu untuk sedikit meringankan beban di pundaknya.


“Deng mustika hijau itu, engkau terhubung bebas dengan laut”


“Terimakasih Yang mulia ratu Selatan.”


Ratu Diajeng naik ke permukaan terbang menggulung di bawah kaki ada pusara air laut yang sangat tinggi. Dia melihat tanahnya penuh lautan darah dan mayat yang bertumpukan. Sang siluman Merah Nyi Uban berhasil menduduki tahtanya. Sang ratu mengayunkan tongkat menghidupkan kembali arwah siluman masuk kembali ke jasad mereka masing-masing.


Brughh__


Suga di perintahkan menebas kepala para pasukan siluman merah. Titik tumpu memutuskan nafas pada kekuatan mereka. Si penjaga Istana andil mengikuti Suga, sampai pasukan siluman merah mundur masuk kembali ke dalam laut. Ratu Diajeng menghadapi nyi uban, dua kekuatan beradu di atas langit.


Kekuatan sihir terkuat dari iblis mata satu seharusnya tidak ada yang bisa menandingi. Nyi Uban melotot tidak percaya sang ratu Diajeng bisa melawan kekuatannya.


“Ternyata ada mustika hijau di dalam tongkat mu. Kau pikir dengan mudah bisa melawan ku? Hiyaa!”


Syatt__


Petir membelah tubuhnya, sang ratu Diajeng terkena kekuatan iblis mata satu. Dia terjatuh dari atas langit di tangkap Garuda. Sosok hewan yang membentang angin menutupi langit itu di serbu kekuatan Nyi Uban. Dia tidak seimbang sampai terjatuh ke laut bersama sang ratu.

__ADS_1


Byuurr__


“Ratu!” teriak Suga.


Penguasa Selatan meniup sihir mustika hijau membungkus tubuh hewan leluhur itu dan sang ratu Diajeng. Kekuatan di dalamnya mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Ratu Diajeng bangkit menyalakan mata merah membanting Nyi Uban.


Dua kekuatan saling menyerang, karena sudah terdesak siluman iblis penyembah mata satu itu meminta kekuatan iblis untuk membantunya. Pemanggilan itu bisa mengakibatkan banyak kerusakan sampai kesurupan masa manusia.


“Wanita iblis tua itu sudah kelewatan batas!” gumam sang ratu Selatan.


Dia menghentikan kekuatannya lalu membalikkan serangan tempat mengenai perut Nyi Uban. “Ratu Selatan! Kau sudah merusak hukum alam telah mencampuri urusan manusia!” ucap Nyi Uban.


“Kau sudah mengganggu wilayah daratan dan memanggil iblis mata satu dari lautan. Kejahatan mu ini harus di hentikan. Masuk lah kau ke lubang neraka dasar laut!”


Sang ratu Selatan memecahkan kepala Nyi Uban. Tulang belulang dan darah daging berantakan di atas tanah. Kematian siluman merah di tanah Mangku buana membuat dendam para siluman merah.


“Kami akan menuntut balas!”


Suara-suara para musuh yang tidak terima pemimpin mereka mati. Peperangan berhenti namun para musuh tetap mengintai menunggu hari yang tepat membalas semua dendam kebencian. Di tepi pantai, Sang ratu Diajeng membungkukkan badan sembari memberi hormat. “Rasa terimakasih sedalam-dalamnya atas pertolongan ratu Selatan.”


“Jika engkau bersedia, jadilah bagian dari hidup ku. Bergabunglah dengan ku agar tanah pemangku bumi semakin kuat dan Berjaya”


“Aku menerima tawaran sang ratu dan aku bersedia__”


Dia di nobatkan menjadi penguasa laut utara. Karena mendapatkan gelar julukan si ratu penguasa lautan Utara dan menyerap energi batu mustika merah. Maka setengah tubuhnya di penuhi dengan sisik emas. Ratu Diajeng tidak memperdulikan itu. Dia merasa tubuhnya semakin kuat. Ikatan kedua ratu yang terjalin sangat erat itu membuat perdamaian dunia. Para penguasa lautan dan para pengikut kedua ratu itu menyaksikan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2