Dark Autumn

Dark Autumn
17.


__ADS_3

Pagi ini, kabut menyelimuti tebal seluruh permukaan hutan. Tidak ada cuitan burung atau sinar Mentari hangat yang menyapa. Entah, semuanya seolah turut merasakan kegundahan yang dirasakan Lea setelah tempo hari tanda dipergelangan tangannya berpendar merah dan menyakitkan.


Suara gemelinting sendok dan piring yang beradu, Lea hanya menikmati sarapan yang terasa hambar dilidahnya. Val juga diam saja, hanya sesekali menjawab Nana atau ayahnya yang mengajaknya bicara.


"Kau sedang tidak enak badan? " tanya ayah Val pada Lea tiba-tiba, membuat Lea menaruh pandangannya pada pria dengan surai klemis itu.


"Ah, tidak ayah! Hanya saja saya merasa sedikit mual, sepertinya masuk angin!"


"Kau yakin itu hanya masuk angin biasa? Periksakan ke dokter!" sahut ibu Val melanjutkan.


Tidak, Lea tidak ingin dan belum bisa menerima jika dirinya tiba-tiba saja dikabarkan hamil. Waktunya belum tepat untuk saat ini. Pikirnya.


"Saya hanya butuh istirahat! " ucap Lea sambil memasukkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


Sekali lagi, Lea menegaskan kepada dirinya sendiri jika dia belum bisa menerima jika dirinya hamil. Akan tetapi disinilah dirinya sekarang, terbaring diatas ranjang ditemani Val dikamar pribadi mereka dan sedang diperiksa oleh dokter pribadi keluarga Val.


Dokter wanita itu tersenyum lembut kala menurunkan stetoskop dari dada Lea. Dokter tersebut juga sempat memeriksa perut Lea dan menyuruhnya melakukan tes urine tadi.


"Ada tanda akan segera hadir anggota baru dikelurga ini, tapi masih samar! Jadi kita tunggu sekitar dua atau tiga minggu lagi! Dan aku harap prediksiku tidak salah! " tutur sang dokter sambil mengusap lengan atas Lea. "Jangan terlalu lelah dan banyak pikiran! Beristirahatlah yang cukup, agar keinginan itu benar-benar terwujud! " lanjutnya memberikan saran terbaik.


Lea hanya mengangguk paham.


"Hubungi aku jika istrimu mengeluhkan sesuatu Val! Aku sudah meberikan obat terbaik, dan pastikan istrimu meminumnya dengan rutin dan teratur!" pesan sang dokter saat mengemasi kembali peralatan medisnya kedalam tas kemudian berjalan perlahan menuju pintu kamar untuk segera pergi.

__ADS_1


"Tentu saja, terima kasih anda sudah meluangkan waktu untuk datang kesini, dokter Oh! "


Dokter wanita itu telah benar-benar menghilang dibalik pintu. Hanya ada sunyi antara Val dan Lea.


Pria itu memutuskan untuk libur bekerja dengan alasan karena ingin merawat Lea yang terlihat kurang sehat.


Val duduk disisi ranjang, tepat disisi kiri Lea. Belum ada konversasi apapun, hingga pada detik selanjutnya suara berat Val mulai mengudara.


"Beristirahatlah! Aku akan keluar sebentar untuk membeli obat untukmu! "


Lea hanya diam saat Val meraba keningnya.


"Maaf sudah membuatmu sakit! " ucap Val kemudian berdiri dan hendak pergi keluar guna menebus resep obat untuk Lea.


"Aku ikut! "


"Aku mau ikut! Aku bosan dirumah! "


"A~h... baiklah! "


Suara deru mesin mobil terdengar samar, Lea duduk tenang disebelah kemudi. Sesekali Val melihat bayangan Lea dari kaca kecil diatas dashboard mobil. Butuh sekitar tiga puluh menit untuk sampai dikota.


"Apa perlu aku nyalakan musik? "

__ADS_1


"Tidak! " jawab Lea datar.


Jalanan yang dipenuhi tanaman Ginko dan juga mahoni disisi kanan dan kiri jalan yang diselimuti kabut, terlihat semakin indah saat beberapa hewan liar turut lari berhambur saat mobil Val melewati mereka.


Menurunkan kaca mobil dan merasakan titik-titik kabut yang dingin menyapa wajahnya, Lea tersenyum kala menghirup aroma gunung.


"Kau tau mengapa hariku terasa lebih hidup? "


Pertanyaan Val menyergah Lea yang terlihat nyaman dengan alam, beralih memperhatikan fitur wajah tampan pria yang ada didekatnya.


"Karena kehadiranmu! "


Lea sempat tertegun, lantas tersenyum sarkas. "Kau sedang bercanda atau menggoda? "


"Aku berkata apa adanya! "


Tak mau memperkeruh suasana, Lea hanya diam menatap lurus kedepan. Kembali diam tak bersuara seperti semula.


"Jika memang kau mewujudkan harapan kami secepat ini, aku hanya bisa berterima kasih padamu! "


"Aku sudah pernah bilang aku sudah lelah dan muak dengan semua ini! Meskipun dalam hatiku berkata belum siap, jika ini terbaik untuk aku, dirimu, dan orang sekitarmu, mengapa tidak?! "


Val mendadak merasa bersalah setelah mendengar ucapan Lea.

__ADS_1


"Tolong bertahanlah! "


"Aku akan melakukannya!" Sahut Lea cepat. "Aku akan bertahan seperti yang kau inginkan!"[]


__ADS_2