Dark Autumn

Dark Autumn
09. Red Between Blue


__ADS_3

Sepertinya karena insiden pengait gaun kemarin, Lea menjadi sedikit trauma.


Pagi ini, cuacanya cukup bersahabat. Matahari terbit dan memberikan sinar hangatnya seperti biasa. Hanya yang membuatnya berbeda yakni, dia sekarang adalah bagian dari sekian banyak orang yang terkumpul membentuk lingkaran sedikit oval di meja makan. Tidak sebanyak hiruk pikuk dikota, namun cukup banyak untuk ukuran sebuah keluarga.


Keluarga Val terlihat jelas sedang biasa saja dan menikmati hidangan untuk mengisi perut mereka dipagi hari sebelum memulai aktifitas seperti manusia pada umumnya. Dan Lea tidak terbiasa dengan hal itu. Dia meremat cemas buku jarinya hingga memutih, tepat dibawa meja tempatnya duduk saat ini.


Hey, tidak usah bersikap seperti manusia...


Suara bising, kehadiran orang-orang asing, dan juga, dia melihat tatapan aneh dari salah satu anggota keluarga kepada Val, dan dirinya. Rasa tidak nyamannya terus merangsek kedalam relung hatinya, memaksanya untuk berhenti dan menyudahi semua kegiatan yang nyatanya tak membuatnya merasa berselera.


Entah ini hanya perasaannya saja, atau memang sedang ditatap tak suka oleh gadis yang ada diseberang tempat duduknya. Matanya menggambarkan ketidak sukaannya pada Lea yang berusaha menikmati acara keluarga yang akan menjadi agendanya setiap hari itu. Dia adalah Henny.


Wanita yang tak lain adalah saudara sepupu dari Val. Berperawakan ramping, berwajah cantik, dan matanya berbeda dari semua anggota keluarga; sedikit ada percikan warna merah pada pupil diantara warna biru safir yang melingkari iris netranya. Lea bisa melihatnya dengan jelas karena pendaran cahaya ruang makan itu terang.


Apa yang membuatnya terlihat berbeda? Garis keturunan kah? Entahlah, sebagai seorang penulis yang suka akan mencari informasi, Lea akan berusaha menyelesaikan yang satu itu. Nanti.


Namun tak bisa berbuat apapun, stagnan pada tempat duduknya sembari mencoba membaur---menyesuaikan diri. Hanya itu yang bisa di lakukannya saat ini.


"Val, bisa aku kembali lebih dulu? "


Pria itu hanya memberi syarat agar Lea tak melakukannya. Keluarganya akan tidak suka jika tiba-tiba seseorang meninggalkan meja makan sebelum anggota tertua menyudahi.


"Aku tidak nyaman! " sambungnya mencoba menekankan kepastian dengan raut wajah serius.


"Tunggulah sebentar lagi! Nana akan menyudahinya lima belas menit lagi! "


Oh, ayolah! Lea sudah tak tahan dengan tatapan saudara yang memperkenalkan namanya dengan 'sebutan' Henny tadi.


Baiklah, Lea berusaha bertahan seperti yang dijanjikan Val. Dia akan bertahan lima belas menit kedepan.

__ADS_1


Wanita yang disebut Val sebagai Nana itu adalah seorang wanita tua berkulit pucat dan sangat suka membuat joke, yang membuat seluruh presensi di meja makan tersebut tertawa penuh Wibawa.


"Lalu, kalian berniat melakukan bulan madu kemana? "


Gadis itu tak mendengar, hingga telapaknya diraih paksa oleh Val dan menatapnya lembut penuh kasih dan senyum. Membuat Lae segera tersadar dari rasa yang mengganggunya. Semua pandangan tertuju kepada mereka berdua.


