
[Nama : Reinal Albert]
[Kesehatan : 100 %]
[Pekerjaan : Tidak ada]
[Jenis sihir : Kegelapan ilahi]
[Senjata sihir : Scythe]
[Artefak sihir : Tidak ada]
[Jurus : Boneka mayat lv. 2]
[Tubuh : Mata iblis]
[Hadiah : Tidak ada]
[Point : 9.000]
Saat kembali ke kamarnya, Rei melihat Misa dan Stella masih terlelap tidur, Rei mengerti mungkin mereka terlalu lelah dan tak membangunkan mereka, Rei duduk di sofa dekat tempat tidurnya sambil membaca buku sejarah kerajaan.
Tak lama, 3 pelayan datang mengantarkan makanan.
Salah satu pelayan sontak terkejut dan dengan lancangnya berbicara
"Berani sekali ras campuran itu masih tertidur sedangkan tuan mereka sudah bangun, apa mereka tidak tahu bagaimana menjadi budak yang baik ?!"
Mendengar itu Rei terkejut dan langsung memancarkan aura membunuh kepada para pelayan.
"Siapa yang mengizinkanmu berbicara ?"
3 pelayan seketika membatu, mereka tak bisa bergerak sedikitpun
Mendengar keributan itu, Misa dan Stella terbangun.
"Ada apa tuan ? kenapa ribut sekali ?"
Rei langsung menghilangkan aura membunuhnya dan melihat kearah Misa dan Stella.
__ADS_1
"Tidak, tidak ada apa apa. Kalian mandilah habis itu kita sarapan"
Misa dan Stella mengiyakan dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Kenapa kalian masih disini ? Cepat pergi sebelum aku berubah pikiran"
3 pelayan langsung keluar dan menutup pintu kamar Rei
[+500 Point ketakutan]
[+300 Point ketakutan]
[+300 Point ketakutan]
"Kenapa kalian buru buru seperti itu ?" Rio menghentikan 3 pelayan yang berjalan menuju dapur
Tapi 2 dari 3 pelayan itu hanya terus berjalan ke dapur dengan wajah ketakutan.
"A-anu tuan, Salah satu dari kita membuat kesalahan itu membuat tuan muda Rei marah dan mengeluarkan aura membunuh yang kuat" Pelayan yang berhenti menjelaskan situasi
"Bukankah kalian sudah terbiasa dengan aura membunuh Rei ?"
Rio befikir sejenak kemudian menyuruh pelayan itu pergi.
* Di kamar Rei
Rei, Misa dan Stella menyantap sarapan mereka
"Apa kalian mau ikut dengan ku setelah ini, aku mau keluar"
"Ya tentu saja, tuan"
Mereka pun menyelesaikan sarapan dan turun kebawah. Rei tidak melihat siapapun di bawah jadi dia langsung keluar dari rumah dan menuju hutan
"Tu-tuan Rei, mau kemana kita ?" Stella memberanikan diri bertanya
"Aku mau berlatih".
Tibalah mereka di tengah hutan, mereka istirahat sejenak melepas lelah
__ADS_1
"Tuan bolehkah saya bertanya ?" Misa memulai pembicaraan
"Tentu"
"Maaf atas kelancangan nya, tapi… Kenapa tuan bersikap baik kepada kita, nenekku pernah bilang kalau semua manusia itu jahat"
Rei menjawab dengan senyum ramahnya
"Tidak semua mausia itu jahat, dan mengenai aku baik kepada kalian…"
Rei berjalan mendekati Misa dan Stella
"Mungkin karena aku menyukai kalian ?"
Meskipun Rei adalah pembunuh yang bisa membunuh siapalun, tapi Rei tidak pernah membunuh kucing, itu karena dia adalah pecinta kucing.
Tak sadar Rei mengelus kepala Misa dan Stella
Mendengar itu dari tuannya, wajah Misa dan Stella memerah
Mungkin Misa dan Stella salah mengartikan kata suka yang dimaksud Rei
"Dan juga jangan terlalu formal kepadaku, saat tidak ada keluargaku kalian bisa memanggilku Rei saja" Lanjutnya
'Ba-baiklah tu…Rei" Misa menjawab, sedangkan Stella hanya mendengarkan dengan wajah merahnya.
[Peringatan…!]
[Terdeteksi 50 Serigala darah tingkat merah]
[Misi : Bunuh semua musuh yang terdeteksi]
[Hadiah : 2 kotak misteri ungu]
[Hadiah : 1 kotak misteri emas]
[Hadiah : 10.000 point]
[Terima Y / N]
__ADS_1