Dark Autumn

Dark Autumn
26. The Way Of Me


__ADS_3

Nyaris seperti sebuah bayangan mimpi, Val dikejutkan oleh kehadiran Abel disampingnya secara tiba-tiba. Udara bertiup bebas menyapu fitur Val dengan lembut, menerbangkan sedikit surainya yang terjuntai. Jantung Val berdegup kencang saat melihat kembali wajah cantik wanita itu. Akan tetapi, berbeda dengan degupan yang dulu, kali ini lebih terasa seperti hanya sebuah perasaan rindu.


"Hai..." sapa Abel dipenuhi senyuman merekah diwajah cantiknya. "Lama tidak bertemu! Bagaimana kabarmu Val? Apa kau tidak merindukanku?"


Kalut dalam balut rindu, mungkin hal itu yang membuat Val tidak yakin dengan apa yang dirasakannya saat ini. Dia rindu, tapi Lea selalu memenuhi setiap sisi hati yang ia miliki.


"Ah, kau pasti sudah melupakan aku bukan?" goda Abel diantara suasana hening yang meliputi keduanya dalam cekam malam.


Val menoleh, tersenyum pada Abel yang masih terlihat sama sejak dulu. Tidak berubah sama sekali.


"Aku sangat merindukanmu! Dan aku tidak menyangka kau datang dan melihat keadaanku yang seperti ini!" Val tertunduk, ragu. "Aku akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya!" lanjut Val sembari menyatukan kedua telapak tangan dan menunduk dalam sebuah bimbang.


Abel menatapnya lembut, tau betul seperti apa Val saat sedang menaruh perasaannya kepada orang lain.


"Aku mencintainya! Dan aku akan melindunginya!"


Benar, setidaknya Val tidak mau kembali menyakiti orang terkasih dan tidak bisa melakukan apapun, kemudian berujung kehilangan seperti yang pernah terjadi padanya dan Abel. Val benar-benar tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya.


"Aku ingin semua ini berakhir cukup padaku saja!" sahut Val kemudian, membuat raut Abel berubah penuh kejut. "Dan aku akan melakukan apa yang aku bisa untuk mewujudkan itu!"


Bayangan Abel perlahan memudar bersama terpaan angin, kerlip yang tercipta seperti sebuah cahaya Bintang yang bertabur.


"Jika itu maumu—" Abel menatap rahang tegas yang tercetak pada fitur wajah Val. "—berikan hatimu padanya! Dengan begitu, semua kutukan ini akan berakhir! Karena Henny akan perlahan hancur bersama hati kalian yang benar-benar bersatu!" Abel menjeda sejenak, kemudian melanjutkan. "Yakinkan dia agar mau menerima hatimu!"


Val menoleh bersamaan presensi Abel yang sudah sirna. Hanya kerlip yang bertabur diudara, mengisi setiap hembus udara yang ia hirup, menyisakan sesak yang kembali muncul. Membuat Val seolah jatuh, rapuh dan hancur untuk kedua kali.


Val tau, kehadiran Abel bukan sekedar bayangan. Dan Val percaya dengan tutur yang diucap Abel, sebab selama ini apa yang dikatakan Abel tak pernah sedikitpun salah.


Dapat.

__ADS_1


Val mendapatkan jalan keluarnya. Dan hanya tinggal mewujudkan itu dalam sebuah bentuk nyata. Meskipun resiko yang timbul tidak akan baik sama sekali untuknya.


"Akan aku lakukan!" tutur Val dengan anggukan tanpa ragu dengan biru safirnya yang mengedar dan berpendar.


***


Udara kembali menghembus, berubah sedikit dingin kali ini, mewakili perasaan keduanya yang digulung dalam lingkup perasaan masing-masing.


"Aku mencintaimu... "


Savana menjadi saksi bagaimana Val mengungkapkan perasaan tulusnya.


Membuat Lea terpekur dalam kejut dan bungkam sesaat yang memaksanya kembali tergelincir dan terjun kedalam kubangan dipenuhi rasa bersalah. Menenggelamkan seluruh perasaan kedalam lumpur derita yang pekat dan menyesakkan. Bahkan tak memberikan cela hanya untuk sekedar meraup udara untuk paru-parunya.


