Dark Autumn

Dark Autumn
19. Abel And Vallen


__ADS_3

"Orang tuaku membuangku disini, dan nana menemukan diriku dalam keadaan sekarat, lalu membawaku kehadapan Henny!"


"Jika tidak, aku pasti sudah tidak lagi ada didunia ini?"


"Lalu siapa Henny?"


Val diam sejenak, menjauhkan diri dari Lea. Kemudian berdiri membelakangi Lea dan menarik kerah baju yang ia kenakan hingga memperlihatkan sebuah tanda bunga yang sama dengan milik Lea, namun, ukurannya sedikit lebih besar.


"Dia adalah pemilikku! Pemilik Woody Hill, dan seluruh darah keturunan Abel, yang tak lain adalah, pemilik ayahmu!"


Woody Hill? Abel? Kepala Lea serasa ingin pecah memikirkannya.


Semua percakapan itu terekam jelas dalam ingatan Lea. Keduanya duduk dibawah pohon akasia berdaun lebat tak jauh dari telaga.


Angin berhembus sepoi-sepoi, perlahan menyapa seluruh inci tubuh mereka berdua. Hangat Mentari ditempat ini begitu berbeda dengan Woody Hill. Lebih nyaman.


"Apa nama tempat ini?"


"Savana!" jawab Val cepat. Lea mengangguk paham.


Tak lama kemudian, Lea menatap fitur disampingnya. Rahang tegas yang tercetak jelas, hidung mancung yang sempurna, bibirnya begitu menggoda, dan surai lembut itu...


Lea mulai menyukai semuanya.


"Lalu—" lanjut Lea, ragu. "Abel, itu siapa?"


"Abel? Kau penasaran dengannya?!" sarkas Val sambil mematik tautan mata.


Lea mengangguk, kemudian terkejut karena manik Val terlihat semakin indah karena terkena pantulan cahaya matahari.


Val tersenyum hangat, mengedarkan pandangan kealam bebas.


"Kau benar-benar ingin tau masa lalu itu ya?"


Lea mengangguk yakin dengan pendar hazel yang membuat Val mengulurkan tangan guna mencubit gemas hidung runcing dan kecil milik Lea.


"Baiklah! Aku akan memberitau sedikit tentang Abel padamu!"

__ADS_1


Lea memasang telinga, memperhatikan lekat wajah tampan dan pucat Val tanpa berkedip beberapa saat.


"Dia kekasihku!"


Sontak pernyataan itu membuat Lea membuka lebar kedua hazelny. "Apa? Apa maksudmu?"


"Dulu, aku dan abel adalah sepasang kekasih!"


Hati Lea terasa ngilu mendengar Val mengulangi pernyataan itu terang-terangan. Akan tetapi, Lea sadar ini bukan waktunya untuk melakukan hal yang akan membuat Val mengurungkan niat untuk membuka sedikit misteri yang selama ini ingin ia ketahui.


"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, jika aku adalah milik Henny! Dia tidak menginginkan aku bersama Abel!"


"Mengapa? Bukankah dia hanya penolong—" Lea memotong sendiri ucapannya, mengatupkan bibir rapat sembari menata kalimat yang ingin dia katakan. "—maksudku, dia mungkin lebih seperti ibumu kan?"


Val mengangguk samar, membenarkan, namun bukan begitu kenyataannya dan dia tidak mungkin memberitau Lea tentang kebenaran yang kongkrit.


"Terlihat seperti itu kah?"


"Tidak!" sahut Lea cepat. "Dia menatapku penuh dengki dan emosi saat duduk disampingmu! Sebenarnya apa yang diinginkan wanita itu darimu? Kenapa dia terlihat menyimpan dendam untukku?" kesalnya.


"Kau akan pergi meninggalkan aku jika kau tau yang sebenarnya! " rutuk Val dalam hati tanpa memutus tautan mata mereka.