"Ah, kami tidak akan pergi kemanapun, nana! Saya sedang sibuk, dan Lea juga sepertinya kurang suka perjalanan jauh! Jadi kami akan tetap dirumah saja! "


Henny, tersenyum miring. Sinis sekali, hingga Lea muak melihatnya. Jika itu Haiden---sahabatnya, mungkin Lea akan mencolok bola matanya hingga gadis itu menangis dan membawa kasusnya kepolisi. Sungguh, Lea tak suka manusia bernama Henny ini.


"Benarkah seperti itu? Nana baru tau jika Lea tidak suka perjalanan jauh?! "


Wanita tua dengan suara sedikit bergetar dan kulit wajah berkerut itu tersenyum, menuntut penjelasan dari suara Val yang memberi penuturan.


Sepersekon kemudian, Lea balas tersenyum semanis mungkin seraya mengangguk samar, agar menyenangkan hati Nana itu.


"I-iya nek! Saya kurang suka melakukan perjalanan jauh! " sambungnya.


"Kau tidak ada kagiatan setelah ini? "


Lea merotasi menatap sekitar, dia masih bingung apakah pertanyaan itu ditujukan padanya atau orang lain. Val mengusap punggung tangan kecilnya sembari memberi isyarat jika pertanyaan itu memang untuknya.


"I-iya... "


"Datanglah kekamarku! Aku ingin bercerita banyak padamu! "


"Baik nek! "


"Panggil aku Nana, seperti yang lain! Kau juga termasuk anggota keluarga sekarang! "

__ADS_1


Lea mengangguk, paham betul jika wanita tua itu adalah sosok yang hangat.


♛♛♛


Ruangannya luas, cahayanya tidak terlalu terang. Jendelanya tepat menghadap timur, membuat cahaya Mentari masuk guna menghangatkan pribadi renta yang saat ini sedang duduk dengan kursi setinggi pinggang orang dewasa, memegang sebuah pembidang dan terlihat seperti membuat pola bunga Mawar pada kain putih selebar persegi nakas yang berada disampingnya.


Bau ruangannya sangat khas, seperti bunga Mawar; harum dan menenangkan.


Lea berjalan perlahan agar tak membuat pribadi itu terkejut, apalagi sampai menerima serangan jantung dadakan karena langkah kasarnya.


Alih-alih wanita itu yang terkejut, justru Lea kini melompat kecil kala suara bergetar itu merasakan presensinya.


"Kau sudah datang? "


Nyawa Lea seolah berkurang setengah karena suara sambutan Nana yang tiba-tiba. Lea menjawab dengan suara madunya, seraya terpaku sambil meremat telapak tangan satu sama lain tepat didepan perut.


"Val sudah pergi bekerja? "


"I-iya ne-"


Hampir saja dia lupa apa yang dikatakan wanita tua itu saat dimeja makan.


"Iya Nana! "


"Tutup pintunya, dan duduklah disisiku! "


Tanpa Lea duga, kamar wanita ini berada jauh dari para penghuni lain. Harus melewati sebuah taman bunga Mawar yang luas dan sebuah gudang penyimpanan, serta panduan dari para pengurus kastil untuk sampai di ruangan yang nyaman dan tenang ini.


Lea melangkah perlahan dan duduk di sebuah kursi dengan tinggi sama yang saling berhadapan. Menatap guratan pada wajah tua Nana. Kemudian berucap, "Perihal apa yang ingin Nana sampaikan kepada saya?! "

__ADS_1


Wanita itu berhenti menusuk kain putih berpola Mawar itu, meletakkan pembidang beserta jarum itu diatas meja kecil diantara mereka, kemudian mengangkat wajahnya untuk melihat wajah cantik Lea yang terkena paparan sinar mentari pagi.


"Aku ingin mengatakan satu kebenaran diantara kebenaran lain dari keluarga ini! Datanglah kesini setiap pagi setelah sarapan, dan aku akan mengatakan satu persatu padamu! Sesuai kedatangan dan rasa ingin taumu! "[]


__ADS_2