"Hentikan semua ini Val! Ambil kembali semuanya! Kau sudah mengingkari apa yang seharusnya menjadi takdirku!"


Hati Lea berdenyut sakit, sakit sekali hingga dia tak sanggup untuk tidak merematnya dalam ringkuk tubuh dan gugu tangis yang mengerikan.


"Tunggulah di sini sebentar! Aku akan membawa ayahmu kemari!"


Lea mendongak, menatap Val yang sudah memunggungi dirinya.


Tidak.


Lea tidak ingin Val meninggalkannya dalam rengkuhan perasaan sedih terlampau menyiksa dalam relung hatinya. Seketika, Lea berdiri, menghapus jarak antara dia dan Val kemudian melingkarkan kedua lengan kurus itu sekali lagi pada pinggang Val. Membuat Val menoleh kesisi kanan bahu demi mendapati presensi Lea.


"Tolong jangan pergi kemanapun!" pinta Lea disela isak tangis yang semakin mengharu-biru. "Jangan tinggalkan aku..."


Val tau, bahkan dia tak berniat meninggalkan Lea barang sedetikpun karena rasa Cinta yang tumbuh membelenggu. Akan tetapi, Val melepas lengan Lea, berbalik dan merangkum sebuah senyuman untuk ia suguhkan kepada wanitanya itu.

__ADS_1


"Percayalah padaku, seperti kau mempercayakan dirimu saat aku menanam benih ini padamu waktu itu! Dan sebagai seorang ayah, aku akan melakukan apapun demi keselamatan anakku—" Val menjeda, nafasnya terdengar berhembus berat dengan manik yang kembali berpendar redup. "—dan juga, wanita yang kucintai! Yang tak lain adalah ibu dari anakku! Yakni kau! Hilea!"


***


Terlepas dari dirinya yang berhasil meyakinkan Lea, Val sudah memijakkan kakinya dilantai dingin rumah keluarga John—ayah Lea.


Tatapan benci yang tak berubah dari pria itu pada Val, seolah menjadi bukti bahwa luka lama yang diciptakan oleh masa lalu adalah sebuah hal konyol yang sebenarnya tidak perlu terjadi hingga membawa Putri semata wayangnya harus menanggung akibat dari masalalu tersebut.


Namun menepis itu semua, Ayah Lea masih berusaha menahan semua kecamuk amarah dan mengubahnya menjadi sebuah rasa menghargai, demi sang putri.


"Ada perlu apa?"


Val sadar kehadirannya tidak diinginkan, tapi dia punya tujuan saat datang menemui ayah dari wanita yang dicintainya itu.


"Saya memberikan hati untuk Lea!"


Ayah Lea mengerut dahi, mencoba mencerna apa yang dikatakan Val.


"Aku tidak mengerti maksudmu! Katakan dengan jelas!"


"Sebuah jalan keluar agar Lea tetap selamat!" tutur Val memberikan penjelasan singkat yang mampu membuat pria dihadapannya itu terpaku dalam kejut yang membungkam suara didalam kerongkongan. "Abel, melindungi anda! Dan saya melakukan hal yang sama untuk Lea! Jadi saya mohon dengan sangat kepada anda, temui Lea! Dia ingin bertemu dan bicara dengan anda!" lanjut Val dengan suara berat yang ia punya.


"Dan perlu anda ketahui, saya mencintai Lea dengan tulus!"


Suasana hening. Derik hewan malam dan juga hembusan angin yang membuat ranting pohon diluar rumah bergesekan menciptakan gelenyar kasih dan rindu seorang ayah mencuat kepermukaan. Tak dapat dipungkiri jika ia sangat merindukan putrinya itu.


"Temui dan lindungi Lea! Semua kenangan buruk ini akan terhapus begitu saja dari ingatannya jika saya berhasil mengakhiri semua kutukan memuakkan ini! Tolong jaga Lea dan anak kami setelah semuanya berakhir. Dan jika Lea masih mengingat semuanya, katakan sebuah kebencian tentang saya, agar Lea tak sudi lagi mengenang kembali tentang saya, tentang seorang Val yang penuh kebohongan.


Dengan begitu, saya bisa pergi dengan tenang!"[]

__ADS_1


__ADS_2