
[Nama : Reinal Albert]
[Kesehatan : 100 %]
[Pekerjaan : Tidak ada]
[Title : Raja menara iblis]
[Tingkat : Emas]
[Jenis sihir : Kegelapan absolute]
[Senjata sihir : Tongkat iblis]
[Artefak sihir : Jubah dewa hitam]
[Jurus : Pasukan bayangan]
[Jurus : Teleportasi]
[Jurus : Replika sihir]
[Jurus : Pemakan jiwa]
[Tubuh : Mata iblis]
[Hadiah : 22 Kotak misteri emas]
[Point : 667.000]
…
Rei beristirahat sekitar satu minggu di lantai 100, Rei benar benar diperlakukan seperti seorang raja oleh para pasukannya
"Sistem, ketika aku keluar dari sini apakah wajahku tetap seperti ini ?"
[Tidak tuan, anda akan kembali muda]
Rei cukup lega mendengar itu. Kalau dia keluar dari sini dengan wajah yang sudah tak seperti seorang remaja bisa bisa keluarganya tidak lagi mengenalinya
Rei kemudian memanggil salah satu pasukan yang tengah menjaga kakaknya
"Berapa lama lagi kakak akan ikut serta dalam turnamen kesatria ?"
"Besok nona Jeni beserta yang lainnya akan berangkat ke kota Zelda, ibu kota kerajaan Celsia. Disanalah tempat diselenggarakannya turnamen kesatria"
"Oh baiklah kalau begitu kita akan keluar dari sini sekarang, aku mau menonton turnamen itu"
Semua pasukannya langsung kembali kebayangan Rei untuk ikut bersamanya keluar dari menara iblis
Sebelum keluar Rei berjalan kepintu yang didalamnya banyak harta karun. Rei berencana menyimpan semua harta itu dicincin penyimpanannya
Jubah hitam menarik perhatian Rei, ini tidak terlihat seperti artefak atau semacamnya
"Sistem, apa jubah ini termasuk artefak ?"
[Tidak tuan, itu hanya jubah biasa]
Tepat seperti perkiraan Rei, dia langsung memakai jubah itu dan keluar dari menara iblis
…
*Di akademi
"Apa semuanya sudah berkumpul ?" Tanya pangeran keempat
Salah satu instruktur yang mendampingi siswa siswa menjawabnya
"Sudah pangeran, kita bisa berangkat sekarang"
"Kalau begitu ayo kita berangkat ibukota"
Fiuuit… (sfx siul)
Pangeran memanggil hewan panggilannya. Seekor elang putih yang sangat besar berputar diudara kemudian mendarat di hadapan mereka
"Woow…! Elang itu sangat menakjubkan… !!" Ucap Kevin dengan keras
"Naiklah"
Mereka kemudian naik dan berangkat keibukota
Begitu juga dengan akademi akademi lainnya yang berangkat pada hari itu. Akademi Naga hijau dari kota Sena, akademi Paus hitam dari kota Lomia, akademi Kuda putih dari kota Wako dan yang lainnya
Total ada 15 akademi yang menuju keibukota, dan satu akademi yang menjadi tuan rumah dari turnamen kesatria
__ADS_1
…
Rei sudah keluar dari menara iblis, dia sekarang ada digua yang ia tutup dulu. Terlihat 2 tulang kuda yang telah mati
"Ah… Sial ! aku lupa melepaskan kuda kuda itu sebelum meninggalkannya" Ucap Rei sambil menepuk jidatnya sendiri
Rei kemudian keluar dari gua itu dan bersiap untuk berangkat
"Luis keluarlah…"
Rei memanggil Naga nya supaya cepat sampai di ibukota. Rei menaiki Luis dan berangkat keibukota
"Sistem, berapa lama waktu yang diperlukan untuk sampai di ibukota ?"
[Setidaknya 3 jam dengan menggunakan naga ini tuan]
…
"Pangeran, butuh waktu berapa lama untuk sampai ke ibukota ?" Tanya salah satu instruktur
"Setidaknya butuh waktu 6 jam"
"Elang ini sangat hebat… !! Dari satu hari menjadi enam jam, kupikir kita adalah yang tercepat"
Pangeran terlihat tersenyum bangga dengan pujian yang diberikan
"Hahaha… !! Sudah jelas Elang ini yang tercepat" Gumamnya
!!?…
Tiba tiba saja Elang yang dari tadi terbang dengan tenang Berhenti mendadak, itu membuat semuanya terkejut
Pangeran bertanya kepada Elang itu
"Ada apa Pei ? Kenapa kamu tiba tiba berhenti ?"
Elang itu ketakutan seperti melihat kematian
"Ada apa ini ? Tak biasanya Pei ketakutan seperti ini" Pangeran mencoba mencari tahu kenapa dia terlihat sangat ketakutan
"Ayah ada apa dengan elang ini ?" Rosa menyadarkan ayahnya dari lamunan
"Ah… Ayah juga tak terlalu mengerti. Dia tak mau bicara sedikitpun"
…
[Benar tuan, itu adalah kelompok akademi elang biru]
"Tapi kenapa mereka berhenti diudara ? Bukannya ibukota masih lumayan jauh ?"
[Elang itu ketakutan karena naga besar ini tuan]
"Hoh ? kamu memang simbol ketakutan Luis" Rei melontarkan pujian kepada Luis
"Terima kasih atas pujiannya yang mulia. Apa disana itu ada kakak anda yang mulia ?"
"Ya, kakak ada disana"
"Apa kita harus berhenti dulu dan memberi salam kepada mereka ?"