"Intinya, tolong jangan tinggalkan aku! Temani aku sampai akhir! Aku akan berjuang untuk melindungimu sampai kapanpun!" tutur Val sambil memperhatikan hazel kanan dan kiri Lea secara bergantian. Menyalurkan rasa hangat di dalam hati Lea.


"Aku tau, aku sudah pernah memberikan jawaban untuk itu bukan?"


Val kembali menyematkan senyuman hangatnya. Membuat Lea membalas usapan telapak Val.


Detik selanjutnya, Val membawa Lea untuk bersandar pada salah satu bahu kekar berbalut kemeja putih bersih itu. Lea menurut saja, kemudian mereka mengedarkan pandangan pada bentangan telaga yang semakin menghijau.


"Lalu dimana Abel sekarang, dan apa hubungannya dengan ayahku?"


"Abel, hilang entah kemana! Yang bisa kami temukan hanya keturunannya saja!"


Sebuah asumsi muncul secara tak terduga dari kepala Lea.


"Jadi kau dan abel? —"

__ADS_1


"Tidak! Kami tidak melakukan apapun!"


"Lalu? Mengapa Abel memiliki keturunan jika dia tidak melakukan hubungan dengan siapapun?"


"Henny menyuruh seseorang untuk menghancurkan abel, memfitnah abel hingga seluruh Woody Hill membenci abel! Bahkan dia membuang abel dalam perasingan seorang diri!"


"Jadi maksudmu?—"


"Henny mengutuk abel dan juga keluargaku setelahnya!"


Memandang sayu penuh sesal, Val memutus pandangan untuk Lea demi mengalihkan rasa sesak dalam dadanya. Kendati demikian Lea masihlah tetap bisa merangkum kesedihan yang timbul di wajah Val.


"Dan kutukan itu bisa berakhir jika aku dan keluargaku menemukan garis keturunan abel!" ucap Val emosional. "Dan tanpa dia duga kami menemukan ayahmu! Dia adalah satu-satunya garis keturunan abel yang selamat dari tangan Henny!"


"Lantas??"


"Dia berusaha menghabisi ayahmu, lewat mimpi, tapi selalu gagal karena ternyata ayahmu dilindungi oleh sosok yang lebih kuat dari Henny!"


Tidak masuk akal!


Selama ini ayahnya tidak pernah menceritakan apapun, termasuk yang sedang dikatakan Val padanya saat ini.


Jadi, selama ini nyawa ayah terancam? Tapi dia tidak pernah mengatakan apapun padaku!


"Ayahmu adalah penyelamat kami, dan kau adalah penebusnya!"


Luar biasa mengejutkan, dan tentu saja tidak bisa diterima akal sehat. Lea sampai menghentikan nafas sejenak gina menerima kalimat itu. Tapi itulah kenyataan yang harus diterima Lea. Tidak mungkin semua terjadi begitu saja, tentang kepindahan mereka yang tiba-tiba dari kota ke tengah hutan, tentang pertemuan dan pernikahan yang tiba-tiba dengan Val, tentu saja itu semua sudah pasti direncanakan sedemikian rupa oleh Henny. Dan juga, ada banyak fakta yang belum terungkap. Salah satu diantaranya adalah hubungan antara Val dengan wanita yang selalu menatap nyalang dan penuh benci padanya. Henny.


Perlahan, Lea meraih telapak Val yang berada diantara lutut yang ditekuk. Menggenggamnya ragu, membuat Val menunduk saat merasakan jemari mereka bertemu.


"Jika itu sebuah pilihan, aku akan rela kehilangan diriku sendiri dengan meminta satu syarat pada Henny!"


Sontak manik Val membola, terkejut dengan tutur Lea yang tiba-tiba saja berucap seperti itu.


Akan tetapi, Lea kembali menyematkan sebuah senyuman tulus dari bibir ranumnya. Dan berucap sekali lagi dalam pendaran bebasnya menatap alam.


"Aku harap, semoga aku menjadi wanita beruntung yang bisa menggantikan sosok Abel dihatimu sebelum pergi dari dunia ini!"[]

__ADS_1


__ADS_2