"Tidak usah jika kamu berhenti kamu akan membuat elang itu benar benar mati karena ketakutan"
"Baiklah yang mulia"
Luis kembali memacu kecepatannya
…
Elang pangeran semakin membatu, bahkan dia mengepakkan sayapnya hanya beberapa kali saja
Tiba tiba semua orang yang ada di punggung elang itu merasakan Aura yang sangat mengintimidasi, mungkin ini yang dirasakan Pei dari tadi
Semua orang tak bisa bergerak dan berbicara dibuatnya, seketika seekor naga hitam dengan mata merah menyala melintas di samping mereka dengan kecepatan yang sangat cepat
Di atasnya ada satu orang yang menggunakan jubah hitam hingga menutupi kepalanya
Jeni dan Kevin langsung teringat dengan bayangan yang muncul beberapa waktu lalu.
"Mata itu… Itu sama seperti yang menyelamatkanku beberapa waktu lalu !" Ucap Jeni dalam hatinya
Sedangkan Kevin, melihat mata merah menyala itu membuatnya teringat kembali dengan kegagalan rencananya dipesta beberapa waktu lalu
Sudah cukup jauh naga itu terbang meninggalkan kelompok akademi elang biru, tapi aura yang kuat masih saja terasa
…
__ADS_1
"Hah… hah… Apa apaan itu ?! Aura yang begitu kuat pantas saja Pei ketakutan" Pangeran bercucuran keringat dibuatnya
Begitu pula yang lainnya, mereka terlihat sangat takut dengan aura itu
"Bukankah tadi seekor naga ? Walaupun tubuhnya hanya berwarna hitam dan mata merah, aku yakin tadi itu seekor naga !" Satu instruktur yang masih ketakutan tapi disisi lain dia sangat senang
Naga adalah salah satu hewan mitos yang ada didunia ini, dia bersyukur karena telah melihat naga dalam hidupnya
Kemudian Pei mulai kembali terbang dengan pelan dan hati hati
"Naga itu dan bayangan hitam yang menyelamatkanku waktu itu sedikit mirip, waktu itu bayangan hitam sempat menyebutkan nama Rei. Apa Rei terlibat dengan salah satu mereka ? Tapi sebenarnya mereka ini apa ?!" Jeni terus memikirkannya
Jeni jadi sedikit khawatir dengan Rei, apakah Rei terlibat dengan mereka ini ? Apa Rei aman jika terus berhubungan dengan mereka ? dan masih banyak lagi yang Jeni pikikan tentang adiknya
"Ah…!! Ini membuatku pusing !" tambahnya sambil memegang kepalanya
…
Hal serupa juga dialami beberapa akademi lain yang Rei lewati, mereka juga sangat ketakutan dengan aura yang dikeluarkan Luis
…
"Sistem, apakah ada sesuatu yang dapat menyembunyikan tingkatanku sekarang ?"
[Tuan bisa membeli membelinya ditoko sistem]
Sistem menampilkan beberapa item untuk menyembunyikan tingkatan
Terlihat mulai dari gelang, kalung, rompi, cincin dan beberapa jubah. Tapi akhirnya Rei membeli yang berbentuk cincin karena lebih simpel
20.000 Point harga setiap barang itu, tapi karena Rei memiliki diskon 90 persen dia hanya membayarnya sebesar 2.000 point saja
…
Rei semakin dekat dengan ibukota, hal yang sama juga dirasakan orang orang yang ada diibukota
"A-apa apaan ini ?!" Ucap seorang pedagang sambil memegang meja dagangnya
Semuanya terintimidasi dengan aura milik Luis. Anak anak menangis dan orang orang dewasa gemetar dan merinding karena aura itu
Begitu pula dengan sang raja, dia menyadari aura misterius ini
?!!!
"Aura ini ?! Aura yang sangat kuat ! Siapa yang mempunyai aura seperti ini di kerajaanku ?!"
Menyadari hal itu Rei meminta Luis untuk turun
"Luis, sebaiknya kita turun disini saja, aku tak mau menambah keributan"
"Baik yang mulia"
Luis segera turun di tengah hutan
"Dia ini memang perwujudan rasa takut itu sendiri…" Gumam Rei sambil melihat wajah menyeramkan Luis
Suasana tenang kembali, aura misterius sudah menghilang. Beberapa anak anak sudah berhenti menangis dan orang dewasa mulai kembali kegiatannya
Rei keluar dari hutan dan berjalan menuju gerbang kota
"Apa kamu mau melihat turnamen kesatria ?" Tanya seorang penjaga gerbang
Rei menjawabnya dengan santai
"Ya tentu saja"
"Kalau begitu bayar 20 emas dan kamu bisa masuk kekota Zelda"
"Hah…?!!! Apa ini adalah jenis perampokan di jaman dulu ?! Aku bisa mendapatkan beberapa wanita cantik dengan 20 emas" Gumam Rei dengan kesal
Rei mengambil uang dari kantongnya dan memberikannya kepada penjaga gerbang
…
"Sial…!! Aku sangat miskin sekarang" Ucap Rei sambil melihat kantongnya yang tersisa 3 emas saja
Rei terus berjalan menyusuri megahnya ibukota
"Aku harus mendapatkan uang terlebih dahulu ! Aku tak mau jadi gembel dikota orang…" Gumam Rei
"Sistem, bagaimana caranya agar aku mendapatkan banyak uang dengan singkat ?"
[Tuan bisa ke pelelangan dan melelang beberapa benda dari dunia tuan dulu, itu akan sangat berharga disini]
[Selain itu tuan juga bisa menukarkan kristal kristal yang tuan dapatkan dari dungeon di rumah pusat asosiasi guild]
__ADS_1
"Betapa bodohnya aku… Bisa bisa nya aku melupakan tambang emas yang sudah ada ditanganku" Rei menangis dalam hatinya
Rei memutuskan untuk menukarkan kristal kristal terlebih dahulu, itu akan berjalan lebih cepat dari pada melelang barang